ABSTRAK Desa Silutung sebagai wilayah agraris tropis menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal, sehingga tidak hanya berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan, tetapi juga menyebabkan hilangnya peluang untuk mengembangkan limbah tersebut sebagai bahan bangunan ramah lingkungan; oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan seminar dan workshop dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait pemanfaatan abu sekam padi sebagai material konstruksi alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang mengombinasikan pengumpulan data kuantitatif melalui pretest dan posttest serta data kualitatif melalui observasi dan wawancara, dengan subjek sebanyak 20 peserta yang terdiri atas kelompok tani, pengrajin, dan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan N-Gain dan deskriptif persentase, yang menunjukkan bahwa 65% peserta berada pada kategori peningkatan sedang dan 35% pada kategori tinggi, tanpa adanya peserta dalam kategori rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan seminar dan workshop tersebut efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai pemanfaatan abu sekam padi sebagai material konstruksi yang berkelanjutan. Kata Kunci: Abu Sekam Padi, Literasi Sains, Material Ramah Lingkungan,Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACT Silutung Village as a tropical agricultural area produces large amounts of rice husk waste, but its utilization isstill not optimal, so it not only has the potential to cause environmental problems, but also causes theloss of opportunities to develop this waste as an environmentally friendly building material; therefore, thiscommunity service activity aims to examine the effectiveness of implementing seminars and workshops inincreasing public literacy regarding the use of rice husk ash as an alternative construction material. This studyuses a mixed methods approach with an explanatory sequential design, which combines quantitative datacollection through pretests and posttests and qualitative data through observations and interviews, with 20 participants consisting of farmer groups, craftsmen, and students. Data analysis was carried out using N-Gainand descriptive percentages, which showed that 65% of participants were in the medium improvement category and 35% in the high category, with no participants in the low category, so it can be concluded that the seminar and workshop activities were effective in increasingpublic literacy regarding the use of rice husk ash as a sustainable construction material. Keywords: Rice Husk Ash, Scientific Literacy, Environmentally Friendly Materials, Community Empowerment