Rahmatika Nur Aini
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pasting Characteristics of Composite Purple Sweet Potato and White Sweet Potato Flours Rusdin Rauf; Rahmatika Nur Aini; N. Nurdiana
Journal of Nutraceuticals and Herbal Medicine Vol 1, No 1 (2018): JNHM 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jnhm.v1i1.5738

Abstract

Understanding the pasting characteristics of purple sweet potato (PS) and white sweet potato (WS) flours can provide clues about the product development direction. The purpose of the study was to evaluate the pasting characteristics of composite PS and WS flours. The research was conducted by making PS and WS flours. The flours are then mixed with variation ratios of 0:100, 10:90, 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, 80:20, 90:10, and 100:0. All of the composite flours then tested the pasting characteristics. The data were tested using one-way anova and Duncan at a level of 0.05. The results indicated that there was the influence of composite ratios of WS flour and PS flour to pasting temperature, peak viscosity, hold viscosity, cold viscosityand reverse viscosity. However, there was no effect on the breakdown viscosity.
Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Gangguan Lambung pada Mahasiswa Yuni Sara Yuni Sara; Izna Nurdianty Muhdar; Rahmatika Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 3 No. 3 (2021): Volume 3 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.434 KB) | DOI: 10.36590/jika.v3i3.163

Abstract

Gastric disorders are diseases that interfere with activities and if not treated properly can be fatal. One of the gastricdisorders is dyspepsia syndrome, a medical condition characterized by pain or discomfort in the upper abdomen or solarplexus. Adolescents are a group at risk for dyspepsia syndromethis causes reduced time for physical activity, and does notpay attention to nutritional status.The purpose of this study for identify the relationship between nutritional status and level of physical activity with gastric disorders in collage students.This research use a study design with (cross sectional) study design.Determination of the sample using the Proportional Stratified Random Sampling technique with the numberof respondents 85 subject collecting data using the Rome III questionnaire and the PAR (Physical Activity Ratio).The result of the study, it was found that there was a significant relationship between nutritional status and gastric disorders with a p-value of 0,0167 (P<0,05) with PR (Prevalens Ratio)=5,797.While the level of physical activity was not related with gastric disorders with a value of p = 0.2 (p> 0.05).
Hubungan status gizi, komposisi tubuh, asupan kafein dengan tekanan darah usia dewasa di Jakarta Pusat Desiani Rizki Purwaningtyas; Leny Lerian Septiany; Rahmatika Nur Aini
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.419

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi hipertensi dewasa di Indonesia mengalami peningkatan. Hipertensi pada dewasa usia ≥18 tahun mengalami peningkatan dari 25,8% menjadi 34,51%. Gaya hidup yang buruk sangat memengaruhi status gizi, komposisi tubuh, dan pola makan terutama asupan kafein yang merupakan faktor risiko hipertensi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi, komposisi tubuh, dan asupan kafein terhadap kejadian hipertensi usia dewasa di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah dewasa berusia 20−55 tahun, bertempat tinggal di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat sebanyak 90 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistic univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Instumen yang digunakan berupa kuesioner, timbangan digital, microtoise, pita meter, Sphygmomanometer, Body Impedance Analyzer, dan formulir SQ-FFQ. Hasil: Indeks massa tubuh (p=0,032), lingkar pinggang (p=0,034), persen lemak (p=0,003), persen bebas lemak (p=0,023), lemak viseral (p=0,035), dan asupan kafein (p=0,003) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Kesimpulan: Status gizi, komposisi tubuh, dan asupan kafein dalam batas normal dapat mencegah terjadinya hipertensi dewasa.
Hubungan antara asupan asam lemak omega-3 dan vitamin B1 dengan derajat dismenorea pada mahasiswi di Program Studi Ilmu Gizi UHAMKA Rahmatika Nur Aini; Sally Nastiti Indriati; Leni Sri Rahayu
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i2.480

Abstract

Latar Belakang: Pada umumnya wanita akan mengalami haid atau menstruasi setiap bulan. Pada saat menstruasi, terdapat wanita yang mengalami nyeri atau dismenorea. Dismenorea diketahui memiliki klasifikasi derajat mulai dari ringan hingga berat. Dismenorea derajat sedang hingga berat dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari. Ada beberapa zat gizi yang mampu meringankan derajat dismenorea yaitu asam lemak omega-3 dan vitamin B1. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan asam lemak omega-3 dan vitamin B1 dengan derajat dismenorea pada mahasiswi di Program Studi Ilmu Gizi di UHAMKA. Metode: Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive random sampling. Data asupan asam lemak omega-3 dan vitamin B1 diperoleh dengan wawancara menggunakan semi quantitative-food frequency questionnaire (SQ-FFQ). Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden mengalami dismenorea derajat sedang−berat sebanyak 78,3%. Terdapat hubungan antara asupan asam lemak omega-3 (p=0,017) dan asupan vitamin B1 (p=0,034) dengan derajat dismenorea. Terdapat hubungan antara asupan asupan asam lemak dengan derajat dismenorea pada mahasiswi di Program Studi Ilmu Gizi di UHAMKA. Kesimpulan: Asupan asam lemak omega-3 dan vitamin B1 berhubungan dengan derajat dismenorea sehingga dapat meringankan derajat keparahan dismenorea.
Hubungan Asupan Zat Besi dan Status Gizi dengan Derajat Dismenore pada Mahasiswi Gizi di UHAMKA Sally Nastiti Indriati; Leni Sri Rahayu; Rahmatika Nur Aini
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 2 No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v2i1.18

Abstract

Dysmenorrhea is a pain that is felt by women of reproductive age during menstruation. Moderate-severe dysmenorrhea is known to have a negative effect on academics and daily activities compared to mild dysmenorrhea. One of the nutrients that can overcome dysmenorrhea is iron. Meanwhile, abnormal nutritional status will worsen the degree of dysmenorrhea. The aim of the study is to determine the relationship between intake of iron, nutritional status, and the degree of dysmenorrhea in UHAMKA nutrition students. This research uses quantitative methodology with a cross-sectional study design and sampling using a purposive random sampling technique. The data were obtained by interviewing the Semi-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and the status of the data was obtained by measuring weight and height. Data analysis using the Chi-Square test. The results showed that as many as 78.3% of the subjects experienced moderate-severe dysmenorrhea. There was a no relationship between intake of iron (P = 0.110) and nutritional status (P = 0.512) with the degree of dysmenorrhea. There is no significant relationship between intake of iron and nutritional status with degree of dysmenorrhea in UHAMKA nutrition students