Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BIMBINGAN BELAJAR FUN LEARNING UNTUK ANAK USIA 6-12 TAHUN Chindy Hanggara Rosa Indah; Achmad Afandi; Winarno; Adi Sucipto; Dany Miftahul Ula
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 10 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar dan mengajar adalah sesuatu kegiatan yang menyenangkan. akan tetapi Banyak anak yang mengalami kebosanan saat belajar. Dan ada juga siswa yang kurang mengerti didalam proses belajar dan pembelajaran. Dari permasalahan tadi maka dilakukan lah Kegiatan pengabdian ini diadakan dengan tujuan untuk menambah wawasan, minat, serta antusias anak anak untuk berpartisipasi pada kegiatan kegiatan yang dilaksanakan dimanapun. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Bimbingan belajar Kegiatan bimbel tingkat SD yang bertujuan untuk membantu proses belajar anak anak, kegiatan bimbingan belajar ini di ikuti kurang lebih 30 anak dari kelas 1 sampai kelas 6. Untuk kegiatan penyuluhan ini dikemas dengan 2 metode bimbingan belajar dengan model bimbingan melalui kegiatan belajar dan bermain. Dilakukan melalui permainan game ofline dan model bimbingan belajar dengan model game online. Sehingga siswa merasa bimbingan belajar dapat baik dan menyenangkan. Dan siswa tak terasa jenuh maupun tertekan saat melakukan kegiatan bimbingan belajar. Dan siswa merasa ingin melakukan dan sangat antusias saat melakukan kegiatan tersebut.
Kegembiraan Berolahraga Dan Efikasi Diri Atlit Anak-Anak Dan Praremaja: Studi Komparatif- Korelasional Anggota Klub Bola Voli Jawa Timur Dan Anggota Klub Renang Jakarta Aldhi Risjihadhul Akbar; Sakban Rosidi; Titik Purwati; Adi Sucipto; Agung Yudaswara
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v6i2.45113

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan kegembiraan berolahraga dan efikasi berlatih anak-anak dan pra remaja yang berpartisipasi dalam klub bola voli dan klub renang. Sebanyak 243 responden berusia 10–13 tahun menyelesaikan Physical Activity Enjoyment Scale (PACES) dan Exercise Self-Efficacy Scale versi bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Uji-t sampel independen menunjukkan bahwa anak-anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub bola voli melaporkan tingkat kegembiraan yang secara signifikan lebih tinggi (rerata = 89,25) dibandingkan anak-anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub renang (rerata = 71,67), sedangkan anak- anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub renang menunjukkan efikasi berlatih yang lebih tinggi (rerata = 30,86) dibandingkan anak-anak dan praremaja yang berpartisipasi dalam klub bola voli (rerata = 25,28). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kegembiraan dan komitmen (r = -0,243, p < .01). Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik sosial dan struktur cabang olahraga (kelompok versus individu) dapat membentuk hasil psikologis yang berbeda. Implikasi hasil penelitian ini dibahas untuk pelatih dan perancang program olahraga yang ingin mengoptimalkan pengalaman olahraga bagi anak-anak dan remaja. Abstract This study examined differences in exercise enjoyment and exercise efficacy among children and pre-adolescents participating in volleyball and swimming clubs. A total of 243 respondents aged 10–13 years completed validated Indonesian versions of the Physical Activity Enjoyment Scale (PACES) and the Exercise Self-Efficacy Scale. Independent samples t-tests showed that children and pre-adolescents participating in volleyball clubs reported significantly higher levels of exercise enjoyment (mean = 89.25) than children and pre-adolescents participating in swimming clubs (mean = 71.67), while children and pre-adolescents participating in swimming clubs reported higher exercise efficacy (mean = 30.86) than children and pre-adolescents participating in volleyball clubs (mean = 25.28). Pearson correlation analysis revealed a significant negative relationship between enjoyment and commitment (r = -0.243, p < .01). These findings indicate that the social characteristics and structure of the sport (group versus individual) may shape different psychological outcomes. The implications of the results of this study are discussed for coaches and sport program designers who wish to optimize the sport experience for children and adolescents
Sinergi Kebugaran Jasmani, Edukasi Bahaya NAPZA, dan Pramuka dalam Membangun Remaja Sehat di SMP PGRI 01 Bantur Reza Aofal; Adi Sucipto; Andika Putra; Dani Dwi Wijayanto; Antonio Oscarando Pati Dallotereng; Anisa Agustin; Shoffurijal Aghyanur
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ffv06z28

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membangun generasi remaja sehat, berkarakter, dan berdaya tahan terhadap pengaruh negatif lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra SMP PGRI 01 Bantur adalah rendahnya kebugaran jasmani siswa, minimnya pengetahuan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta perlunya wadah pembinaan karakter. Kegiatan diikuti oleh 72 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga pendekatan terpad pelatihan kebugaran jasmani dengan aktivitas fisik terstruktur, edukasi bahaya NAPZA melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan media visual, serta pembinaan pramuka sebagai sarana penguatan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor kebugaran jasmani dari rata-tata 10-15% pretest meningkat menjadi sebesar 20–25% postestt, serta peningkatan pengetahuan bahaya NAPZA dari rata-rata 58% pretest menjadi 89% posttest. Selain itu observasi kegiatan pramuka memperlihatkan peningkatan sikap disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan dari pretest awal rata-rata 60% menjadi lebih dari 80% siswa. Program ini memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan fisik, mental, dan sosial untuk menghadapi tantangan masa remaja.
Prososial, Ketangguhan dan Kesejahteraan Mental: Studi Komparatif berdasarkan Preferensi Kader Tiwisada Wahyu Pujianto; Adi Sucipto; Harun Ahmad
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.8372

Abstract

Late childhood through early adolescence is a crucial period of psychosocial development, during which individuals begin to form self-identities, develop more complex social relationships, and build resilience and mental well-being. In elementary schools, the School Health Unit (UKS) plays a strategic role in shaping students' character and healthy behaviors. One example is the Tiwisada Cadre program, which involves young health cadres trained to assist with promotive and preventive activities within the school environment. The purpose of this study was to determine the differences in prosocial behavior, resilience, and mental well-being between UKS Tiwisada cadres and non-Tiwisada cadres at SDN Panggungrejo 04 Kepanjen. This study used an ex post facto approach, which is methodologically similar to experimental research that tests hypotheses. However, in ex post facto research, the researcher does not administer any specific treatment or manipulation, as the event occurred prior to the study. The population in this study were all students at SDN Panggungrejo 04 Kepanjen, Malang Regency, who have the Tiwisada Cadre extracurricular program. The sample size was 104 students, with each group consisting of 52 Tiwisada Cadres and 52 non-Tiwisada Cadres. The results showed that there were significant differences in prosocial behavior, resilience, and mental well-being between Tiwisada UKS cadres and non-cadres. Tiwisada cadres tended to have different results in terms of prosocial behavior, resilience, and mental well-being that were higher than non-cadres. The conclusion of this study is that there are significant differences in prosocial behavior, resilience, and mental well-being between Tiwisada UKS cadres and non-cadres. Cadres showed higher levels of prosocial behavior, resilience, and mental well-being than non-cadres.  
Efektifitas Ekstrakulikuler Bola Voli Terhadap Perilaku Prososial, Ketangguhan, dan Kebugaran Jasmani Siswa SMK PGRI Kasembon Tahun 2024-2025 Diki Candra Yuwono; Adi Sucipto; Nurcholis Sunuyeko
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.8436

Abstract

This study examined the effectiveness of volleyball extracurricular activities on prosocial behavior, resilience, and physical fitness among vocational high school students. A quantitative quasi-experimental design was applied with a sample of 100 students from SMK PGRI Kasembon, divided equally into an experimental group (volleyball extracurricular participants) and a control group (non-participants). Data were collected through questionnaires assessing prosocial behavior and resilience, as well as the bleep test for physical fitness (VO₂max). Statistical analysis indicated three key findings: first, no significant differences were observed in prosocial behavior between the two groups; second, resilience was significantly higher in the experimental group compared to the control group; and third, students involved in volleyball extracurricular activities demonstrated significantly better physical fitness levels. These results suggest that while volleyball extracurricular activities may not directly enhance prosocial behavior, they play an essential role in strengthening resilience and improving physical health. The findings highlight the importance of integrating sports-based extracurricular programs into school curricula to support students’ psychological development and physical well-being.