Hithna Rohadatul Aisyi
Sekolah Tinggi Islam Kendal, Kendal, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KRITIK NARASI MISOGINIS: Analisis Pemikiran Fatima Mernissi tentang Hadis dan Kuasa Perempuan Millat Ahmad, Nehru; Anam, Saichul; Rohadatul Aisyi, Hithna
Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61941/iklila.v8i1.347

Abstract

This study examines Fatima Mernissi's thoughts on misogynistic hadiths and their relevance to women's leadership in the context of Islam. Mernissi, as a feminist thinker, challenged traditional interpretations of hadith that were considered degrading to women, as she stated in her book "Women and Islam: A Historical and Theological Enquiry." Mernissi argues that there is a defect in the hadith because its message contradicts common sense, particularly in sidelining the role of women as leaders and failing to provide public breadth. Departing from this reasoning, she criticized hadiths with misogynistic undertones concerning their narrators and meanings. This study employs a qualitative approach that includes descriptive analysis and the figure study method. From the results of this research, the author identified two major points in Fatima Mernissi's thought: First, she analyzes the text of the hadith using a historical and methodological approach. Second, the methodology that Mernissi applies is based on Ulūm al-Ḥadīth, which aids her in refuting misogynistic hadiths. She does this when determining whether to accept or reject a hadith. Regarding the understanding of hadith, Mernissi applies a historical approach.
Analisis Pendidikan Akhlak dalam Surat Al-Luqman ayat 13-19 pada Peserta Didik Madrasah Ibtida’iyah di Era Milenial Suroyya, Camila Fatah; Aisyi, Hithna Rohadatul; Mardiana, Putry; Anjani, Dini; Maulana, Hisyam Naufan
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 2 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v2i2.23

Abstract

Dalam menghadapi era milenial, pendidikan yang dilakukan di Madrasah Ibtida’iyah berperan penting dalam mengajarkan nilai-nilai akhlak khususnya yang bersumber dari Al-Qur`an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dan bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam surat Luqman ayat 13-19 serta kaitannya dengan Madrasah Ibtida’iyah di era milenial. Pendidikan akhlak memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan rambu-rambu berperilaku pada anak Madrasah Ibtida’iyah di era milenial untuk menghadapi derasnya arus globalisasi. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang tercantum dalam surat Luqman ayat 13-19 antara lain Pendidikan Akhlak Kepada Allah (Ketauhidan), Bersyukur kepada Allah, Melaksanakan Shalat, Amar ma’ruf nahi munkar (termasuk berbakti pada orangtua)
PERLINDUNGAN HUKUM ANAK YANG LAHIR DI LUAR NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM Rifatul Muna; Hithna Rohadatul Aisyi
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 2 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i2.156

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitan ini, penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah UU No. 1 Tahun 1974, KUH Perdata dan Hukum Islam. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku atau literature-literature yang lain yang ada relevansinya dengan permasalahan ini. Setelah data-data tersebut terkumpul lalu disusun, dijelaskan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan komparatif yaitu membandingkan antara hukum positif dan hukum islam. Sehingga pada akhirnya mendapatkan hasil yang diharapkan, untuk kemudian diambil suatu kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status anak luar kawin menurut UU No. 1 Tahun 1974 adalah anak tidak sah, perlindungannya hanya mengikuti nasab ibunya,menurut KUH Perdata status anak luar kawin merupakan anak tidak sah tetapi diakui, sehingga perlindungannya dapat bernasab pada keluarga ibunya dan ayah yang mengakuinya.Sedangkan dalam KHI status serta kedudukan anak luar kawin disandarkan sepenuhnya kepada ibu dan keluarga ibunya,karena terputusnya hubungan nasab pada bapakya Kata Kunci : Perlindungan Anak,perspektif, hukum positif, hukum islam Abstract This research is a library research. To obtain the data presented in this research, the author uses primary data and secondary data. Primary data in this research are Law No. 1 of 1974, Civil Code and Islamic Law. While secondary data is obtained from books or other literature that has relevance to this problem. After the data is collected, it is arranged, explained and then analyzed using descriptive and comparative analysis methods, namely comparing positive law and Islamic law. So that in the end it gets the expected results, then a conclusion is drawn as the final result of this research. The results of the study indicate that the status of extra-marital children according to Law No. 1 of 1974 is illegitimate, their protection only follows the mother's lineage, according to the Civil Code the status of extra-marital children is illegitimate but recognized, so that their protection can be attributed to the mother's family and the father who recognizes them. Meanwhile, in KHI the status and position of extra-marital children is fully relied on the mother and her mother's family, because of the severance of the nasab relationship with the father.Keywords: Child Protection, perspective, positive law, Islamic law
Pendekatan Kognitif Sosial Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Implikasinya di SD Alam Auliya Kendal (Perspektif Albert Bandura) Millat Ahmad, Nehru; Aisyi, Hithna Rohadatul; Maulana, Hisyam Naufan
PERMAI: Jurnal Pendidikan dan Literasi Madrasah Ibtida'iyah Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63889/permai.v4i1.280

Abstract

Bandura's social cognitive approach suggests that behavior is an accumulation of past experiences in success or failure, social persuasion from the social environment, emotional state, and the experience of seeing models. This research explores the application of this approach in learning Islamic religious education at SD Alam Auliya Kendal, where teachers act as role models who motivate students. Through descriptive methods, data were obtained from literature and field observations, focusing on four modeling processes: attention, storage, behavior formation, and motivation. The results showed that the application of social cognitive theory can increase students' participation and understanding of religious teachings, as well as contribute to the formation of good character. The way teachers carry out religious education learning requires modeling or exemplification in the environment to stimulate students. In this study, the authors collected data by identifying thoughts or findings in books, papers, journals, articles related to the topic. Discussing by using descriptive methods to explain the main ideas related to the discussion problem. The application of Bandura's social cognitive theory to Islamic Religious Education learning is very appropriate. In Islam, the highest role model is the Prophet Muhammad SAW, a role model and role model for Muslims. Keywords: Social-Cognitive, Albert Bandura, PAI. Abstrak Pendekatan kognitif sosial Bandura mengemukakan bahwa perilaku merupakan akumulasi dari pengalaman masa lalu dalam keberhasilan atau kegagalan, persuasi sosial dari lingkungan sosial, keadaan emosional, dan pengalaman melihat model. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan pendekatan ini dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Alam Auliya Kendal, di mana guru berperan sebagai teladan yang memotivasi siswa. Melalui metode deskriptif, data diperoleh dari literatur dan observasi lapangan, dengan fokus pada empat proses pemodelan: perhatian, penyimpanan, pembentukan perilaku, dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori kognitif sosial dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama, serta berkontribusi pada pembentukan karakter yang baik.Cara guru melaksanakan pembelajaran pendidikan agama memerlukan keteladanan atau keteladanan di lingkungan untuk merangsang siswa. Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data dengan mengidentifikasi pemikiran atau temuan dalam buku, makalah, jurnal, artikel yang terkait dengan topik. Berdiskusi dengan menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan gagasan pokok yang berkaitan dengan masalah pembahasan. Penerapan teori kognitif sosial dari Bandura ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat sesuai. Dalam Islam, suri tauladan tertinggi adalah Nabi Muhammad SAW, suri tauladan dan panutan bagi umat Islam. Kata Kunci: Kognitif-Sosial, Albert Bandura, PAI.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Ngudi Susilo Karya KH. Bisri Mustofa dan Relevansinya di Era Modern Mylanadia; Aisyi, Hithna Rohadatul; Astuti, Dewi
DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Dimar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Mubarok Bandar Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58577/dimar.v7i1.419

Abstract

This study investigates the character education values contained in Ngudi Susilo, a poetic work by KH. Bisri Mustofa, and examines their relevance in the context of modern education. Using a qualitative descriptive approach through library research, this study explores the moral teachings embedded in the text and their significance for contemporary character formation. The findings reveal nineteen character values reflected in the verses, including religiosity, responsibility, humility, discipline, patience, self-awareness, contentment (qona’ah), politeness, justice, compassion, love of peace, diligence, obedience, enthusiasm, love of reading, respect for parents (ta’dzim), remembrance of God (dzikir), patriotism, and civility. These values are conveyed through simple yet profound poetic expressions written in Arabic Pegon script and Javanese language, aiming to internalize noble moral behavior. The study highlights that these values remain highly relevant to the moral and ethical challenges faced in modern society, which often emphasizes intellectual achievement over moral development. Integrating these character values within modern education can balance cognitive advancement with emotional and spiritual maturity. Thus, Ngudi Susilo provides a timeless and contextually adaptable framework for strengthening moral education, promoting holistic character development, and fostering a generation that is intellectually competent, spiritually grounded, and socially responsible.
PERLINDUNGAN HUKUM ANAK YANG LAHIR DI LUAR NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM Rifatul Muna; Hithna Rohadatul Aisyi
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 2 (2024): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v1i2.156

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Untuk memperoleh data-data yang dipaparkan dalam penelitan ini, penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah UU No. 1 Tahun 1974, KUH Perdata dan Hukum Islam. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku atau literature-literature yang lain yang ada relevansinya dengan permasalahan ini. Setelah data-data tersebut terkumpul lalu disusun, dijelaskan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan komparatif yaitu membandingkan antara hukum positif dan hukum islam. Sehingga pada akhirnya mendapatkan hasil yang diharapkan, untuk kemudian diambil suatu kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status anak luar kawin menurut UU No. 1 Tahun 1974 adalah anak tidak sah, perlindungannya hanya mengikuti nasab ibunya,menurut KUH Perdata status anak luar kawin merupakan anak tidak sah tetapi diakui, sehingga perlindungannya dapat bernasab pada keluarga ibunya dan ayah yang mengakuinya.Sedangkan dalam KHI status serta kedudukan anak luar kawin disandarkan sepenuhnya kepada ibu dan keluarga ibunya,karena terputusnya hubungan nasab pada bapakya Kata Kunci : Perlindungan Anak,perspektif, hukum positif, hukum islam Abstract This research is a library research. To obtain the data presented in this research, the author uses primary data and secondary data. Primary data in this research are Law No. 1 of 1974, Civil Code and Islamic Law. While secondary data is obtained from books or other literature that has relevance to this problem. After the data is collected, it is arranged, explained and then analyzed using descriptive and comparative analysis methods, namely comparing positive law and Islamic law. So that in the end it gets the expected results, then a conclusion is drawn as the final result of this research. The results of the study indicate that the status of extra-marital children according to Law No. 1 of 1974 is illegitimate, their protection only follows the mother's lineage, according to the Civil Code the status of extra-marital children is illegitimate but recognized, so that their protection can be attributed to the mother's family and the father who recognizes them. Meanwhile, in KHI the status and position of extra-marital children is fully relied on the mother and her mother's family, because of the severance of the nasab relationship with the father.Keywords: Child Protection, perspective, positive law, Islamic law
STRATEGI IPNU DAN IPPNU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL: KEGIATAN KEAGAMAAN SEBAGAI SOLUSI Hithna Rohadatul Aisyi; Maulana, Hisyam Naufan; Ahmad, Nehru Millat
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): DIMASTIKA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v2i2.166

Abstract

Perkembangan era digital memberikan tantangan signifikan bagi generasi muda, terutama dalam aspek moral dan identitas. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dalam menghadapi tantangan tersebut. Beragam perilaku negatif, seperti penggunaan narkoba, seks, dan kenakalan remaja, semakin marak di kalangan anak muda, menunjukkan perlunya pendekatan yang inovatif dalam pembinaan moral. Kegiatan keagamaan menjadi solusi efektif yang berfungsi sebagai sebagai penguatan identitas dan karakter generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform daring, IPNU dan IPPNU menyusun metode dakwah yang relevan, dan menarik, sehingga dapat menyentuh aspek kehidupan anak muda secara lebih efektif. Melalui penelitian pustaka, penulis menyimpulkan bahwa kegiatan keagamaan yang adaptif dan inovatif mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap agama, serta membangun karakter positif dalam menghadapi tantangan zaman. Diharapkan, dengan strategi ini, generasi muda dapat menjadi individu yang produktif dan berakhlak mulia, sekaligus mampu berkontribusi positif terhadap Masyarakat.