Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Pengukuran Kualitas Pengajar Berbasis Peran Pada Perguruan Tinggi Yusri Hazmi; Teuku Zulkarnain; Faisal F; Anwar A; Aryati A; Faisal Faisal; Muhammad Nasir
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 3 (2023): Juni
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan kinerja akademik melalui peningkatan kualitas pengajaran, menjadi ukuran kualitas pengajaran, baik dalam bentuk kualifikasi pendidikan, pengalaman, dan metode pengajaran. Kegiatan ini berfokus pada implikasi pentingnya membuat konsep dan mengevaluasi kualitas pengajar, sehingga diperoleh ukuran yang jelas dan terstandar  dalam melakukan penilaian. Kegiatan ini penting dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme pengajar, yang didasarkan pada konten pendidikan dan evaluasi pengajaran. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengajar sebagai sumber daya paling bernilai yang tersedia di perguruan tinggi dan perlu dilakukan penilaian secara objektif. Ada kebutuhan untuk mendifinisikan dan mengukur kualitas pengajar, yang tertuang dalam kebijakan pengajaran. Kebijakan yang berfokus pada kebutuhan dalam melakukan peningkatan kapasitas dalam profesionalisme pengajar, yang tentunya menajdi bagian dari proses evaluasi, terutama berkaitan dengan tugas yang dilakukan pengajar. Kualitas pengajaran harus secara jelas terdefisnisikan dan terukur, sehingga penilaian dapat dilakukan secara objektif dan akuntabelitas.
Pelatihan Pengukuran Kualitas Pengajar Berbasis Peran Pada Perguruan Tinggi Yusri Hazmi; Teuku Zulkarnain; Faisal F; Anwar A; Aryati A; Faisal Faisal; Muhammad Nasir
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 3 (2023): Juni
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan kinerja akademik melalui peningkatan kualitas pengajaran, menjadi ukuran kualitas pengajaran, baik dalam bentuk kualifikasi pendidikan, pengalaman, dan metode pengajaran. Kegiatan ini berfokus pada implikasi pentingnya membuat konsep dan mengevaluasi kualitas pengajar, sehingga diperoleh ukuran yang jelas dan terstandar  dalam melakukan penilaian. Kegiatan ini penting dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme pengajar, yang didasarkan pada konten pendidikan dan evaluasi pengajaran. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pengajar sebagai sumber daya paling bernilai yang tersedia di perguruan tinggi dan perlu dilakukan penilaian secara objektif. Ada kebutuhan untuk mendifinisikan dan mengukur kualitas pengajar, yang tertuang dalam kebijakan pengajaran. Kebijakan yang berfokus pada kebutuhan dalam melakukan peningkatan kapasitas dalam profesionalisme pengajar, yang tentunya menajdi bagian dari proses evaluasi, terutama berkaitan dengan tugas yang dilakukan pengajar. Kualitas pengajaran harus secara jelas terdefisnisikan dan terukur, sehingga penilaian dapat dilakukan secara objektif dan akuntabelitas.
Baitul Maal learning organization in producing quality zakat accounting information Marjulin Marjulin; Yusri Hazmi; Hilmi Hilmi; Teuku Zulkarnain; Busra Busra
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232225

Abstract

This study aims to provide a basic understanding of the importance of organizational learning in producing quality zakat accounting information in Baitul Mal in Aceh. The methods used in this study are descriptive methods and explanatory research methods, and data will be collected by distributing questionnaires to zakat managers. who are members of the Baitul Mal institution. The data will be processed using a statistical tool, namely Partial Least Square (PLS) based on covariates. The results of this study prove that continuous organizational learning has an impact on the quality of information produced, this can be seen from the hypothesis test which shows that the organizational learning variable produces a number of 2.293 which is greater than the critical 1.65. Since the value of arithmetic is greater than critical, then at an error rate of 5% it is decided to reject Ho. So based on the test results, it can be concluded that organizational learning has a significant effect on the quality of zakat accounting information in Baitul Mal Aceh. So that the more frequent holding of training activities, seminars and symposia as well as opportunities to continue formal education for zakat managers will affect the quality of zakat management financial statements so that the reports produced contain accurate, timely, relevant and complete information, which can be useful in decision making.
Interaksi Infrastruktur Publik terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Yusri Hazmi; Teuku Zulkarnain
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 7, No 2 (2023): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v7i2.9105

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalsis interaksi infrastruktur public terhadap perekonomian Indonesia. Penelitian ini menggunakan variable yang terdiri dari infrastruktur public, pendidikan, kesehatan dan pertumbuhan ekonomi. Dari hasil pengujian diperoleh infrastruktur secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Peningkatan infrastruktur memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian. Untuk ini diperlukan upaya pembangunan infrastruktur yang merata dan tidak terpusat pada provinsi tertentu. Dengan demikian akan memberi pengaruh terhadap pemerataan pembangunan, peningkatan output barang dan jasa dan konsumsi masyarakat. Peningkatan infrastruktur juga meningkatkan kesempatan kerja dan pengurangan tingkat kemiskinan. Kualitas pendidikan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB. Peningkatan pendidikan tidak mengakibatkan pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring disebabkan pertumbuhan lapangan kerja tidak sebanding dengan pertumbuhan pendidikan. Dalam kondisi ini tingkat pengangguran, justru terjadi pada angka kerja berpendidikan tinggi. Kesehatan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Peningkatan kesehatan berpengaruh terhadap kesempatan bekerja, sehingga meningkatkan pendapatan. Peningkatan pendapatanmengakibatkan daya daya beli masyarakat tinggi. Sehingga memberi pengaru terhadap konsumsi out barang dan jasa. Dalam kondisi ini diperlukan kebijakan pemerintah terkait dengan pemerataan infrastruktur, yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat.
Sirkulasi Pertumbuhan Output Terhadap Transformasi Keuangan Public Di Indonesia Periode 2014-2023 Amanda Enggelia; Mela Zahrani; Widya Arsani Malau; Teuku Zulkarnain
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v4i2.1985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia selama periode 2014-2023. Pengeluaran pemerintah merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia. PDB, yang mencerminkan total nilai barang dan jasa yang diproduksi, dan IPM, yang mengukur kualitas pembangunan manusia, merupakan dua indikator utama yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak pengeluaran pemerintah terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data tahunan dan analisis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antara pengeluaran pemerintah, PDB, dan IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap PDB dan IPM. Meskipun pengeluaran pemerintah berperan dalam perekonomian, pengaruhnya terhadap PDB dan IPM cenderung terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti ketimpangan pendapatan, kebutuhan layanan publik, dan kebijakan lainnya, lebih berperan dalam menentukan besaran pengeluaran pemerintah. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai keterbatasan pengaruh PDB dan IPM terhadap pengeluaran pemerintah di Indonesia, yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan publik.
Rencana Pembangunan Makan Bergizi Gratis Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Dan Kesehatan Anak Di Indonesia Dian Tazkiya; Khaira Amalina; Naila Nur Fadhya; Samdarawita Samdarawita; Teuku Zulkarnain
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3520

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is one of the Indonesian government’s priority policies under President Prabowo Subiant’s administration, aimed at reducing stunting rates, improving children’s health, and enhancing the overall quality of education. The program was initiated in response to the persistent issues of malnutrition and unequal access to education, with approximately 21.5% of Indonesian children still suffering from stunting. MBG serves not only as a nutritional intervention but also as a socio-economic strategy to strengthen human resources and promote educational equity. This study employs a qualitative descriptive approach, collecting primary data through in-depth interviews with teachers, school principals, health workers, and local government representatives involved in the implementation of MBG. Secondary data were obtained from official reports by relevant ministries and agencies, as well as scientific publications. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing, with validation ensured by triangulation of sources and methods. The findings indicate that the implementation of the MBG program has had positive impacts on improving children’s nutritional status, reducing stunting rates, and increasing students’ motivation and learning concentration. The program also generates significant economic effects by involving local farmers, MSMEs, and cooperatives as food suppliers, thereby creating a multiplier effect for regional economies. However, several challenges remain, including limited funding, uneven distribution, and inadequate infrastructure. Overall, the MBG program is considered a strategic initiative to build a healthy, intelligent, and competitive generation while strengthening the synergy between the education, health, and economic sectors.  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Latar belakang munculnya program ini didasari oleh tingginya angka kekurangan gizi dan ketimpangan akses pendidikan di Indonesia, di mana sekitar 21,5% anak masih mengalami stunting. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai strategi sosial-ekonomi untuk memperkuat sumber daya manusia dan pemerataan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi pemerintah daerah yang terlibat dalam pelaksanaan MBG. Data sekunder diperoleh dari laporan resmi kementerian dan lembaga terkait, serta publikasi ilmiah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program MBG memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi anak, penurunan angka stunting, serta peningkatan semangat dan konsentrasi belajar siswa. Program ini juga memiliki efek ekonomi yang luas dengan melibatkan petani, UMKM, dan koperasi lokal sebagai pemasok bahan pangan, sehingga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Namun demikian, sejumlah kendala masih ditemui, seperti keterbatasan anggaran, ketimpangan distribusi, dan kesiapan infrastruktur. Secara keseluruhan, Program MBG dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi nasional.
IMPLEMENTASI SISTEM BOS ONLINE DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH (STUDI KASUS PADA SMA NEGERI DI ACEH UTARA): SISTEM BOS ONLINE DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH (STUDI KASUS PADA SMA NEGERI DI ACEH UTARA) Sri Wulandari; Cut Nia Ramadhani; Teuku Zulkarnain; Syahrul Ramadhan; Putri Sakinah Damanik
Jurnal Ecoment Global Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No. 3 (Edisi Desember 2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jeg.v10i3.6529

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana implementasi BOS Online dalammeningkatkan transparansi manajemen keuangan pada SMA Negeri Kabupaten Aceh Utara.Desain/Metode/Pendekatan: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif denganteknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah,bendahara, guru, dan komite sekolah.Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BOS Online telah meningkatkan akuntabilitasdan efisiensi administrasi keuangan sekolah, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki dukunganinfrastruktur dan SDM memadai. Namun, penerapan sistem ini belum sepenuhnya optimal di daerahpedalaman karena keterbatasan akses jaringan internet, kurangnya pelatihan teknis, serta rendahnyaliterasi digital aparatur sekolah.Orisinalitas/Nilai: Secara keseluruhan, penggunaan BOS Online memberikan kontribusi positif terhadaptransparansi keuangan sekolah, namun efektivitasnya sangat bergantung pada dukungan pemerintahdaerah dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyediaan sarana teknologi yangmemadai.Implikasi Praktis/Kebijakan: Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan kebijakanpemerintah daerah dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerataan infrastrukturdigital, serta penguatan komunikasi publik agar transparansi pengelolaan dana BOS dapat terwujud secaraoptimal.Kata kunci: BOS Online, Transparansi Keuangan, Akuntabilitas, Sekolah Menengah Atas, Aceh Utara