Saichul Anam
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TEOLOGI BENCANA: Studi Antroposentris atas pemikiran KH Maemun Zubair dalam Buku Tsunāmī fī Bilādinā Indonesia am Huwa ‘Aẓab aw Muṣībah Anam, Saichul
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep teologi bencana menurut pandangan KH Maimun Zubair, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Moen. Melalui metode kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi pemikiran Mbah Moen yang dituangkan dalam kitabnya “Tsunāmīy Am Huwa ‘Aẓab aw Muṣīibah”. Penelitian ini menemukan bahwa Mbah Moen melihat bencana sebagai manifestasi kekuasaan Allah yang dapat berfungsi baik sebagai rahmat maupun azab, tergantung pada respons manusia terhadap bencana tersebut. Dalam pandangannya, bencana adalah peringatan bagi manusia untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Konsep ini dibangun berdasarkan tafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang dikaitkan dengan kejadian-kejadian bencana alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan teologi bencana yang diajukan oleh Mbah Moen menawarkan perspektif yang lebih humanis dan harmonis, yang tidak menyudutkan korban bencana tetapi mendorong mereka untuk mengambil hikmah dan meningkatkan keimanan. Berbagai bencana yang menimpa manusia mengandung pesan moral antara lain sebagai tanda peringatan Tuhan, sebagai bahan evaluasi diri, tanda kekuasaan-Nya dan teguran Tuhan buat manusia supaya kembali ke jalan yang benar.
QUR'ANIC INTERPRETATION IN PESANTREN: MECHANISMS AND AUTHORITY OF K.H. MAIMOEN ZUBAIR Anam, Saichul; Millat Ahamad, Nehru; Rahman Nor Afif Hamid, Abdur; Karim, Abdul
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Volume 9 No. 2 December 2024
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v9i2.9260

Abstract

This study aims to analyze the mechanisms and authority underlying K.H. Maimun Zubair's interpretations as reflected in Tafsir Safīnah Kallā Saya'lamūn, a work documented by his student, Ismail Al-Ascholīy. Mbah Moen's interpretations are often perceived as deeply intertwined with contextual nuances, yet the factors influencing these interpretations and the processes involved in their formulation remain insufficiently examined. This research seeks to bridge this gap by uncovering the intricate processes behind his interpretative approach, particularly concerning contemporary themes. Employing qualitative methods with a literature-based analysis, the study reveals that multifaceted dimensions, including historical and psychological contexts shape Mbah Moen's interpretations. His engagement with a conducive intellectual environment fosters a contextual interpretative framework that aligns with modern phenomena. Furthermore, his interpretations are deeply rooted in the pesantren tradition, which significantly informs his intellectual orientation. Within this framework, the authority of the Qur'an, historical narratives, and classical exegetical works remains pivotal. Nonetheless, Mbah Moen adeptly integrates modern perspectives into his interpretations, demonstrating a capacity to contextualize Qur'anic texts in ways that transcend conventional exegetical paradigms.
BAYANG-BAYANG IBNU ‘AṬIYAH DALAM TAFSĪR AL-BAḤRU AL-MUḤĪṬ KARYA ABŪ ḤAYYĀN AL-ANDALŪSĪY Anam, Saichul
Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 01 (2024): Qaf Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : ojs.unsiq.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/qaf.v6i01.5954

Abstract

This article intends to examine the form of influence of Abū Ḥayyān al-Andalusīy (d. 745 AH) on Ibn 'Aṭiyah (d. 542 AH) in his interpretive work al-Baḥr al-Muḥīṭ fī al-Tafsīr. This research uses qualitative methods through library studies using Gadamer's influence theory approach. Data sources in the article include primary sources and secondary sources. The primary data source is the main material object in the research, namely Al-Baḥru al-Muḥīṭ fī Tafsīr by Abū Ḥayān al Andalusīy and tafsir Al-Muḥarrar al-Wajīz. This article starts from an assumption that influence in a tradition of thought is a necessity that cannot be denied. Every thought is always in the shadow of certain situations and conditions which can form patterns of thinking and reading of texts, or in Gadamer's theory what is called an awareness of historical influence. This paper finds that Abū Ḥayyān's interpretation is heavily influenced by Ibn 'Aṭiyah in several aspects, ranging from methodology to substance. This conclusion came after the author traced these two interpretations and found that this influence could be seen in aspects of the use of history, language, qiraat, and Islamic law.
TEOLOGI BENCANA: Studi Antroposentris atas pemikiran KH Maemun Zubair dalam Buku Tsunāmī fī Bilādinā Indonesia am Huwa ‘Aẓab aw Muṣībah Anam, Saichul
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep teologi bencana menurut pandangan KH Maimun Zubair, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Moen. Melalui metode kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi pemikiran Mbah Moen yang dituangkan dalam kitabnya “Tsunāmīy Am Huwa ‘Aẓab aw Muṣīibah”. Penelitian ini menemukan bahwa Mbah Moen melihat bencana sebagai manifestasi kekuasaan Allah yang dapat berfungsi baik sebagai rahmat maupun azab, tergantung pada respons manusia terhadap bencana tersebut. Dalam pandangannya, bencana adalah peringatan bagi manusia untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Konsep ini dibangun berdasarkan tafsir ayat-ayat Al-Qur’an yang dikaitkan dengan kejadian-kejadian bencana alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan teologi bencana yang diajukan oleh Mbah Moen menawarkan perspektif yang lebih humanis dan harmonis, yang tidak menyudutkan korban bencana tetapi mendorong mereka untuk mengambil hikmah dan meningkatkan keimanan. Berbagai bencana yang menimpa manusia mengandung pesan moral antara lain sebagai tanda peringatan Tuhan, sebagai bahan evaluasi diri, tanda kekuasaan-Nya dan teguran Tuhan buat manusia supaya kembali ke jalan yang benar.
INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM Saichul Anam
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 3 No 1 (2023): Istfikar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v3i1.76

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat sistem pendidikan multikultural berbasis pendidikan Islam sebagai basis menciptakan struktur sosial yang inklusif. Hal ini berangkat dari bagaimana maraknya pengkotakan sistem sosial berdasar etnis, budaya, suku, dan agama. Padahal dilain sisi Indonesia adalah negara yang majmuk dengan asas kebinekaan. Sehingga penting menicptakan pemikiran yang literal dan saling memahami untuk menciptakan nilai-nilai kehidupan yang harmonis. Usaha paling dasar untuk tujuan ini adalah dengan membentuk sistem pendidikan multikultural berbasis pendidikan Islam. Malalui pendekatan keputakaan (library research) penelitian ini menemukan bahwa pendiikan multikultural berbasis pendidikan sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan, social, kealaman, dan ke-tuhanan. Tujuan ini berangkat dari adanya integrasi materi kurikulum, yang relevan, pendekatan, metode dan model pembelajaran yang mengedepankan paradigma keterbukaan, kebersamaan, toleransi dan saling menghormati berbagai perbedaan dan keragaman yang ada sebagai satu sunnatullah yang mesti berjalan.
THE INTERACTION AND RESEPTION OF THE QUR’AN PEOPLE AT SAMPUNG VILLAGE (LIVING STUDY OF THE QUR’AN AT SAMPUNG VILLAGE, SARANG, REMBANG DISTRICT) Lau Han Sein; Saichul Anam
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): DIMASTIKA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v3i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat interaksi dan resepsi Al-Qur’an masyarakat Desa Sampung Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif induktif. Model penelitian kualitatif merupakan penelitian yang mencoba menganalisis data deskriptif yangb berbentuk tulisan dan tuturan. Metode deskriptif induktif bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data untuk mendapatkan gambaran umum atau deskripsi tentang bentuk interaksi serta resepsi al-Qur’an masyarakat Desa Sampung Rembang. Penelitian ini ingin menegaskan posisi al-Qur’an sebagai buku induk Umat Islam bisa menembus tiap lapisan masyarakat dengan segala bentuk pemaknaan yang beragam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi makna Karl Mannheim yang berfokus pada tiga hal, yaitu makna objektif, ekspresi, dan dokumenter. Penelitian ini setidaknya menemukan dua temuan, Pertama ditemukan beragam resepsi Al-Qur’an di Desa Sampung Rembang. Kedua, makna-makna yang dimunculkan dalam resepsi tersebut antara lain, a) Makna Objektif, hal ini ditunjukkan dari ragam interaksi dan resepsi dihasilkan karena faktor tradisi dan agama, b) Makna Eskpresif, bahwa masyarakat desa sampung merasa dan meyakini ada sebuah kedamaian berkat berkah al-Qur’an, juga sebagai wujud permohanan segala hajat, c) Makan Dokumenter diwujudkan dalam bentuk kontekualisasi yang terlihat dari sistem budaya dan perilaku masyarakat.