Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Program Literasi Informasi sebagai Sarana Peningkatan Layanan Perpustakaan Dwi Fajar Saputra
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi informasi merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, melakukan identifikasi, membuat sintesa, mempromosikan segala hal yang dapat dijadikan pengetahuan. Namun pada era ini, literasi informasi juga berkaitan dengan implementasi sebuah perangkat untuk menghasilkan informasi yang tersedia baik elektronik, big data dan berkaitan dengan artificial intelligence. Oleh sebab itu, kemampuan literasi informasi di masyarakat harus ditingkatkan setiap individudan komunitas agar dapat meningkatkan nilai kehidupan. Perpustakaan sebagai layanan yang memiliki aksesibilitas terhadap seluruh golongan, diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung peningkatan nilai kehidupan di masyarakat dengan salah satu program yaitu program literasi informasi. Program literasi informasi dinilai mudah untuk dilaksanakan secara langsung tanpa memiliki anggaran yang besar dan efektif dalam memberikan edukasi ke masyarakat dengan issue-issue hangat mengenai literasi digital.
Peran Metadata Crosswalk dalam Web-Scale Discovery Services: Studi Komparatif Lima Sistem Sumber Dwi Fajar Saputra
Maktabatuna Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mj.v8i1.14046

Abstract

Web-Scale Discovery Services (WSDS) integrate metadata from heterogeneous library, repository, and journal systems into a unified discovery interface. However, discovery quality is shaped not only by harvesting protocols, but also by the way metadata is mapped, simplified, and recontextualized through metadata crosswalks. This study aims to explain how metadata from five source systems in Indonesia OneSearch, namely INLISLite, SLiMS, DSpace, EPrints, and OJS, is transformed across discovery layers and how this process affects metadata fidelity and discovery-readiness. Using a descriptive-comparative qualitative approach, the study examines actual IOS metadata outputs, source-system characteristics, embedded metadata, and interface representations. The findings show that INLISLite retains rich MARC21-based bibliographic and service context, while SLiMS represents a transitional operational model. In contrast, DSpace, EPrints, and OJS produce more compact and standardized metadata that is easier to normalize for discovery purposes. The study concludes that metadata completeness does not automatically ensure discovery-readiness. WSDS development therefore requires adaptive crosswalk strategies that consider metadata fidelity, source-system context, normalization logic, and relevance mechanisms.
STRATEGI PENINGKATAN AKSES MUSEUM DI INDONESIA: STUDI KASUS PROTOTYPE Museum.id Dwi Fajar Saputra
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2024): MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v10i1.7965

Abstract

Museum berperan penting dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah bangsa. Namun, di Indonesia, minat masyarakat untuk mengunjungi museum masih rendah akibat aksesibilitas yang buruk dan daya tarik yang minim. Kegiatan ini mengkaji strategi peningkatan aksesibilitas dan daya tarik museum melalui platform digital dengan studi kasus Prototype Museum.id. Platform ini dirancang untuk memberikan akses mudah dan menarik ke berbagai koleksi museum di Indonesia melalui media digital, dengan menggunakan teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Metode penelitian melibatkan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Pada tahap perancangan, menggunakan Figma untuk pembuatan mockup dan prototipe. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Prototype Museum.id berhasil dibuat dan diharapkan data meningkatkan akses terhadap Museum. Kesimpulan dari kegiatan ini, bahwa penggunaan teknologi digital dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah aksesibilitas dan daya tarik museum di Indonesia, serta diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pengunjung.
ARSITEKTUR INFORMASI ONLINE MELALUI DESAIN WEBSITE ORGANISASI KARANG TARUNA PELITA I, SUKATANI, DEPOK Radita Gora; Dwi Fajar Saputra; Ana Kuswanti; Munadhil Abdul Muqsith
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2025): MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53834/mdn.v11i1.10497

Abstract

Website sudah menjadi kebutuhan bagi organisasi, bahkan website begitu melekat terkait kebutuhan informasi bagi organisasi serta untuk menyampaikan pesan informasi kepada public lebih mudah. Meski website semakin mudah dijangkau pada pembuatannya, tidak semua organisasi terfasilitasi dengan website semacam ini. Hal ini terjadi pada organisasi karang taruna komplek Pelita 1, Sukatani, Depok yang belum memiiki website sebagai medium informasi kepada publik. Hal ini perlu diadakan pembinaan kepada para pemuda karang taruna agar mampu membangun dan mengembangkan konten informasi website kepada public. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan, pengembangan, dan publikasi konten melalui metode pengajaran project secara langsung, hasil pembuatan website pertama organisasi karang taruna serta wadah informasi bagi karang taruna untuk publikasi berbagai berita kegiatan karang taruna, serta akses untuk merekrut keanggotaan baru secara terstruktur dan tersistem. Anggota karang taruna mampu mengikuti kegiatan sampai akhir dan sampai membuat website sendiri dengan mudah, serta mengembangkan dan menambahkan kontennya.