Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PREMARITAL CARE DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA Marisa Lia Anggraini; Silvie Permata Sari; Putri Minas Sari
Khidmah Vol 4 No 1 (2022): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v4i1.378

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that can significantly hinder human development. Children are defined as stuned if their height for age is less than negative two standard deviations below the median Child Gworth Standarts (WHO, 2013). The incidence of stunting is very high, in developing countries. Globally, the incidence of stunting is 162 million children under the age of 5 years (WHO, 2013). In Indonesia, the prevalence of stunting is around 37% (Tumilowicz A, 2018). The prevalence of stunting is higher in children aged 2 years and decreases with increasing age (Sefors P, 2018). The direct impact of stunting is short adult stature, less body mass, reduced intellectual function, reduced income and lower birth weight of babies born to women who experienced stunting as children, as well as an increased risk of death in infants born to stunting moyhers (Dewey KG, 2011). In addition, the decline in cognitive function in stuned children will have a long-term impact on the lack of education received and the tendency to live in the poverty line (Visser J, 2016).
EDUKASI TENTANG MANFAAT SENAM HAMIL DAN PELAKSANAAN SENAM HAMIL PADA IBU TRIMESTER III SEBAGAI UPAYA MEMPERSIAPKAN PERSALINAN NORMAL YANG AMAN DAN LANCAR Febby herayono; Silvie Permata Sari; Aprima Yona Amir; Fafelia Rozyka Maysetri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2081

Abstract

Salah satu penyebab tingginya AKI dan AKB di Indonesia adalah adanya komplikasi dan penyulit pada masa kehamilan dan persalinan (Prawirohardjo, 2013). Salah satu intervensi kesehatan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian ibu adalah dengan meningkatkan pelayanan Antenatal Care (ANC). Salah satu upaya proses kehamilan dan persalinan dapat berjalan lancar dan tanpa ada komplikasi, American College of Obstetricans and Gynecologist (ACOG) merekomendasikan senam selama kehamilan sebagai upaya preventif agar kehamilan dan persalinan berjalan secara alami dan mengurangi resiko cidera akibat persalinan (Clapp, 2005 dan Artal 2003). Senam hamil di Indonesia merupakan bagian dalam pelayanan Antenatal Care (ANC) yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap institusi pemberi pelayanan kesehatan ibu (Depkes, 2009). Tujuan kegiatan ini adalah agar Para ibu hamil memiliki pengetahuan tentang pentingnya manfaat senam hamil serta mau melaksanakan kegiatan senam hamil secara rutin dan teratur dalam rangka mempersiapkan persalinan normal yang aman dan lancar. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan memberikan edukasi tentang Manfaat Senam Hamil dan Melakukan Pendampingan Kepada Ibu Hamil Dalam Melakukan Senam Hamil. Ada Peningkatan pemahaman dan keterampilan ibu dalam melaksanakan senam hamil dan sebanyak 14 orang ibu hamil melaksanakan senam hamil yang di damping oleh petugas dari puskesmas dan dipimpin oleh instruktur senah hamil. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan teratur dan dapat diikuti oleh semua ibu hamil.
EFEKTIVITAS LATIHAN OTOT PERUT DAN DASAR PANGGUL PADA KEHAMILAN TERHADAP RISIKO DIASTASIS RECTI Febby Herayono; Silvie Permata Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30703

Abstract

Diastasis recti abdominis (DRA) merupakan kondisi umum pada ibu hamil yang ditandai pelebaran jarak inter-recti (IRD). Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung, penurunan stabilitas trunk, disfungsi dasar panggul, hingga gangguan biomekanik pascapersalinan. Latihan otot perut dan dasar panggul sering direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis, namun bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada ibu hamil masih terbatas. Tujuan Mengetahui pengaruh program latihan otot perut dan dasar panggul selama 30 hari pada kehamilan terhadap perubahan IRD hingga periode postpartum. Metode: Penelitian menggunakan desain posttest control group dengan total partisipan 16 ibu hamil pada tiap kelompok (intervensi dan kontrol), usia kehamilan 24–26 minggu, dengan IRD ≥28 mm atau adanya tonjolan perut. Kelompok intervensi menjalani program latihan terstruktur otot perut dan dasar panggul selama 30 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat intervensi khusus. Pengukuran IRD dilakukan dengan ultrasonografi pada 2 cm di atas dan bawah umbilikus pada usia kehamilan 24–26 minggu, 38–40 minggu, dan periode postpartum. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata IRD pada kelompok intervensi meningkat terkendali dari 2,56 ± 0,23 mm menjadi 4,62 ± 0,16 mm pada 38–40 minggu, dan menurun kembali menjadi 4,30 ± 0,61 mm postpartum (p=0,001). Pada kelompok kontrol, IRD meningkat lebih besar dari 3,29 ± 0,75 mm menjadi 6,43 ± 1,05 mm, dengan penurunan minimal pada postpartum (6,07 ± 1,05 mm) (p=0,001). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada awal pengukuran (p=0,421), namun terdapat perbedaan signifikan pada usia 38–40 minggu (p=0,008) dan postpartum (p=0,032). Simpulan: Latihan otot perut dan dasar panggul terbukti efektif dalam menekan progresivitas DRA selama kehamilan dan mempercepat pemulihan IRD postpartum. Intervensi ini bersifat aman, murah, mudah dilakukan, dan berpotensi besar untuk diintegrasikan dalam program antenatal care standar di IndonesiaKata Kunci : diastasis recti abdominis; latihan kehamilan; otot dasar panggul; inter-recti distance; Senam Hamil