Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA DENGAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU PELATIHAN METAKOGNISI PADA MATERI KELARUTAN DAN Ksp Arvinda C. Lalang; Suhadi Ibnu; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.584 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8372

Abstract

This research aimed to determine differences in critical thinking ability and conceptual understanding between students taught with guided inquiry learning combined with metacognition training and students taught with guided inquiry learning without metacognition training. This study used quasi-experimental with pretest-posttest nonequivalent control group design. This study used a purposive sampling which produced two classes, namely class XI MIA 3 as the experimental class and XI MIA 4 as the control class. The students in the experiment class were taught with guided inquiry learning combined with metacognition training, while the students in the control class were taught with guided inquiry learning without metacognition training. The instrument used to measure the success of this research was multiple choice questions with written explanation. Multiple choice questions were used to measure conceptual understanding while essay questions were used to measure critical thinking ability. The results showed that: (1) The improved critical thinking ability could be seen from the mean of N-Gain of the experimental class 0,76, higher than the control class 0,55; (2) The improved conceptual understanding could be seen from the mean of N-Gain of the experimental class 0,66, higher than the control class 0,54. So we can conclude that the guided inquiry learning combined with metacognition training has enhanced students' critical thinking ability and conceptual understanding.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu pelatihan metakognisi dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa pelatihan metakognisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-postest nonequivalent control group. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh dua kelas sampel, yaitu kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dipadu pelatihan metakognisi sedangkan siswa pada kelas kontrol dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing tanpa pelatihan metakognisi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan penelitian ini adalah soal pilihan ganda dengan penjelasan tertulis. Soal pilihan ganda digunakan untuk mengukur pemahaman konseptual sedangkan soal essay digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan N-Gain pada kelas eksperimen yaitu 0.76 lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 0.55; (2) ada perbedaan peningkatan pemahaman konsep siswa dengan N-Gain pada kelas eksperimen, yaitu 0.66 lebih tinggi dari kelas kontrol, yaitu 0.54. Dengan demikian, dapat dikatakan pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu pelatihan metakognisi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual siswa.
Development of Articulate Storyline 3-Based for Chemical Bonding Teaching Materials Dewi Lestarani; Kalista L.K. Tanone; Lolita A.M. Parera; Arvinda C. Lalang; Johnson N. Naat
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i2.7403

Abstract

The development of Articulate Storyline 3 (AS3)-based chemistry teaching resources on chemical bonding is the aim of this research. the subject of research was 10th-grade senior high school students. This research was conducted to investigate the form of creation and viability of chemical bonding teaching materials using the AS3 application. Minor modifications are made to the Borg and Gall method for instructional design for the production of AS3-based chemical bonding teaching materials. The technique consists of five steps: preliminary studies, product design plan (planning and development), product validation (validation design and revision), field trials, and final product dissemination. The instruments used in this study were interview sheets, questionnaires in the form of instrument validation for material experts, and media experts, tests for students, and documentation. Material expert data, media, and student responses were obtained and analyzed to describe the validity and feasibility of teaching materials. The findings indicated that the optimal percentage was 96.42%, while the very excellent percentage was 96.66%. The results of the evaluation of the feasibility of teaching materials by material specialists and media specialists were 83.07% and 84.61 %, respectively, in the very excellent category. According to the findings of expert evaluations and field testing of chemical teaching materials based on AS3, this chemical bond material is very appropriate for use in educational settings.
Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping untuk Anak dan Bayi dalam Mencegah Stunting Ni Wayan Oktarini Anthonia Candra Dewi; Arvinda C.Lalang; Lolita A.M. Parera
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v2i2.8931

Abstract

This program is carried out to provide information and alternative solutions to the current problem, namely the high stunting rate in Kupang Regency. Socialization about stunting is very important so that the community, especially pregnant women and mothers with toddlers and toddlers can pay close attention to the nutritional intake they eat. The method used is through socialization activities and the practice of making complementary foods by the participants. The practice of making complementary foods for children and infants in preventing stunting is aimed at enabling parents to process complementary foods using materials that are easily available and affordable and without preservatives. Complementary food processing must contain sufficient carbohydrates, proteins, fats, vitamins and minerals. This service program activity was very well received by the participants and the participants finally understood the dangers of stunting in children's development and were able to practice making complementary foods using food ingredients that can be obtained from the surrounding environment.
Pelatihan Pembuatan Instrumen Soal Menggunakan Aplikasi Quizizz dan Wordwall bagi Guru-Guru Kimia se-NTT Heru Christianto; Dewi Lestarani; Arvinda C. Lalang
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v2i1.706

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara daring bagi guru-guru Kimia se-NTT pada tahun 2022. Dasar pelaksanaannya adalah kebutuhan guru-guru Kimia akan suatu panduan dalam pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang inovatif guna meningkatkan minat belajar siswa seiring dengan perkembangan era digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi guna mendesain pembelajaran yang menarik dan inovatif. Di era digital saat ini, guru-guru tidak hanya dituntut untuk meningkatkan kemampuan mengajar berdasarkan pengetahuan materi yang dimiliki, namun juga dituntut untuk dapat menerapkan pembelajaran yang interaktif dan inovatif guna mendorong dan memotivasi siswa dalam belajar dan berpikir kritis. Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pembuatan instrumen soal menggunakan quizizz dan wordwall. Biasanya guru-guru di sekolah memberikan soal ujian kepada siswa dalam bentuk manual, sehingga siswa merasa bosan untuk menjawab pertanyaan dalam soal tersebut. Pembuatan soal menggunakan quizizz dan wordwall akan memotivasi siswa dalam mengerjakan soal karena disajikan lebih menarik dan interaktif. Layar akan menampilkan skor siswa secara realtime, sehingga siswa dapat melihat urutan skor mereka dengan antusias. Media ini juga cukup mudah untuk dikembangkan bagi guru sehingga memudahkan guru untuk menerapkannya dalam pembelajaran. Guru juga akan lebih mudah dan cepat dalam menyusun nilai ujian siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Lectora Inspire pada Materi Pokok Kimia Unsur Terintegrasi Etnosains untuk Siswa Kelas XII SMA/MA Lestarani, Dewi; Atandau, Eny C.R.K.; Lalang, Arvinda C.; Naat, Johnson; Lawa, Yosep
Jurnal Beta Kimia Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Nomor 1: Mei 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v1i1.5128

Abstract

Artikel ini membahas hasil pengembangan bahan ajar kimia berbasis Lectora Inspire (LI) pada materi pokok kimia unsur terintegrasi etnosains. Pengembangan bahan ajar kimia berbasis LI pada materi pokok kimia unsur terintegrasi etnosains digunakan langkah-langkah dengan model rancangan dari Borg and Gall dengan 4 tahapan yaitu studi pendahuluan, pengembangan, uji lapangan, dan diseminasi produk akhir. Uji ahli yang dinilai oleh tiga ahli yaitu ahli instrumen, ahli materi dan ahli media serta uji lapangan terhadap produk bahan ajar kimia yang terdiri dari uji kelompok kecil yang terdiri atas 9 mahasiswa dan kelompok besar 20 mahasiswa semester 3 pendidikan kimia Undana. Hasil penilaian ahli instrumen terhadap angket butir-butir indikator penilaian pada angket tersebut sangat baik dengan persentase keidealan 94,28% sedangkan penilaian ahli materi dengan persentase keidealan 86,09% dan ahli media 86,92% dengan kategori masing-masing sangat baik. Uji coba kelompok kecil 97,25% dan kelompok besar 98,75%. Hasil penilaian uji ahli dan uji lapangan terhadap bahan ajar kimia berbasis Lectora Inspire pada materi pokok kimia unsur terintegrasi etnosains ini sangat layak digunakan.
Pentingnya Pemberdayaan Metakognisi terhadap Kemandirian Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Selama Masa Pandemi Covid-19 Lalang, Arvinda C.
Jurnal Beta Kimia Vol 1 No 2 (2021): Volume 1, Nomor 2: November 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v1i2.5575

Abstract

Abstrak- Sistem pendidikan di Indonesia pada berbagai tingkat dialihkan kepada metode pembelajaran dalam jaringan selama masa pandemi. Pengalihan proses pembelajaran ini menimbulkan berbagai masalah, salah satunya rendahnya kesadaran belajar. Kesadaran belajar mempengaruhi kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kesadaran belajar berkaitan dengan keterampilan metakognisi. Maka kesadaran belajar dapat ditingkatkan melalui pemberdayaan keterampilan metakognisi. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya pemberdayaan metakognisi terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dari hasil-hasil penelitian sebelumnya. Metode yang dilakukan yaitu analisis jurnal-jurnal Nasional selama 10 tahun terakhir (sebelum dan selama masa pandemi) tentang pembelajaran metakognitif terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) Pemberdayaan metakognisi dalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa; 2) rendahnya tingkat metakognisi siswa selama masa pandemi; 3) Metakognisi tetap memiliki pengaruh terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa selama masa pandemi; 4) terdapat beberapa jenis strategi dan model pembelajaran dapat memberdayakan keterampilan metakognitif.; 5) penggunaan media flipbooks terintegrasi edmodo dapat memberdayakan kemampuan metakognisi siswadimasa pandemi ini. Kontribusi kajian ini antara lain bagi para pendidik diharapkan lebih efektif dalam memberdayakan metakognitif dalam proses pembelajarannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan metakognitif yang mengarah pada keberhasilan belajar siswa. Keberhasilan belajar yang dimaksud adalah kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis.
Efektivitas Pembelajaran Kimia Melalui Pemanfaatan Teknologi Daring Selama Pandemi Covid-19¬ di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Nusa Cendana Christianto, Heru; Lawa, Yosep; Parera, Lolita A. M.; Lestarani, Dewi; Lalang, Arvinda C.; Lalus, Fridom N.; Sunarko, Gilbertus F. M.; Liu, Melani M.W.
Jurnal Beta Kimia Vol 1 No 2 (2021): Volume 1, Nomor 2: November 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v1i2.5580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kimia melalui pemanfaatan teknologi daring serta mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa selama pandemi covid-19 menggunakan teknologi daring dibandingkan hasil belajar mahasiswa secara tatap muka/langsung di program studi pendidikan kimia Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa sebelum pandemi covid-19 (pembelajaran luring) dan selama pandemi covid-19 (pembelajaran daring) pada mata kuliah Kimia Fisik 2, Statistika, Belajar dan Pembelajaran, Pengembangan Program Pembelajaran Kimia, dan Komputer untuk Pembelajaran Kimia, sementara untuk mata kuliah Kimia Dasar 2 tidak ada perbedaan hasil belajar mahasiswa sebelum pandemi covid-19 (pembelajaran luring) dan selama pandemi covid-19 (pembelajaran daring). Nilai rata-rata mahasiswa yang lebih tinggi pada saat pembelajaran daring dibandingkan pada saat pembelajaran luring yaitu mata kuliah Kimia Fisik 2, Statistika, dan Pengembangan Program Pembelajaran Kimia. Itu artinya bahwa pembelajaran daring pada mata kuliah tersebut tergolong efektif. Sementara nilai rata-rata mahasiswa yang lebih tinggi pada saat pembelajaran luring dibandingkan pada saat pembelajaran daring yaitu mata kuliah Belajar dan Pembelajaran dan Komputer untuk Pembelajaran Kimia. Itu artinya pembelajaran daring pada kedua mata kuliah itu masih kurang efektif sehingga perlu diperbaiki segala kekurangan yang ada. Mahasiswa dan dosen lebih cenderung menggunakan perpaduan aplikasi pembelajaran daring yang mudah digunakan guna mendukung kegiatan pembelajaran selama pandemi covid-19, seperti Zoom, Google Meet, Whatsapp, dan E-Learning. Ketertarikan mahasiswa dalam pembelajaran daring masih tergolong cukup. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah mahasiswa kadang-kadang mengalami kendala gangguan internet, sehingga pembelajaran daring menjadi terganggu
Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Software 3D Pageflip Professional pada Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit untuk SMA/MA Kelas X Syamsudin, Fitria K; Bandu, Sudirman; Lalang, Arvinda C.; Lestarani, Dewi; Lantik, Vinsensius
Jurnal Beta Kimia Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1: Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v2i1.7327

Abstract

Ilmu kimia tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal tetapi kita harus mempelajari deskripsi seperti fakta kimia, aturan-aturan kimia dan bahan atau materi yang dipelajari dalam ilmu kimia sangat banyak. Banyaknya bahan yang harus dipelajari sehingga tidak sedikitnya siswa yang tidak suka dengan pelajaran kimia. Akibatnya hasil belajar siswa banyak yang tidak tuntas. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengembangkan bahan ajar yang menarik. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud hasil pengembangan dan kelayakan bahan ajar digital menggunakan 3D Pageflip Profesional. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Hasil penelitian diperoleh wujud pengembangan bahan ajar digital menggunakan 3D Pageflip Profesional pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit yaitu terdiri dari cover, pengantar, petunjuk modul, tampilan utama (pendahuluan, materi, rangkuman materi, soal evaluasi), dan halaman akhir yang memuat nama pengembang. Produk bahan ajar ini juga memuat gambar, dan video pendukung pembelajaran yang membantu siswa dalam memahami materi larutan elektrolit dan non elektrolit serta video tutorial pemakaian bahan ajar digital. Sementara hasil uji kelayakan penilaian ahli materi memiliki kategori baik dengan presentase keidealan 79,84% dan penilaian ahli media memiliki kategori sangat baik degan presentase yaitu 95,29. Hasil uji coba dalam hal uji respon siswa memiliki kategori sangat baik dengan persentase keidealan masing-masing pada uji coba kelompok kecil sebesar 97,36 dan pada uji coba kelompok besar sebesar 97,21. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi, ahli media dan uji respon siswa yang terdiri dari uji coba kelompok kecil dan kelompok besar yang dilakukan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak di gunakan dalam pembelajaran.
Adsorpsi Zat Warna Metil Merah menggunakan Hydrochar dari Tempurung Kelapa Neolaka, Yantus A.B.; Lalang, Arvinda C.; Seran, Stefania Yani
Jurnal Beta Kimia Vol 2 No 2 (2022): Volume 2, Nomor 2: November 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v2i2.9595

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai studi kinetika, isotherm dan termodinamika adsorpsi zat warna metil merah menggunakan Hydrochar berbasis tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mekanisme adsorpsi zat warna metil merah menggunakan adsorben Hydrochar tempurung kelapa teraktivasi pelarut HCl di tinjau dari modeling kinetika, isotherm, dan termodinamika adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi zat warna metil merah mengunakan Hydrochar tempurung kelapa dipelajari dengan menggunakan beberapa parameter seperti inisial konsentrasi awal, massa adsorben, pH adsorpsi, waktu kontak, temperatur, dan selanjutnya dilakukan pengkajian terhadap kinetka adsorpsi, isothrem adsorpsi, dan termodinamika adsorpsi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kondisi optimum adsorpsi zat warna metil merah menggunakan Hydrochar tempurung kelapa pada parameter insial konsentrasi awal 30 mg/L, massa adsorben 1 g, pH adsorpsi 4, waktu kontak 10 menit dan temperatur 40℃ (313 K). Kinetika adsorpsi zat warna Metil Merah pada adsorben Hydrochar tempurung kelapa mengikuti model kinetika orde kedua semu dengan nilai R2= 0,9812. Model isotherm adsorpsi yang sesuai untuk adsorpsi zat warna metil merah menggunakan adsorben Hydrochar tempurung kelapa teraktivasi pelarut yaitu model Temkin dengan nilai R2 = 0,9553. Studi termodinamika adsorpsi menggunakan beberapa fungsi seperti ∆H⁰ = (-8, 201 kJ/mol), ∆S⁰ = (0,034 kJ/mol), ∆G⁰ (298 K) = -18, 492, ∆G⁰ (303 K) = -18, 665, ∆G⁰ (308 K) = -18, 837, ∆G⁰ (313 K) = -19, 010. Berdasarkan beberapa fungsi menunjukkan bahwa proses adsorpsi zat warna metil merah menggunkan Hydrochar tempurung kelapa berlangsung spontan dan eksotermik pada suhu pada suhu 313 K.
Etnokimia Pada Kain Tenun Songke Asal Desa Kakor Kecamatan Lembor Selatan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Lalang, Arvinda Ceniorita; Christianto, Heru; Lestarani, Dewi; Parera, Lolita A. M.; Murni, Maria Mersiana
Jurnal Beta Kimia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2: November 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v3i2.13602

Abstract

The study of chemistry from a cultural standpoint is known as ethnochemistry. If it is used in the learning process, it could improve students' accomplishment and retention in chemistry. Because learners knowledge originates from their own culture. However, the application of culture-based chemistry learning has problems integrating culture with chemistry materials. This is also Relevant with Kakor Village, in South Lembor Sub-district, West Manggarai Regency. So a study was conducted with the aim of examining the chemistry that exists in local cultural products, one of which is songke woven fabric. The research design used is qualitative with an ethnographic approach. The instruments used are observation, interviews and documentation that have been verified. The triangulation methodology was used to confirm the data, and then examined qualitatively, which has three stages: reduction, data presentation, and conclusions. The results demonstrate that chemistry plays a role in the production of songke woven fabric, namely in the phases of the yarn dyeing process when it comes to reaction rates, acid-base balance, and chemical bonding.