Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Economica Didactica

Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Safrijal Safrijal
Jurnal Economica Didactica Vol 4, No 2 (2023): Economics Education
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jed.v4i2.35360

Abstract

Penetapan penjaminan mutu bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi(SPM Dikti) telah lama diumumkan pemerintah. Penjaminan mutu bertujuan memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi PT, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggara tridharma perguruan tinggi. Hal tersebut dapat dilaksanakan secara internal oleh PT yang bersangkutan, dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi atau lembaga lain secara eksternal. Sistem penjaminan mutu internal merupakan proses penjaminan mutu yang dilakukan secara mandiri oleh lembaga pendidikan. Penjaminan mutu internal membantu persiapan lembaga pendidikan untuk menjalani proses penjaminan mutu secara eksternal. Penjaminan mutu eksternal merupakan sebuah rangkaian proses berbagi pengalaman dan benchmark terhadap praktik pendidikan yang terbaik. Tujuannya adalah untuk membantu, membuat rekomendasi, dan memberikan saran untuk mendapatkan keunggulan, relevansi, dan keragaman.
Kepemimpinan Dalam Pendidikan Safrijal Safrijal; Farahdiba Thahura
Jurnal Economica Didactica Vol 4, No 1 (2023): Economica Didactica
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jed.v4i1.32078

Abstract

Kepemimpinan merupakan hal yang esensial dalam suatu lembaga pendidikan. Setiap institusi memerlukan pemimpin yang visioner, inovatif, kreatif, familiar, dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Kepemimpinan pendidikan visioner adalah kepemimpinan yang mampu melihat masa depan pendidikan dann berusaha meraih masa depan itu, kepemimpinan visioner adalah proses kemanusian untuk mewujuddkan transformasi yang perlu untuk menghadapi kebutuhan yang berubah. Merespon kebutuhan yang berubah tidak dapat disikapi dengan cara-cara yang tradisonal atau pasrah dengan perubahan itu, tetapi harus disikapi dan didekati dengan cara yang strategik. Dampak atau hasil dari kepemimpinan visioner pada lembaga pendidikan akan tampak pada cara ia menentukan kebijakan dan keputusan, dasar pertimbangan pengambilan keputusan, cara yang sesuai dengan aturan dan sesuai pula bagi pihak yang menerima delegasi, acuan sikap dalam bekerja, dan acuan pengawasan. Karena itu pemimpin harus memiliki visi sebagai tujuan yang ingin dicapai baik oleh dirinya maupun oleh para pengikutnya.
Pengorganisasian Dalam Pendidikan Safrijal Safrijal; Darmi Darmi
Jurnal Economica Didactica Vol 3, No 2 (2022): Economica Didactica
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jed.v3i2.30296

Abstract

Pengorganisasian merupakan kegiatan membentuk ikatan dalam rangka menjalin hubungan baik antara tiap-tiap bagian atau sub-sub bagian sehingga didapat koordinasi yang baik di antara orang-orang yang terlibat dalam proses kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.Pada esensinya sebuah organisasi pendidikan harus mampu memfungsikan secara penuh manajemen dalam organisasi pendidikannya agar tujuan dari organisasi pendidikan tersebut dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Fungsi manajemen dalam hal pengorganisasian pada intinya merupakan suatu proses yang berlanjut dari fungsi perencanaan. Dalam pengorganisasian, sebuah organisasi pendidikan harus mampu membentuk sebuah aktivitas-aktivitas mulai dari pembagian kerja, pengelompokan kerja, penentuan hierarki dan garis wewenang, serta koordinasi dan singkronisasi dari seluruh aspek organisasi pendidikan sehingga mampu berintegrasi dan mencapai tujuan organisasi pendidikan secara efektif. Oleh karenanya, seorang pimpinan harus mampu mengorganisir organisasi pendidikannya agar organisasi pendidikan tersebut mampu mencapai tujuannya dan berjalan sesuai keselarasan yang ingin dicapai.Pengorganisasian pada intinya mengajarkan bagaimana orang-orang di dalam organisasi pendidikan tersebut mampu bekerja sama dan membuat keterkaitan antara bagian-bagian dari suatu organisasi pendidikan menjadi harmonis. Jadi, sangat penting bagi seorang pimpinan untuk memahami aspek-aspek dari fungsi manajemen, dan dalam hal ini pengorganisasian (organizing) menjadi pilar kedua setelah perencanaan yang harus diketahui bagaimana kerjanya
Hubungan Pengetahuan Manajemen Kelas Dengan Mutu Pembelajaran Safrijal Safrijal
Jurnal Economica Didactica Vol 3, No 1 (2022): Economica Didactica
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jed.v3i1.24701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: hubungan manajemen kelas dengan mutu pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Sekolah Menengah Atas yang ada di Kota Langsa yang berjumlah 301 orang guru. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik stratified proportional random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 169 orang guru. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen kelas dengan mutu pembelajaran sebesar 0,532 (53,2%) pada taraf =0,01