Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menguatkan Peran Ayah dalam Pengasuhan: Urgensi Kebijakan Kelembagaan untuk Mendukung Keterlibatan Ayah Yulina Eva Riany; Maulana Achsan Al Farisi; Pintauli Romangasi Siregar; Adam Sugiharto; Rosintha Doris Berlian; Dina Tri Septianti Harahap
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 3 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0703.1378-1383

Abstract

Kebijakan pengasuhan anak di Indonesia masih cenderung menempatkan ibu sebagai pengasuh utama, sementara peran ayah belum mendapat dukungan kelembagaan yang memadai. Data menunjukkan hanya 37,17% anak usia 0–5 tahun diasuh langsung oleh kedua orang tua, dan 1 dari 3 remaja menghadapi masalah kesehatan mental, kondisi yang diperburuk oleh minimnya keterlibatan ayah. Untuk itu, diperlukan kebijakan afirmatif berupa perluasan cuti ayah, layanan pengasuhan yang inklusif, serta program berbasis komunitas yang mendukung kehadiran fisik dan emosional ayah dalam pengasuhan.
Mewujudkan Ayah yang Hadir, Bertanggung Jawab, Berperan dan Terlibat: Mendorong Transformasi Sosial dalam Pengasuhan Riany, Yulina Eva; Siregar, Pintauli Romangasi; Adam Sugiharto; Berlian, Rosintha Doris; Harahap, Dina Tri Septianti; Farisi, Maulana Achsan Al
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 4 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0704.1412-1416

Abstract

Budaya patriarki dalam keluarga Indonesia masih menempatkan ayah sebagai pencari nafkah, bukan sebagai pengasuh aktif, sehingga tanggung jawab pengasuhan lebih banyak dibebankan pada ibu. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan ayah dan berasosiasi dengan berbagai masalah perkembangan anak, termasuk kemandirian, disiplin, empati, serta regulasi diri. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan arah kebijakan yang mendorong perubahan nilai sosial dan struktural melalui peran pemerintah pusat dan daerah, komunitas, serta dunia kerja, dengan fokus pada edukasi publik, kampanye keterlibatan ayah, redefinisi maskulinitas dalam keluarga, dan kebijakan kerja ramah keluarga. Pendekatan lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang berkualitas.