Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SIKAP BAHASA MASYARAKAT NAGEKEO PADA BAHASA KEO DI KELURAHAN SASI KOTA KEFAMENANU Maria Dolorosa Opa Rai; Kristofel Bere Nahak; Maria Magdalena Namok Nahak; Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 03 (2023): Jubindo: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v8i03.6044

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap bahasa keo yang digunakan oleh masyarakat nagekeo di kelurahan sasi kota kefamenanu dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi sikap bahasa keo pada masyarakat nagekeo di kelurahan sasi kota kefamenanu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara. Teknik kuisioner mengacu pada skala linkert karena dipandang untuk mengukur sikap, sedangkan teknik wawancara digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh dari kusisoner. Berdasarkan angket yang telah disebarkan kepada 54 responden, dapat diketahui bahwa sikap bahasa keo pada masyarakat nagekeo di kelurahan sasi kota kefamenanu adalah positif dengan pemerolehan skor sebesar 5.277.
Penguatan Literasi Cerita Rakyat melalui Pelatihan Berbasis AI ChatGPT di Desa Naiola Iswan Afandi; Maria Magdalena Namok Nahak; Anselmus Sahan; Mikhael Misa; Abdul Rahim Arman Putera Dapubeang
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.5953

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru, siswa, dan tokoh masyarakat dalam menulis dan menuturkan cerita rakyat berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT serta memperkuat literasi budaya lokal di Desa Naiola, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 di Kantor Desa Naiola dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas 4 tokoh masyarakat, 8 guru, dan 8 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung (storytelling), dan diskusi interaktif yang dilakukan secara luring. Kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu: (1) penyampaian materi pengertian dan bentuk cerita rakyat; (2) pelatihan penulisan cerita rakyat berbasis AI ChatGPT; dan (3) pelatihan penuturan cerita rakyat melalui metode storytelling. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada tiga aspek utama. Pertama, pemahaman materi cerita rakyat meningkat dari rata-rata pre-test 56,3 menjadi 67,5 pada post-test, dengan 75% peserta mengalami peningkatan. Kedua, pelatihan penulisan berbasis AI mampu meningkatkan kreativitas dan keterampilan literasi digital peserta. Ketiga, kemampuan penuturan siswa meningkat signifikan dari rata-rata 47,5 menjadi 76,3, dengan seluruh siswa mengalami peningkatan dalam aspek ekspresi dan struktur bercerita. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi budaya, keterampilan menulis dan menuturkan cerita rakyat, serta kesadaran pelestarian nilai budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran.
Preservation Of Local Food Culinary Lexicons Based On Social Status In The Indonesia–Timor Leste Border Area: A Socio-Econo-Ecolinguistic Analysis Maria Magdalena Namok Nahak; Abdul Rahman Putera Dapubean; Kristofel Bere Nahak
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.860

Abstract

This study investigates the socio-econo-ecolinguistic dimensions of traditional culinary lexicons in Malaka Regency, a border area in eastern Indonesia. The research employs a qualitative descriptive design involving three social groups students, school pupils, and the general community as participants to capture intergenerational perspectives on traditional culinary knowledge. The study aims to (1) identify the linguistic forms of traditional culinary lexicons, (2) examine the dynamics of lexicon maintenance within local communities, and (3) analyze the socio-economic and ecological meanings embedded in traditional culinary practices. Data were obtained through field-based research methods, including community observation and documentation of local culinary terminology. The findings reveal sixteen traditional culinary lexicons: akar bilan, batar tasak, batar sonan, batar daan, batar tunun, batar faihedik, filun, fehuk tunun, fehuk sonan, fehuk hukus, fehuk daan, hudi tasak, hudi tunun, hudi daan, nunak, and es nu. These lexicons comprise basic and phrasal forms that convey cultural values, perform descriptive functions, and carry symbolic meanings rooted in local traditions. With regard to lexical vitality, the study indicates a weakening of intergenerational transmission, as younger generations, particularly students and pupils, demonstrate significantly lower levels of comprehension and use of traditional culinary lexicons than the general community, revealing a clear lexical gap. From a socio-economic perspective, the continued consumption of traditional foods contributes to local economic resilience by using locally sourced ingredients. Ecologically, these practices promote waste reduction, environmental preservation, and biodiversity conservation, while simultaneously supporting linguistic and cultural sustainability. Overall, the study highlights the importance of ecolinguistic awareness in sustaining the vitality of traditional culinary lexicons as an integral component of cultural identity and environmental ethics.