Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN HUKUM BAHAYA NARKOBA BAGI GENERASI MUDA DI PONDOK PESANTREN AL SHOULATIYAH PADANGSIDIMPUAN Ardina Khoirun Nisa
Glow: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Glow: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/glow.v3i2.212

Abstract

Sering kita mendengar pernyataan bahwa Indonesia darurat narkoba. Hal ini karena kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Narkoba sudah banyak memakan korban, terutama di kalangan generasi muda bangsa. Tidak sedikit generasi muda atau remaja yang mengkonsumsi narkoba karena mereka ingin menenangkan diri dari masalah yang dihadapinya. Penyalahgunaan narkoba merupakan perilaku yangmenyimpang. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba oleh remaja akan membahayakan kelangsungan hidup masyarakat, bangsa dan negara. Mereka yang seharusnya menjadi pemimpin masa depan, kehidupannya digerogoti oleh narkoba.Untuk itu dilaksanakanlah pengabdian ini yang bertujuan untuk memberi pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya dari penyalahgunaan Narkoba. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini adalah dengan cara sosialisasi yang dilanjutkan dengan memberikan pemahaman hukum kepada peserta didik dalam memahami dan menganalisa permasalahan hukum terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkotika. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan peserta didik memerlukan peningkatan kemampuan secara berkesinambungan untuk mencapai hasil maksimal dalam rangka peningkatan pemahaman hukum khsusunya terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkotika
Pelatihan Kepemimpinan Remaja Berbasis Problem Solving: Upaya Menumbuhkan Jiwa Inisiatif Pemuda Rahmi Wahyuni; Ardina Khoirun Nisa
Karsa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : MADANI PUBLISHER INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is an essential skill that needs to be instilled from a young age so that the younger generation can play a role as agents of change in society. This community service activity aims to cultivate a spirit of leadership and initiative among teenagers through leadership training based on a problem-solving approach. The method used in this activity is Participatory Action Research (PAR) with a participatory training approach. The activity was conducted in Pagar Gunung Village, Mandailing Natal Regency, involving 35 teenage participants aged 15–20 from various youth organization backgrounds, such as Karang Taruna, Mosque Youth, and the local school student council. The results of the activity show that this training is capable of enhancing three important aspects in adolescents: (1) an increase in understanding of the basic concepts of leadership and the role of youth as agents of change; (2) an improvement in critical and analytical thinking skills in identifying and seeking solutions to social problems in their environment; and (3) an increase in courage and initiative in voicing ideas and taking an active role in the community. Through pre-test and post-test evaluations, an average increase of 42% in the understanding of leadership concepts was observed. Some participants even committed to implementing solutions to the issues raised in the training, such as waste management, youth literacy activities, and anti-bullying campaigns. This activity not only provides conceptual knowledge but also fosters critical thinking and initiative among the youth. In the future, such programs need to be continued and synergized with educational institutions, youth organizations, and village governments so that their sustainability and social impact become broader and more tangible.
Penyuluhan Hukum Sejak Dini Pemanfaatan Sampah Untuk Meningkatkan Kreatifitas Siswa/i di SDN No. 100614 Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan Ardina Khoirun Nisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i2.139

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sangat umum di masyarakat global. Sampah adalah bahan sisa dari kegiatan pembuangan dalam proses produksi, baik di industri maupun di rumah tangga. Sampah dapat dikatakan merupakan sesuatu yang tidak diinginkan masyarakat setelah proses pengolahan dan pemanfaatannya selesai. Untuk itu maka diadakan penyuluhan hukum ini yang bertujuan untuk menanamkan sejak dini bahwa sampah itu masih bisa dimanfaatkan dan diolah sehingga mengasilkan barang yang dapat digunakan kembali. Pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak negatif terutama terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Limbah dapat membahayakan Kesehatan. Kondisi lingkungan yang tidak sehat akibat pengelolaan sampah yang buruk. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada kehidupan sosial seluruh masyarakat. Materi yang disampaikan yaitu bagaimana cara mengolah sampah dan dapat memanfaatkannya kembali dengan mempraktikkannya langsung dihadapan siswa/i di SDN No. 100614 Pintu Padang Kabupaten Tapanuli Selatan.
Developing Reading Materials Based on Mandailing Folktales to Increase Children's Interest in Literacy Rahmi Wahyuni; Ardina Khoirun Nisa; Elismayanti Rambe
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1505

Abstract

This article discusses the development of reading materials based on Mandailing folktales as a strategy to increase children's interest in literacy. Folktales are an important part of local culture, containing educational and moral values. However, children in the Mandailing region still have low interest in reading, which can hinder their literacy development. Through this community service, we strive to create reading materials that are engaging and relevant to the local culture, thereby capturing children's attention. This activity includes collecting and adapting Mandailing folktales, developing engaging reading materials, and conducting literacy workshops for children. By involving the local community, we hope to raise awareness of the importance of literacy and local culture. Results from this activity indicate that children are more enthusiastic about reading when the reading materials presented relate to stories they know and love. Furthermore, this activity provides an opportunity for parents and educators to play an active role in supporting children's reading interests. Thus, the development of reading materials based on Mandailing folklore serves not only as a tool to increase literacy interest but also as an effort to preserve local culture. It is hoped that this initiative can serve as a model for other regions in developing children's literacy through an approach based on local wisdom.