Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENUMBUHKAN KONSEP CERDAS FINANSIAL DALAM PEMBERIAN UANG JAJAN DAN PEMBIASAAN MENABUNG Siti Noor Rochmah; Dedah Jumiatin
Tunas Siliwangi Vol 6, No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p26-32.2045

Abstract

Penulisan makalah dengan metode literatur ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa konsepsi cerdas finansial dapat ditumbuhkan sedini mungkin. Kecerdasan finansial merupakan kecerdasan yang dapat dibentuk, ditumbuhkan dan dikembangkan sejak kanak-kanak yaitu masa usia dini. Berbagai kegiatan sehari-hari, dapat dikonsepsikan sebagai bagian dari proses ini. Sebagai contoh adalah dalam proses pemberian uang jajan dan proses pembiasaan menabung. Dua hal tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan oleh sebagian besar orang tua terhadap anaknya. Kedua hal tersebut merupakan kebiasaan yang jika dilakukan dengan benar dapat menumbuhkan kecerdasan finansial bagi anak. Tulisan ini dipaparkan dengan menggunakan metode studi literatur. Paparan akan membahas tentang apa yang dimaksud dengan kecerdasan finansial dan bagaimana menumbuhkan kecerdasan finansial dalam proses pemberian uang jajan dan pembiasaan menabung. Konsep pemberian uang jajan dan pembiasaan menabung berkaitan dengan penumbuhan konsep budgeting, penentuan skala prioritas, problem solving, pengambilan keputusan serta pengendalian diri. Semua kemampuan tersebut diuji ketika seorang anak memiliki otoritas untuk menentukan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan uang yang diberikan oleh orang tua.Kata kunci: kecerdasan finasial, pemberian uang jajan, menabung
KONSEP PENDIDIKAN AGAMA BAGI ANAK USIA DINI Siti Noor Rochmah
Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Edukasi STKIP Sebelas April
Publisher : STKIP Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merupakan salah satu amanat negara kepada pemerintah untuk melaksanakan pendidikan agama kepada masyarakat sekolah pada jenjang manapun. Pendidikan agama dianggap sebagai upaya menginternalisasikan nilai-nilai ketuhanan kepada masyarakat, namun realitas moral dan sosial di masyarakat menampakkan permasalahan yang cukup meresahkan. Pendidikan agama harus mampu menjadi penawar dan upaya preventif dari semakin terkoyaknya jiwa religiusitas dan kemanusiaan, sehingga penting untuk dipikirkan bahwa pemahaman masyarakat harus direkonstruksi ulang. Harus dibedakan antara pendidikan dan pengajaran agama. Bila hanya terjadi pengajaran agama baik di sekolah maupun dirumah, maka proses yang terjadi sebenarnya hanya pengayaan kognitif tentang bagaimana melakukan ibadah, dan aspek lain yang bersifat pengetahuan saja, sementara aspek batiniah yang melibatkan rasa kemanusiaan yang terhubung dengan aspek Ilahiah tidak terimplementasikan dengan baik.
KEGIATAN MARKET DAY UNTUK MENGENALKAN LITERASI KEUANGAN ANAK USIA DINI Siti Noor Rochmah; Ipah Hanipah; Nurmaya Sofiana
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 6 No 2 (2022): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan literasi keuangan penting untuk diajarkan kepada anak sejak usia dini, yaitu dalam hal menentukan skala prioritas dan pengenalan nilai mata uang. Hal tersebut sangat penting karena berpengaruh terhadap pengetahuan dan perilaku pengelolaan keuangan di masa depan. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif yang memaparkan pemahaman orangtua dan guru tentang market day, bagaimana implementasi program market day dan apakah kegiatan market day menjadi sebuah pendidikan literasi finansial/keuangan Kegiatan ini dilaksanakan di KB Khulafaaul Ummah. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi serta wawancara terhadap informan yang terdiri atas kepala sekolah, koordinator kegiatan market day, orangtua dan anak-anak. Kegiatan market day memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan bermain peran sebagai wirausahawan/wati, mengenal mata uang dan mengenal bagaimana membuat skala prioritas dalam perilaku keuangan
Pemberdayaan perempuan berbasis TPoL (Three Points of Literacy) di Desa Sirnasari Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Gaharani Saraswati; Mirwan Aji Soleh; Siti Noor Rochmah
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p157-169

Abstract

Perempuan menjadi figur sentral keberhasilan sebuah keluarga. Perempuan berperan sebagai pengatur dan pengelola dalam kehidupan berumah tangga, khususnya dalam keuangan, pemenuhan gizi keluarga dan pengasuhan. Adanya keterbatasan perempuan dalam mengelola keuangan, menjadikan kondisi keuangan keluarga tidak terkontrol dengan baik. Pengetahuan tentang  gizi,  kurangnya  kesadaran  perempuan  akan  pentingnya  gizi,  pola  makan sehari-hari, kesehatan lingkungan dan pola asuh menjadi faktor pemicu kekurangan gizi. Perempuan juga seringkali dihadapkan dengan kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak buruk bagi keharmonisan keluarga dan perkembangan anak. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang literasi keuangan, gizi dan anti kekerasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ini meliputi: sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program.  Program TPoL (Three Points of Literacy) terdiri dari literasi keuangan, literasi gizi, dan literasi anti kekerasan. Literasi keuangan meliputi: kegiatan pelatihan mengelola keuangan rumah tangga dan pelatihan merencanakan tabungan. Literasi gizi mencakup: pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah rumah tangga, pelatihan dan pendampingan penyelenggaaan kebun mini, pelatihan pengenalan zat gizi dan pengolahan makanan sehat, serta pelatihan gizi dan olahraga. Literasi anti kekerasan terdiri dari pelatihan pengenalan bentuk-bentuk kekerasan, pelatihan pemanfaatan media Dongeng Antik, dan pelatihan beladiri praktis. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, efektivitas program TPoL sebesar 0,80 termasuk ke dalam kategori tinggi dan pencapaian peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 85,58%.