Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROTEKNOSAINS

Pengaruh Pemilihan Mata Entres yang Berbeda dan Teknis Pengirisan Mata Entres Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L) Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Lela Yanti
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v1i01.27

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemilihan tunas yang berbeda dan teknis mengiris tunas untuk keberhasilan okulasi kakao (Theobroma cacao L). Desain Penelitian ini menggunakan rancangan acak (RAK) desain faktorial dengan dua faktor; Faktor pertama cara pemotongan tunas (P) dengan tiga tingkat perawatan adalah: P1 = mengiris berbentuk baji, P2 = sayatan berbentuk meruncing, P3 = pengirisan berbentuk baji tumpul dan faktor kedua Pemilihan Mata Entres (M) dengan tiga tingkat perawatan adalah: M1 = pemilihan cabang yang lebih tua, M2 = pemilihan cabang hijau kecoklatan, M3 = pemilihan tunas hijau pucat, sehingga ada 3 x 3 = 9 kombinasi perawatan. Mempengaruhi pemilihan tunas secara teknis dan mengiris pada keberhasilan okulasi kakao menunjukkan parameter nyata dalam pengamatan mengiris berbentuk baji tumpul (P3) ke jumlah daun tunas pada usia 9 minggu setelah disambung (MSS) dan jumlah tunas pada umur 5 minggu setelah memanjang, sedangkan tunas yang dipilih tidak berpengaruh signifikan pada pengamatan tunas hijau kecoklatan (M2) dan baji teknis berbentuk (P1) dengan jumlah tunas daun pada usia 5 minggu setelah disambung (MSS).
Keberhasilan Pertautan Sambung Pucuk pada Kakao (Theobroma cacao L) dengan Waktu Penyambungan dan Panjang Entres Berbeda Susila Bety Ariani; Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Nani Kitti Sihaloho
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v1i2.34

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui waktu sambung pucuk yang tepat dan panjang entres yang ideal terhadap tingkat keberhasilan pertautan sambungan Yang baik pada perbanyakan kakao (Theobroma cacao L). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang diteliti menggunakan 2 faktor yaitu: Faktor1 waktu (W) penyambungan dengan tiga taraf perlakuan, yaitu W1 = Pagi hari (pukul 07.00-09.00), W2 =Siang hari (pukul 11.00-13.00), W3 =Sore hari (pukul 15.00-17.00). Faktor 2 panjang entres (P) dengan tiga taraf perlakuan, yaitu : P1 = 1,5 cm Panjang Entres, P2 = 4,5 cm Panjang Entres P3 = 7,5 cm Panjang Entres. Pelaksanaan grafting pada sore hari (W3) memperlihatkan keberhasilan pertautan sambungan lebih baik dan semakin baik lagi jika menggunakan entres yang lebih panjang (7,5 cm). Keberhasilan pertautan sambungan lebih tinggi jika grafting dilakukan pada sore hari dari pada pagi dan siang hari.penggunaan entres yang panjang hingga 7,5 cm, memberikan pertautan sambungan lebih baik dibandingkan entres pendek.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SAWAH PASCA BANJIR BANDANG PADA TANAMAN PADI DI KABUPATEN ACEH TENGGARA Nani Kitti Sihaloho; Desi Sri Pasca Sari Sembiring
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v3i1.188

Abstract

The aim of the study was to determine the level of suitability of wetland rice fields in the area before flash floods and post flash floods Lawe Tua Makmur Village, Lawe Alas Subdistrict, Southeast Aceh Regency and soil analysis at the Research and Development Laboratory of PT. Nusa Pusaka Kencana Analytical & Qc. Laboratory Bahilang Tebing Tinggi Medan in April 2016 and December 2017. It is carried out by a survey method that refers to the extent of the limiting factor of land characteristics. Data from observations in the field and data from laboratory analysis were matched to the criteria for the suitability of wetland rice classes. The results showed that the actual land suitability class for paddy rice in the area prior to banjir bandang was according to marginal / S3 (r, f) and the potential land suitability class was marginal / S3 (r). Actual land suitability class for wetland crops in the post-banjir bandang area according to marginal / S3 (r, f, n) and potential land suitability classes according to marginal / S3 (r). The limiting factor is the permanent texture of the soil so that it cannot be repaired and the limiting factors of CEC, organic C and N-total can still be improved by adding organic matter and fertilizing with nitrogen.