Adinda Tasya Namira
Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Lingkungan Prasejarah Situs Gua Pawon, Jawa Barat Berdasarkan Kajian Identifikasi Gigi Hewan Adinda Tasya Namira; R. Cecep Eka Permana; Lutfi Yondri
KALPATARU Vol. 31 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/kpt.2022.2886

Abstract

Excavations at the Pawon Cave Site in 2019 and 2021 from boxes T2U1, T2S1, T3U1, T3S1, and T4S1 led to the discovery of 976 specimens of animal teeth that could be used to reconstruct the past of the Pawon’s Cave Site environment. To determine the level of animal taxa to the location of the teeth, taxonomic and anatomical analyses were carried out, while environmental reconstruction was carried out through environmental analysis based on the distribution of faunal functional groups by Julien Louys (2012). The research method consists of six steps, namely formulation, implementation, data collection, data processing, analysis, and interpretation. As a result, 120 individual animals from 13 different families were found at the Pawon Cave site with the dominance of the Cercopithecidae family in each four units of analysis. However, it is also necessary to the contribution of protein produced, so that large animals (megafauna), such as the Families Suidae, Bovidae, and Cervidae, have more potential to become main game animals for consumption, while the Families Cercopithecidae and Hystricidae become a complement to a variety of foods consumed. In addition, jewelry from shark teeth and canine teeth of Carnivora, Cercopithecidae and Suidae were also found with traces of modification in the form of perforation of the roots of the teeth and sharpening of the dental crowns. Thus, the human inhabitants of Pawon Cave are hunters who can utilize all the potential of animals from terrestrial, arboreal and aquatic habitats around the Pawon’s Cave Site.
Nilai Penting dan Urgensi Pelindungan Situs-Situs Hunian Prasejarah di Kawasan Karst Gunungkidul, Yogyakarta Adinda Tasya Namira; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i22026p103-118

Abstract

Kawasan karst Gunungkidul, khususnya Subzona Gunung Sewu, merupakan wilayah yang menyimpan banyak situs-situs hunian prasejarah berupa gua dan ceruk yang merekam jejak kehidupan manusia sejak kala Pleistosen hingga Holosen Awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai penting dari sepuluh situs hunian prasejarah yang telah diekskavasi, serta menjelaskan urgensi pelindungan situs sebagai bagian dari warisan budaya yang tidak dapat tergantikan. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka yang dilakukan terhadap laporan penelitian, artikel jurnal, dan karya akhir mahasiswa. Analisis data dilakukan berdasarkan klasifikasi tinggalan arkeologis, karakter geomorfologi gua, dan konteks spasial situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepuluh situs memiliki nilai penting sebagaimana yang terdapat dalam UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, meliputi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya. Nilai tersebut tercermin dari kompleksitas temuan arkeologis (artefak dan ekofak), kondisi lingkungan yang mendukung hunian, dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis warisan budaya. Namun demikian, situs-situs tersebut kini menghadapi ancaman kerusakan akibat aktivitas penambangan, alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, dan vandalisme. Oleh karena itu, pelindungan situs memerlukan kebijakan berbasis data arkologis, regulasi daerah yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat dan para pemangku kepentingan yang berperan penting dalam kegiatan pelestarian warisan budaya.