Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HIPERKOLESTEROLEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS Ibrahim Ibrahim; Andika Herlina MP; Vino Rika Novia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1213

Abstract

Kasus penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia mencapai 26,8% yang menjadi penyebab kematian tertinggi. Semua ini didorong oleh faktor resiko hiperkolesterolemia. Tujuan dari pengabmas ini adalah untuk memberi teh hijau pada pasien hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2021.Pengabmas ini dengan rancangan dua kelompok dan telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang pada tanggal 13 - 20 Maret 2021. Populasi pada  pengabmas ini adalah sebanyak 85 orang dengan  sampel 20 orang yaitu 10 kelompok intervensi yang diberi teh hijau dan 10 kelompok control tanpa diberi teh hijau. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data diolah secara komputerisasi.Hasil pengabmas diperoleh rata-rata kadar kolesterol kelompok intervensi pada pasien setelah diberikan teh hijau adalah 196,10 dengan standar deviasi 13,303, kadar kolesterol terendah 180 dan tertinggi 220, Rata-rata kadar kolesterol kelompok kontrol pada pasien adalah 258,50 dengan standar deviasi 11,078, kadar kolesterol terendah 240 dan tertinggi 275.  Dapat disimpulkan teh hijau sangat efektif untuk menurunkan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Disarankan bagi petugas kesehatan Puskesmas Andalas yang dapat digunakan pada pasien dalam menurunkan kolesterol tingggi pada penderita hiperkolesterolemia dan dapat diaplikasikan sebagai bentuk terapi nonfarmakologi  yaitu berupa seduhan teh hijau dan mudah dilakukan secara mandiri.
PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (LYCOPERSICUM COMMUNE) TERHADAP HIPERKOLESTEROLEMIA PADA LANSIA LAKI-LAKI DENGAN HIPERTENSI 2021 Andika Herlina MP; Vino Rika Novia; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1274

Abstract

Data dari Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014, terdapat 5,3% kasus hipertensi dengan komplikasi yang termasuk kedalam sepuluh penyakit terbanyak yang diderita penduduk Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang tahun 2018, hipertensi merupakan penyakit kedua terbanyak di Kota Padang pada tahun 2017. Puskesmas Andalas merupakan puskesmas dengan kasus hipertensi tertinggi di Kota Padang dengan jumlah 2.028 kasus (10,74%). Tujuan npenelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap hiperkolesterolemia pada lansia Laki-laki dengan hipertensi.Jenis penelitian adalah Quasy Eksperiment (eksperimen semu) dengan  design one Group Pre test dan post test Design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas kota Padang pada tanggal 22 september -29 September 2021. Populasi pada penelitian ini seluruh Lansia Laki-laki yang yang rutin melakukan pemeriksaan rutin setiap  bulanan sebanyak 120 orang. sampel 20 responden, semuanya adalah kelompok hipertensi. Dan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Analisa data dilakukan analisa univariat yang bertujuan untuk mencari rata-rata (mean) dan analisa bivariat dengan uji independent sampel t testHasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar kolesterol responden sebelum diberikan jus tomat (lycopersicumme commune) adalah 260,87, rata-rata kadar kolesterol responden setelah diberikan jus tomat (lycopersicumme commune) adalah 205,64. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat pengaruh pemberian jus tomat (lycopersicumme commune) terhadap kadar kolesterol, p-value = 0,000 (p<0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian jus tomat (lycopersicumme commune) terhadap hiperkolesterolemia pada Lansia laki-laki dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2021. Diharapkan petugas yang memegang program penyuluhan kesehatan dapat emberikan edukasi dan diaplikasikan sebagai bentuk terapi non farmakologi yaitu berupa jus tomat yang dapat dikonsumsikan sebagai salah satu alternative pengobatan kadar kolesterol yang tinggi.Kata Kunci : Jus Tomat , Hiperkolesterolemia, Lansia, Laki-Laki, Hipertensi
EDUKASI TATALAKSANA KEDARURATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELIMBING KOTA PADANG Roza Marlinda; Rhona Sandra; Vino Rika Nofia; Siska Sakti Angraini; Andika Herlina MP
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2149

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung, akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah arteri koroner akibat pengendapan lemak dan kolestrol sehingga aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Salah satu permasalahan pada perawatan pasien dengan PJK adalah rendahnya tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang perawatan dan tatalaksana kedaruratan PJK terutama di lingkungan keluarga. Hal ini mengakibatkan rendahnya tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan terapi PJK. Pada studi pendahuluan ditemukan masih banyaknya pasien dan keluarga yang belum memahami perawatan dan tatalaksana kadaruratan PJK. Upaya dalam mengatasi masalah yang ada adalah memberikan penyuluhan Kesehatan tentang tatalaksana kedaruratan dan perawatan PJK meliputi definisi, penyebab, penatalaksanaan, cara pencegahan dan perawatan serta tatalaksana kedaruratan PJK pada pasien dan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa penyuluhan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan kesehatan. Penerapan metode kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahapan, diantaranya sosialisasi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Sejumlah 18 orang pasien dan keluarga hadir dalam kegiatan ini dengan penerapan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung. Terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan responden pada sebelum (pretest) dan setelah (posttest) kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin sebagai upaya peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga di masyarakat.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 26 JATI UTARA KOTA PADANG Indah Komala Sari; Rahma Kurnia; Weni Sartiwi; Andika Herlina MP; Ramah Hayu; Eliza Arman; Ade Nurhasanah Amir; Silvie Permata Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 8, No 1 (2026): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v8i1.31076

Abstract

Konsumsi jajanan yang tidak sehat masih menjadi permasalahan pada anak sekolah dasarkarena kurangnya pengetahuan dalam memilih makanan yang aman dan bergizi. Datamenunjukkan bahwa sekitar 40–45% jajanan yang dikonsumsi anak sekolah belummemenuhi standar keamanan pangan. Sebagian anak juga cenderung membeli jajananmemilih jajanan berdasarkan rasa, warna, dan harga, tanpa memperhatikan aspek kebersihandan kandungan gizi, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare dankeracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatanterhadap pengetahuan siswa tentang jajanan seha di SDN 26 Jati Utara Kota Padang tahun2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental onegroup pretest-posttest pada satu kelompok yang sama menggunakan data dependent. Sampelpenelitian berjumlah 23 siswa dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan edukasikesehatan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi kesehatanadalah 6,87 dan meningkat menjadi 9,43 setelah diberikan edukasi. Hasil uji statistikdiperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasikesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang jajanan sehat. Disarankan kepada pihaksekolah untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentangjajanan sehat serta meningkatkan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di lingkungansekolah agar siswa dapat memilih makanan yang aman dan bergizi..Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Jajanan Sehat, Anak sekolah.
Penerapan Kompres Hangat Leher Sebagai Terapi Non-Farmakologis Dalam Menurunkan Tekanan Darah: Program Edukasi Dan Pelatihan Untuk Penderita Hipertensi Roza Marlinda; Rhona Sandra; Vino Rika Nofia; Siska Sakti Anggraini; Andika Herlina MP; Novita Amri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.3384

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara kronis dengan nilai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Kelurahan Gunung Sarik merupakan daerah wilayah kerja Puskesmas Belimbing yang terdiri dari 17 desa, dengan jumlah penderita penyakit hipertensi yang signifikan. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah, mengakibatkan kerusakan pada system kardiovaskuler dengan gejalan paling dominan berupa nyeri kepala yang disebabkan oleh kerusakan vaskuler pada seluruh pembuluh perifer. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi obat-obatan dan secara non farmakologis salah satunya dengan kompres hangat pada leher. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dalam mengatasi penyakit hipertensi melalui perawatan mandiri yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di Kelurahan Gunung Sarik. Edukasi dilaksanakan selama 1 hari di bulan Maret 2025. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa dari 25 peserta yang berpartisipasi, sebanyak 23 orang (92%) memahami dan mengetahui cara melakukan kompres hangat pada leher untuk mengatasi sakit atau nyeri pada leher dan kaku kuduk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa   penyuluhan kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan kesehatan. Penerapan metode kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahapan, diantaranya sosialisasi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Sejumlah 25 orang pasien dan keluarga hadir dalam kegiatan ini. Terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan responden pada sebelum (pretest) dan setelah (posttest) kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin sebagai upaya peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga di masyarakat.
MIOKARDIUM AKUT SEBAGAI PENENTU KUALITAS HIDUP ( IMA ) Vino Rika Nofia; Rhona Sandra; Siska Sakti Anggraini; Honesty Diana Morika; Roza Marlinda; Andika Herlina MP
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2568

Abstract

Jurnal Abdimas SaintikaVolume 5 Nomor 1 | https://jurnal.syedzasaintika.ac.idJurnal Abdimas SaintikaSEKOLAHTINGGIILMUKESEHATANSY EDZ NASAITIKAe-ISSN : 2715-4424p-ISSN :2746-797X97MIOKARDIUM AKUT SEBAGAI PENENTU KUALITAS HIDUP( IMA )Vinorikanofia1, Rhona sandra2, Siska Sakti Anggraini3, Honesty Diana Morika4,Roza Marlinda5, Andika Herlina MP6Universitas Syedza SaintikaEmail ; vinorikanofia1511@gmail.comABSTRAKInfark Miokardium Akut (IMA) adalah kondisi medis yang sangat berbahaya dan menjadi salahsatu penyebab utama kematian dan morbiditas di seluruh dunia. IMA memiliki dampak yangsignifikan terhadap kualitas hidup pasien, terutama jika tidak ditangani dengan segera dan tepat.Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai IMA serta strategi pencegahan danpenanganannya merupakan langkah penting dalam pengabdian masyarakat untukmeningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Kegiatan pengabdian masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai InfarkMiokardium Akut (IMA), termasuk faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnyapenanganan darurat dan pencegahan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untukmeningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan tindakan pencegahan danmemberikan pertolongan pertama yang tepat pada kasus IMA.Kegiatan ini dilakukan melaluiserangkaian penyuluhan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang , yangmelibatkan tenaga medis dan profesional kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramahinteraktif, simulasi, demonstrasi, dan diskusi kelompok. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukanmelalui pre- dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta survei kepuasanpeserta terhadap kegiatan yang dilakukan.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yangsignifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai IMA, termasuk faktor risiko sepertihipertensi, diabetes, merokok, dan gaya hidup tidak sehat. Peserta juga menunjukkanpeningkatan pemahaman mengenai tanda dan gejala IMA, serta tindakan pertolongan pertamayang harus dilakukan. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran akan pentingnya pemeriksaankesehatan rutin dan perubahan gaya hidup untuk pencegahan IMA.Kegiatan pengabdianmasyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai InfarkMiokardium Akut, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidupmasyarakat. Partisipasi aktif dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga medis,sangat penting dalam kesuksesan program ini. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwaedukasi kesehatan dan intervensi berbasis komunitas dapat memberikan dampak positif yangsignifikan terhadap pencegahan dan penanganan IMA. Program serupa diharapkan dapatditerapkan di komunitas lain untuk memperluas manfaatnya.Kata Kunci: Infark Miokardium Akut, kualitas hidup, pengabdian masyarakat, pencegahanpenyakit, pertolongan pertama.
SEGERA ATASI HIPERTENSI EMERGENCY SEBELUM TERLAMBAT PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG SARIAK Andika Herlina MP; Vino Rika Nofia; Honesty Diana Morika; Rhona Sandra; Roza Marlinda; Siska Sakti Anggraini
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2573

Abstract

Wilayah kerja Puskesmas Belimbing yang terdiri dari 17 desa, salah satu penyakit hipertensi emergensi tertinggi diKelurahan Gunung Sarik dengan jumlah penderita penyakit kardiovaskular yang sangat tinggi. Di antara berbagaipenyakit jantung, perhatian khusus diberikan pada penyakit hipertensi emergensi. serta rendahnya pengetahuantentang pencegahan penyakit hipertensi emergensi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalahmeningkatkan pengetahuan tentang pentingnya cepat mengatasi hipertensi emergensi untuk mencegah penyakitjantung melalui perawatan mandiri yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Metode pelaksanaankegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di Kelurahan Gunung Sarik.Edukasi dilaksanakan selama 1 hari di bulan pada tanggal 06 Maret 2024. Hasil dari pengabdian masyarakat inimenunjukkan bahwa dari 32 peserta yang berpartisipasi, sebanyak 22 orang (88 %) memahami dan mengetahui caramenjaga kesehatan hipertensi emergensi dan mencegah penyakit jantung. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut, jelasbahwa edukasi tentang manajemen kesehatan jantung secara mandiri sangat penting untuk membantu masyarakatmenerapkan dan mempertahankan perilaku sehat yang diperlukan untuk mengelola kondisi jantung secaraberkesinambungan, baik di dalam maupun di luar rumah, dengan tujuan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.Disarankan agar hasil kegiatan ini dijadikan acuan bagi petugas kesehatan di Puskesmas Belimbing dan diterapkansecara luas dalam memberikan edukasi kesehatan yang mendukung perawatan mandiri pasien, sehingga merekamampu mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan jantung mereka terkhusus pada penyakit hipertensi emergensiKata Kunci: segera, atasi, hipertensi emergensi, sebelum terlambat
EFEKTIFITAS TERAPI GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST APPENDIKTOMI DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Siska Sakti Angraini; Honesty Diana Morika; Roza Marlinda; Andika Herlina MP
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30636

Abstract

ABSTRAK Nyeri akut merupakan salah satu keluhan utama yang sering dialami pasien setelah menjalani tindakan operasi, termasuk pada pasien pasca-usus buntu. Penanganan nyeri pascaoperasi yang tidak adekuat dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode non farmakologis yang efektif dalam mengatasi nyeri adalah terapi guide imagery , yaitu teknik relaksasi yang memanfaatkan kekuatan imajinasi positif untuk menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah untuk menerapkan terapi guide imagery sebagai upaya menurunkan nyeri akut pada pasien pasca-usus buntu di ruang bedah wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi dan pendampingan langsung kepada pasien yang telah menjalani operasi apendiktomi. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada bulan Oktober 2025, meliputi pemberian edukasi tentang konsep guide imagery , penekanan teknik relaksasi pernapasan dan imajinasi terpandu, serta pendampingan praktik terapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 10 pasien pasca-appendiktomi yang mengikuti terapi, sebanyak 8 pasien (80%) mengalami penurunan tingkat nyeri dari skala sedang (4–6) menjadi ringan (1–3) setelah dilakukan terapi guide imagery selama 15–20 menit. Pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan dan relaksasi setelah intervensi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi guide imagery efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri akut pada pasien pasca operasi usus buntu. Disarankan agar terapi ini diterapkan secara rutin oleh perawat di ruang bedah sebagai bagian dari manajemen nyeri pascaoperasi. Kata kunci: Terapi guide imagery , nyeri akut, pasca-usus buntu, manajemen nyeri, terapi nonfarmakologis                                                                 ABSTRAK Nyeri akut merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien pasca menjalani prosedur pembedahan, termasuk kasus pasca apendektomi. Manajemen nyeri pasca operasi yang tidak memadai dapat memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri adalah terapi imajinasi terbimbing, yaitu teknik relaksasi yang memanfaatkan imajinasi positif untuk menurunkan persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menerapkan terapi imajinasi terbimbing sebagai upaya mengurangi nyeri akut pada pasien pasca apendektomi di bangsal bedah wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi dan pendampingan langsung kepada pasien yang telah menjalani apendektomi. Program ini dilaksanakan selama satu hari pada bulan Juli 2025, yang terdiri dari edukasi konsep imajinasi terbimbing, demonstrasi teknik relaksasi napas dan imajinasi terbimbing, serta sesi praktik terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 pasien pasca-apendektomi yang berpartisipasi, 8 pasien (80%) mengalami penurunan intensitas nyeri dari tingkat sedang (4–6) menjadi tingkat ringan (1–3) setelah 15–20 menit terapi imajinasi terbimbing. Pasien juga melaporkan peningkatan rasa nyaman dan relaksasi setelah intervensi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terapi imajinasi terbimbing efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri akut pada pasien pasca-apendektomi. Terapi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin oleh perawat di bangsal bedah sebagai bagian dari manajemen nyeri pascaoperasi.Kata kunci: imajinasi terbimbing, nyeri akut, pasca apendektomi, manajemen nyeri, terapi nonfarmakologis