Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Designing Project-Based Learning Oriented to Scientific Literacy in Matter and Their Changes [Pelatihan Pembelajaran Berbasis Proyek yang Berorientasi Literasi Sains Pada Materi Zat dan Perubahannya] Miarti Khikmatun Nais; Asep Kadarohman; Muhamad Nurul Hana; Ali Kusrijadi; Rahmat Setiadi; Sjaeful Anwar; Ijang Rohman; Gun Gun Gumilar
Jurnal Pengabdian Isola Vol 2, No 1 (2023): JPI: VOLUME 2, ISSUE 1, 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpi.v2i1.57630

Abstract

Selain melahirkan berbagai kemudahan, pesatnya perkembangan industri jugamenimbulkan berbagai masalah karena kurangnya literasi sains. PadaSMK/MAK terdapat Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yangcenderung fokus pada pengembangan literasi sains dengan aspek-aspek ilmupengetahuan alam dan sosial yang kontekstual dan aktual. Terdapat banyakmodel, pendekatan, dan metode yang dapat diterapkan untuk mengingkatkanliterasi sains siswa, salah satunya dengan pembelajaran berbasis proyek atauProject Based Learning (PjBL). Mengingat sangat penting bagi guru untukmemahami tentang konten kimia dan model PjBL, Departemen PendidikanKimia UPI melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat denganmemberikan pelatihan kepada guru-guru SMK/MAK untuk meningkatkanpemahaman guru mengenai konten kimia dan model PjBL. Kegiatan inidilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dengan metode daring danluring yang setara dengan 32 JP. Kegiatan Pengabdian ini melibatkan guruguru SMK di wilayah Kabupaten Sumedang dan Majalengka. Kegiatantersebut terdiri dari pemaparan materi tentang literasi sains dan project basedlearning, pendalaman konten kimia, serta workshop perancangan perangkatpembelajaran PjBL berorientasi literasi sains. Melalui kegiatan workshop paraguru sudah berhasil merancang pembelajaran dengan model PjBLberdasarkan permasalahan yang ada didaerah masing-masing. Rancanganrancangan yang dibuat sudah dapat diterapkan di sekolah hanya saja belumfokus pada satu permasalahan atau satu konteks tertentu. Setelah prosesdiskusi dan perbaikan rancangan-rancangan tersebut sudah cukup baik dandapat diimplementasikan dalam pembelajaran disekolah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TERMOKIMIA BERBASIS MATERIAL LOKAL UNTUK MEMBANTU PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA Sukasih Sukasih; Cindy Lestari; Muhamad Nurul Hana; Ijang Rohman; Gun Gun Gumilar; Rahmat Setiadi; Heli Siti Munawaroh; Abraham Mora
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrppk.v11i1.60599

Abstract

Media memiliki peran penting dalam membantu peserta didik mencapai hasil dan tujuan pembelajaran secara optimal. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan media pembelajaran yang mengintegrasikan bahan-bahan yang terdapat di sekitar siswa untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi termokimia. Kelayakan media yang dikembangkan dievaluasi melalui penilaian materi, media, dan respon pengguna. Keefektifan media pembelajaran diukur melalui pencapaian ketuntasan belajar siswa terhadap nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada penelitian dan pengembangan ini digunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Validasi media oleh guru sejawat menunjukkan bahwa media pembelajaran termokimia berbahan dasar material lokal yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan materi dan telah memenuhi kriteria menarik, praktis, dan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran termokimia. Hampir seluruh siswa memberikan tanggapan positif terhadap media yang dikembangkan dan menilai bahwa media termokimia berbahan dasar material local dapat membantu pengembangan aspek bekerjasama dan berkomunikasi siswa. Penilaian terhadap ulangan harian siswa selama tiga tahun menunjukkan bahwa hampir sebagian besar siswa memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai KKM, yang mengindikasikan bahwa media yang digunakan efektif dalam membantu pencapaian ketuntasan belajar siswa. Media yang dikembangkan menyediakan alternatif inovasi pembelajaran yang mampu membantu pencapaian ketuntasan belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Website pada Submateri Teori Asam Basa Deira Angelina; Muhamad Nurul Hana; Miarti Khikmatun Nais; Ijang Rohman; Gun Gun Gumilar
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4942

Abstract

Pembelajaran teori asam basa memerlukan media yang mampu memvisualisasikan konsep abstrak dan meningkatkan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan lanjutan media pembelajaran interaktif berbasis website pada submateri teori asam basa melalui penyelarasan aktivitas dalam media dengan tahapan Predict-Observe-Explain (POE), perangkat pembelajaran, serta fitur media. Metode penelitian yang digunakan adalah development research dengan mengadaptasi model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data diperoleh melalui lembar validasi ahli serta angket tanggapan pendidik dan peserta didik yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan lanjutan dilakukan dengan mengubah platform media dari aplikasi berbasis smartphone (Android) menjadi berbasis website, mengintegrasikan sintaks Predict-Observe-Explain (POE) melalui penambahan aktivitas Predict berbasis video pada materi teori Arrhenius, serta menyempurnakan navigasi dan beberapa fitur media. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan sebesar 83,75% dengan kategori sangat layak, kemudian disempurnakan berdasarkan masukan validator sebelum dilakukan uji coba terbatas. Selanjutnya hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa media memperoleh persentase tanggapan sebesar 100% dari pendidik dan 97,03% dari peserta didik yang keduanya termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis website hasil pengembangan lanjutan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada submateri teori asam basa.
Fostering Critical Thinking Skills in Discovery Learning: The Role of a Covalent Bond Simulator Riani Damay Rosida; Gun Gun Gumilar; Miarti Khikmatun Nais; Ijang Rohman; Muhamad Nurul Hana
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 3: July 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i3.21573

Abstract

Critical thinking skills are among the 21st-century competencies that need to be fostered in science education. The abstract nature of the covalent bond concept continues to cause difficulties and misconceptions, potentially hindering the development of critical thinking skills. This study aimed to analyze the role of a feedback-based covalent bond simulator integrated with the Discovery Learning model in fostering students' critical thinking skills. A one-group pre-test post-test design was employed, involving 22 Grade 11 students from a public high school in Bandung. Data were collected using a critical thinking skills test based on Robert Ennis's indicators and analyzed using the Shapiro-Wilk test, Paired Sample t-Test, and Wilcoxon test. The results showed that the mean critical thinking skills score increased from 10.27 to 18.50. Based on the paired-samples t-test, a statistically significant difference was found between the pre-test and post-test scores (t = -6.475; df = 21; p < 0.001), and all critical thinking skill indicators showed significant improvement (p < 0.05). These findings provide preliminary evidence that integrating the simulator with Discovery Learning plays a role in facilitating students' critical thinking skills and supporting conceptual understanding for advanced chemistry learning.