Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT PEDALAMAN DUSUN III SRI PENGANTIN KECAMATAN STL ULU TERAWAS KABUPATEN MUSI RAWAS Fitria Lestari; Ria Dwi Jayanti; Agus Andriansah; Frengky Alexander Pratama; Gusti Aldo Wijaya
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v2i1.4742

Abstract

Dusun III Sri Pengantin adalah salah satu dusun yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas yang berada dipedalaman. Dikatakan pedalaman dikarenakan aksesnya yang terisolir dan hanya dapat ditempuh dengan menggunakan alat air yang dikenal dengan “ketek”. Dusun yang terisolir dan akses yang sulit juga menjadi penyebab tingkat ekonomi masyarakatnya yang masih rendah. Selain itu, akses yang sulit juga menyebabkan fasilitas dan petugas kesehatan tidak tersedia di dusun ini dan jikalapun tersedia hanya datang 1 (satu) bulan sekali, sehingga kebanyakan untuk masalah kesehatan, masyarakat lebih mengandalkan dukun. Selain mengandalkan dukun, sebagai pengganti penggunaan obat kimia, masyarakat lebih memanfaatkan tumbuhan di sekitar yang memiliki potensi sebagai obat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat pedalaman untuk mendata jenis, cara pengolahan, dan organ tumbuhan yang digunakan oleh masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat dusun III Sri Pengantin terdiri dari 63 jenis dan 39 famili dengan bagian tumbuhan yang digunakan sebanyak 11 bagian, yaitu akar, batang, biji, buah, bunga, daun, getah, kulit buah, rimpang, umbi, dan lendir serta cara pengolahan tumbuhan yaitu direbus, ditumbuk, tanpa diramu, diparut, dioles, ditempel, diasap, dijemur, diseduh, dikukus, dan diperas. Disimpulkan bahwa tumbuhan obat dapat dijadikan alternatif pengganti penggunaan bahan kimia. Kata kunci : Masyarakat Pedalaman, Tumbuhan Obat, Sri Pengantin
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK BERBASIS GROUP INVESTIGATION PADA MATERI SISTEM EKSKRESI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N KARYA MAKMUR Mareta Widiya; Silsilia Febrianti; Ria Dwi Jayanti
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljse.v6i1.988

Abstract

This study aimed to develop a Pop Up Book learning media based on the Group Investigation model on the Excretory System topic for eighth-grade students at SMP N Karya Makmur and to determine its validity, practicality, and effectiveness. This study employed the Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research sample consisted of 9 students in the small-group trial and 24 students in the large-group trial. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and tests, and were analyzed using percentage techniques and the N-Gain formula. The results showed that the developed media achieved validity scores of 98% from the language expert, 92% from the material expert, and 96% from the media expert, all categorized as highly valid. The practicality test results showed percentages of 96% from the teacher and 94% from the students, indicating that the media was highly practical. The media was also effective in improving students’ learning outcomes, as evidenced by an increase in the average score from 38.38 to 76.75, with an N-Gain score of 0.62, categorized as moderate. Therefore, the Pop Up Book learning media based on the Group Investigation model on the Excretory System topic is considered highly valid, highly practical, and effective in improving students’ learning outcomes.