Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sikap Ibu Hamil Sebagai Determinan Perilaku Seksual selama Masa Kehamilan Sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian; Sari, Rury Narulita; Triwahyuningsih, Ria Yulianti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14403

Abstract

Pregnancy is not an obstacle to sexual intercourse. Many studies show that sex during pregnancy is not dangerous and does not cause premature birth. If pregnancy occurs naturally, safe sexual relations can be carried out from the time of conception of the fetus until the beginning of labor. This study aimed to determine the relationship between maternal sexual attitudes and behavior during pregnancy. This research design was cross-sectional. The respondents involved were 34 pregnant women who were chosen randomly. Data about sexual attitudes and behavior was collected through filling out questionnaires. Next, the data was analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that the proportion of positive attitudes was relatively small, while the majority of pregnant women had never had sexual intercourse during pregnancy. The results of the hypothesis test showed a p value <0.05, which means that there was a correlation between being prepared and the sexual behavior of pregnant women. Thus, it could be concluded that the attitude of pregnant women is a determinant of sexual behavior during pregnancy.Keywords: pregnancy period; sexual behavior; attitude ABSTRAK Kehamilan bukanlah halangan untuk melakukan hubungan seksual. Banyak penelitian menunjukkan bahwa seks saat kehamilan tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kelahiran prematur. Jika kehamilan terjadi secara alamiah, hubungan seksual yang aman bisa dilakukan sejak masa konsepsi janin hingga awal persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap dan perilaku seksual ibu pada masa kehamilan. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Responden yang terlibat adalah 34 ibu hamil yang dipilih secara random. Data tentang sikap dan perilaku seksual dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi sikap positif relatif kecil, sementara itu mayoritas ibu hamil tidak pernah melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p <0,05 yang berarti bahwa ada korelasi antara siakp dengan perilaku sekusal ibu hamil. Dengangan demikian bisa disimpulkan bahwa sikap ibu hamil merupakan determinan bagi perilaku seksual selama masa kehamilan.Kata kunci: masa kehamilan; perilaku seksual; sikap
Hubungan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Ardhianingtyas, Nisa; Sari, Rury Narulita; Hardika, Mufida Dian
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14105

Abstract

One of the main causes of maternal mortality in Indonesia is postpartum hemorrhage, which is thought to be related to the parity status of the mother at the time of delivery. According to a preliminary survey at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun City, which was conducted in May 2020, in 2020 there were 1036 deliveries and 47 of them experienced post-natal bleeding. Around 332 births occurred from January to April 2021, and 18 of them experienced postpartum hemorrhage. This shows that the number of mothers who experience postpartum hemorrhage continues to increase from year to year. So research is needed with the aim of analyzing the correlation between the parity status of mothers giving birth and the incidence of postpartum hemorrhage that occurs at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun City. This study implemented a cross-sectional design. Simple random sampling was used as a technique to select sample members, resulting in a sample size of 68 mothers giving birth from a population of 83 people. Data regarding parity status and the incidence of postpartum hemorrhage were obtained from medical record documents and maternal registration books. After the data was collected, tabulation was then carried out, and continued with descriptive analysis and hypothesis testing using the Spearman correlation test. The results of the study showed that 13.2% of mothers experienced postpartum bleeding. Meanwhile, the p-value from the hypothesis test was 0.006, so it was interpreted that there was a correlation between maternal parity status and the amount of postpartum bleeding. Thus, it could be concluded that parity status is a determinant of the incidence of postpartum hemorrhage at the Siti Aisiyah General Hospital, Madiun CityKeywords: parity; maternity mothers; postpartum bleeding ABSTRAK Salah satu penyebab utama kematian ibu bersalin di Indonesia adalah terjadinya perdarahan pasca persalinan, yang diduga berkaitan dengan status paritas ibu saat bersalin. Menurut survei awal di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota Madiun yang dilakukan pada bulan Mei 2020, pada tahun 2020 terdapat 1036 persalinan dan 47 orang di antara mereka mengalami perdarahan pasca persalinan. Sekitar 332 persalinan yang terjadi mulai Januari hingga April 2021, dan 18 orang di antara mereka mengalami perdarahan pasca persalinan. Ini menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mengalami perdarahan pasca persalinan terus meningkat dari tahun ke tahun. Maka diperlukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis korelasi antara status paritas ibu bersalin dengan kejadian perdarahan pasca persalinan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota Madiun. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Simple random sampling digunakan sebagai teknik untuk memilih anggota sampel, sehingga didapatkan ukuran sampel yaitu 68 ibu bersalin dari populasi dengan ukuran 83 orang. Data tentang status paritas dan kejadian perdarahan pasca persalinan didapatkan dari dokumen rekam medis dan buku register ibu bersalin. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan tabulasi, dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan 13,2% dari ibu bersalin mengalami perdarahan pasca persalinan. Sementara itu, nilai p dari uji hipotesis adalah 0,006, sehingga diinterpretasikan bahwa ada korelasi antara status paritas ibu dengan jumlah perdarahan pasca persalinan. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa status paritas merupakan determinan kejadian perdarahan pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Siti Aisiyah Kota MadiunKata kunci: paritas; ibu bersalin; perdarahan pasca persalinan
Pelatihan Tari Reog Ponorogo sebagai Upaya Pengenalan Budaya Indonesia bagi Siswa Sanggar Bimbingan Hulu Langat Malaysia Dwi Hartanto, Edwin; Chaniago, Zamawi; Mahardhani, Ardhana Januar; Cahyono, Hadi; Huda, Miftahul; Sari, Rury Narulita
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 4, No. 1, April 2024
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v4i1.104

Abstract

Melestarikan budaya adalah suatu bentuk keharusan bagi masyarakat di Indonesia, yang mana salah satunya adalah melestarikan seni tari tradisional. Tidak banyak negara yang memiliki kesenian tradisional tari sebanyak Indonesia. Usaha dalam melestarikan tari tradisional Indonesia harus semakin ditekankan pada setiap penjuru agar tidak diakui oleh negara lain, serta semakin dikenalnya berbagai budaya Bangsa Indonesia. Rumitnya manifestasi ekspresi estetika tari berkonsultasi dengan disiplin ilmu lain. Maka dari itu, memberikan peluang bagi disiplin tari untuk dapat memperlihatkan pengaruh internal dan eksternal dari orang-orang di dalam dan di sekitar komunitas tari, sebagai cara lebih memahami: 1) potensi budaya, 2) keinginan ungkapan individual menawarkan keahlian, dan 3) mengajarkan tari Reyog Ponorogo guna pelestarian budaya. Kajian ini akan mendefinisikan masing-masing konsep tersebut. Kajian ini mengkaji kemungkinan tari dalam pariwisata dengan menggunakan metodologi kualitatif. Hal tersebut menjadi kajian peneliti yang memiliki tujuan mengajarkan tarian tradisional dalam program pengabdian masyarakat untuk menggali potensi budaya para siswa Sanggar Bimbingan Hulu Langat, Selangor, Malaysia.
Edukasi Gizi Bayi Berbasis Pangan Lokal pada Ibu Menyusui Wida Rahma Arwiyantasari; Rury Narulita Sari; Siti Nur Fadillah
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i3.460

Abstract

In the health sector, the government plans to reduce stunting rates by 40% in 2025. This goal has been stated in the Infant and Young Child Feeding (IYCA) program. In practice, mothers make mistakes in feeding their children influencing the nutritional status of the children resulting in an inability to fulfill the child’s nutrition needs. This condition occurred due to a lack of knowledge and information during the IYCF period. This study aims to provide knowledge to mothers about the importance of complementary feeding made from local food ingredients. This case study analyzed the growth development and nutritional status of an 11-month-old baby. Subjective examination showed that the mother felt that her baby's nutritional status was lacking so she came to the clinic to have her baby checked. Objective examinations of the baby's weight and height were performed. The mother received local food-based nutritional counseling. Midwives provided education about the importance of complementary feeding made from local food ingredients and provided support to mothers to continue breastfeeding their babies. The midwives also provided cooking recipes and nutritional content of food made from local food ingredients to the mother so she could independently practice it.
Edukasi Kepada Ibu Hamil Tentang Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital Sundari; Rury Narulita Sari; Fara Frameswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1522

Abstract

Skrining hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir telah menjadi bagian penting dari program kesehatan masyarakat di banyak negara. Skrining ini umumnya dilakukan dengan tes darah sederhana yang mengukur kadar hormon tiroid pada bayi dalam 24-48 jam setelah kelahiran. Deteksi dini dapat mencegah keterlambatan diagnosis pada bayi baru lahir. Pengabdian ini dilaksanakan di PMB Atika, dengan memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dan pentingnya skrining hipotiroid kongenital. Diharapkan dapat mengurangi jumlah bayi yang terlambat didiagnosis dengan kondisi tersebut dan mencegah dampak buruk terhadap perkembangan fisik dan mental anak
Edukasi Keluarga tentang Peran Kehadiran Seorang Pendamping dalam Persalinan Sari, Rury Narulita Sari; Sundari; Elita Chobi Baitu Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1532

Abstract

Childbirth is a very meaningful event for a woman. Childbirth can be a positive and stressful experience for the mother and family. Waiting for the arrival of a new member in the family is eagerly awaited not only by mothers but also by husbands and families. While waiting for the first stage of labor, the mother needs support, one of which is the presence of someone who is considered important by the mother, such as her husband or family. The purpose of this service is to provide education to families about the role of a companion in childbirth. This community service was carried out at PMB Atika, Dolopo, Madiun Regency on December 3 2024. This community service is carried out by providing education to families or companions of mothers giving birth about the active role of a companion's presence in supporting and carrying out activities that can provide comfort for the mother. This community service activity went well and smoothly, it can be seen from the participants paying attention to the explanation about the active role of birth attendants which includes verbal support, physical contact, and choosing positions that are allowed to reduce pain in mothers giving birth, supported by enthusiasm for asking questions. The conclusion obtained is that the active role of the presence of a birth companion can have a positive influence on the mother during the first stage of labor.
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Berkorelasi Positif dengan Perilaku Keteraturan Antenatal Care Rury Narulita Sari; Sundari Sundari; Anindita Hasniati Rahmah; Rusiana Sri Haryanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk113

Abstract

Antenatal care is a health examination of pregnant women to determine the condition of the mother and fetus during pregnancy. The spread of the corona virus (Covid-19) in 2019 had an impact on health services, including maternal and neonatal services. There has been a decrease in the number of antenatal care visits during the Covid-19 pandemic. The level of knowledge of pregnant women is one of the factors that influences the mother's regularity in attending antenatal care visits. The aim of this research was to analyze the correlation between the level of knowledge of pregnant women and the regularity of antenatal care. This research applied a cross-sectional design. The research subjects were 25 pregnant women selected using total sampling technique. The level of knowledge of pregnant women and regular behavior of antenatal care was measured by filling out questionnaires. Furthermore, the correlation of the two variables was proven by the Chi-square test. The analysis results show the p value = 0.001. It was concluded that there was a relationship between the level of knowledge of pregnant women and the regularity of antenatal care behavior.Keywords: pregnant women; antenatal care; knowledge; regularity ABSTRAK Antenatal care merupakan pemeriksaan kesehatan ibu hamil untuk mengetahui kondisi ibu dan janinnya selama kehamilan. Penyebaran virus corona (Covid-19) pada tahun 2019 berdampak pada pelayanan kesehatan termasuk pelayanan maternal dan neonatal. Terjadi penurunan jumlah kunjungan antenatal care selama pandemi Covid-19. Tingkat pengetahuan ibu hamil menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keteraturan ibu dalam melakukan kunjungan antenatal care. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan keteraturan antenatal care. Penelitian ini menerapkan desain cross-secsional. Subyek penelitian adalah 25 ibu hami yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan ibu hamil dan perilaku keteraturan antenatal care diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya korelasi dari kedua variabel dibuktikan dengan uji Chi-square.  Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan perilaku keteraturan antenatal care.Kata kunci: ibu hamil; antenatal care; pengetahuan; keteraturan
Prenatal Yoga as an Effort to Maintain Mental Health of Pregnant Women Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Indriani, Lutfiah
Health Dynamics Vol 2, No 5 (2025): May 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20506

Abstract

Background: Pregnancy brings both happiness and anxiety, as well as discomfort due to physical and psychological changes. As the pregnancy progresses, the discomfort increases, one of which is caused by the enlargement of the uterus leading to back pain. Excessive anxiety can affect mental health and may trigger depression during pregnancy. Prenatal yoga is one of the efforts that can be undertaken to overcome anxiety and discomfort in pregnant women. Prenatal yoga can help mothers feel more relaxed, thereby reducing anxiety. This study aims to explore in depth the effectiveness of implementing prenatal yoga in maintaining the mental health of pregnant women in the third trimester. Methods: Qualitative research methods with a phenomenological approach were used. The study was conducted at PMB Bd. Endah Wiendarti, SST Madiun in January 2025. The key informants were 10 pregnant women in the third trimester who participated in prenatal yoga, and the additional informants were midwives and companions of the pregnant women. Data collection techniques included in-depth interviews. Data analysis was carried out by categorizing data, presenting data, and drawing conclusions. Results: The results of the study show that prenatal yoga can maintain mental health, including helping mothers feel more relaxed, less anxious, and more prepared for childbirth. Conclusions: The conclusion of this study is that implementing prenatal yoga is beneficial in maintaining the mental health of pregnant women in the third trimester, helping them to be better prepared for childbirth. It is necessary to provide information about prenatal yoga from the beginning of pregnancy so that mothers can participate at the appropriate time to reduce discomfort in the third trimester.
Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Wida Rahma Arwiyantasari; Rury Narulita Sari; Nisa Ardhianingtyas; Mufida Dian Hardika; Elita Chobibatul Uma; Kiky Anggun Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i6.1704

Abstract

Kekurangan zat besi, bersama dengan penyakit malaria dan cacing tambang, adalah penyebab utama anemia selama kehamilan. kekurangan mikronutrien seperti asam folat, vitamin A, dan vitamin B12 Selama bertahun-tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pemberian suplemen zat besi kepada ibu hamil, khususnya di negara berpenghasilan tinggi dan rendah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui kegiatan penapisan (skrining), yang mencakup pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), dan pemeriksaan kadar protein dan glukosa dalam urine, serta pendidikan kesehatan tentang anemia dan kekurangan energi kalori (KEK). Program ini telah dilaksanakan bekerja sama dengan PMB Atika Kabupaten Madiun, yang juga akan melibatkan bidan PMB. Pelaksanaan diikuti oleh 5 peserta ibu hamil, diawali dengan kegiatan pre test, pemeriksaan kehamilan dan laboratorium kemudian penyuluhan dan konseling. Dengan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Kebidanan Universitas Muhammadiyah Madiun beserta mahasiswa, diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam pelaksanaan program kesehatan, terutama  meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mencegah kehamilan.
Prenatal Yoga Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil Sari, Rury Narulita; Nisa Ardhianingtyas; Wida Rahma Arwiyantasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1783

Abstract

Pada kehamilan trimester III mulai timbul ketidaknyamanan akibat perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan fisik tersebut diantaranya nyeri pinggang dan nyeri punggung. Perubahan psikologis diantaranya kecemasan menghadapi persalinan. Kecemasan yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental yang bisa memicu depresi pada kehamilan. Ketidaknyaman yang dirasakan ibu dapat dikurangi dengan melakukan prenatal yoga. Secara psikologis yoga dapat membantu ibu relaksasi sehingga dapat mengurangi kecemasan dan siap menghadapi persalinan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang pentingnya melakukan prenatal yoga guna mengurangi ketidaknyamanan pada trimester III. Setelah melakukan prenatal yoga secara rutin diharapkan masalah ketidaknyamanan yang dirasakan ibu dapat berkurang dan lebih tenang menghadapi persalinan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada ibu hamil trimester III di PMB Bidan Endah Wiendarti, SST. Waktu pelaksanaan pada bulan Januari 2025. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan survey memberikan edukasi, diskusi, dan simulasi prenatal yoga kepada ibu hamil trimester III. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar, dapat diketahui dari motivasi ibu hamil dalam mengikuti penyuluhan dan simulasi prenatal yoga serta ditunjang dengan antusiasme untuk bertanya. Kesimpulan yang diperoleh adalah prenatal yoga dapat menjaga kesehatan mental ibu hamil, terlihat dari berkurangnya ketidaknyamanan, ibu merasa lebih tenang, dan kualitas tidur menjadi lebih baik.