Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Production of Dry Cakes (Cookies) Based on a Combination Between Millets Flour with Wheat Mujianto; Tri Rahayuningsih; Endang Noerhartati; Galang Ramadhan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5943

Abstract

The perfect diet to achieve sustainable nutrition, health, and well-being goals requires information on the quality of food sources Millet (Panicum miliaceum L.) also has an energy value comparable to that of staple cereals, and more significant health benefits due to its high fiber, minerals, vitamins, macro and micronutrients, and phytochemical compounds that are useful for chronic disorders. This research aims to analyze the production of dry cakes (Cookies) based on a combination of millet flour with wheat. This study used a Factorial Randomized Block Design with 3 (three) factors each with 2 (two) levels, repeated 2 (two) times, namely: Factors of Wheat Flour (TT), namely: TT1 = 250 gram and TT2 = 350gram, Millet flour factor (TM), namely: TM1 = 250 gram and TM2 150 gram. Refined Sugar Factor (GH): GH1 = 100 grams and GH2 = 1 gram.  A protein content of 8.29%, a fat content of 24.42%, a crude fiber content of 1.766%, an ash content of 1.75%, and a preference level above scale 3 (like) is obtained by optimizing the cookie-making process by replacing wheat flour with millet flour. Additionally, one gram of sucrose sugar is added.
Melestarikan Permainan Tradisonal Indonesia Sebagai “Jembatan Budaya” Bagi Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) Pada Sanggar Bimbingan Batu Cave Malaysia Citrawati Jatiningrum; Endang Noerhartati; Iing Lukman; Satria Abadi; Andino Maseleno
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i2.3852

Abstract

Fenomena kondisi yang terjadi pada anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia ialah minimnya pengenalan budaya Indonesia dan rentannya anak Indonesia mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan multikultural Malaysia. Hal ini dikarenakan sering terpaparnya pada budaya lokal yang dominan, yang menyebabkan mereka lupa atau kurang mengenal tradisi budaya Indonesia sebagai negara asal mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional Indonesia bagi anak-anak PMI di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Cave Negeri Selangor, Malaysia. Program ini dirancang untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Indonesia melalui permainan tradisional yang edukatif, menyenangkan, dan mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran anak. Metode pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, serta praktik langsung beberapa permainan tradisional Indonesia yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak PMI. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan pembelajaran, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat identitas budaya, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta meningkatkan partisipasi aktif anak-anak dalam kegiatan sanggar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi dari peserta, peningkatan pemahaman terhadap permainan tradisional Indonesia, serta tumbuhnya minat anak-anak untuk mengenal dan memainkan permainan tersebut secara berkelanjutan. Dengan demikian, permainan tradisional Indonesia terbukti efektif sebagai “jembatan budaya” dalam upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal di lingkungan anak PMI di luar negeri.