Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Penerapan Teknologi Pengolah Jagung dan Singkong di Desa Cabeyan, Bendosari, Sukoharjo Luluk Ria Rakhma; Muchlison Anis; Wisnu Nurcahyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays) dan Singkong atau ubi kayu (Manihot utillisima) merupakan beberapa komoditas pertanian mayoritas Desa Cabeyan, Bendosari, Sukoharjo. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa produksi palawija di Kecamatan Bendosari sebesar 1.362 ton dari 138 ha luas panen yang 109 ton merupakan hasil panen dari Desa Cabeyan.  Akan tetapi produktivitas yang tinggi ini tidak diikuti oleh peningkatan pendapatan petani. Hal ini disebabkan karena masyarakat tidak memiliki mempunyai teknologi, keahlian dan pengetahuan tentang pengolahanjagung singkong menjadi produk yang lebih bernilai secara ekonomi. Alternatif pengolahan jagung dan singkong yang mudah dan potensial saat ini adalah pengolahan tepung. Solusi dalam program ini adalah dengan pemanfaatan dan pelatihan penggunaan teknologi alat pembuat tepung dan pemipil serta peningkatan kemampuan petani dalampemanfaatan teknologi. Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Praktek dan ppenyuluhan penggunaan alat pemipil, 2) Praktek dan penyuluhan alat penepung, 3) Praktek dan penyuluhan pengemasan dengan menggunaan alat sealer plastik kemasan. Penerapan dan pelatihan alat berupa alat pemipil, penepung dan pengemas ini dapat mempermudah dan mempercepat proses penanganan pasca panen jagung dan singkong menjadi tepung jagung dan singkong sehingga dapat menambah nilai jual serta pendapatan kelompok wanita tani. Kata Kunci : Jagung, Singkong, Pemipil, Penepung, Pengemas
Optimizing Hydroponic Production through Liquid Organic Fertilizer, Solar Cells, and Digital Financial Management in Gajahan Village Rakhma, Luluk Ria; Eni Setyowati; Muchlison Anis
Abdi Psikonomi Vol 6, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v6i3.14214

Abstract

The Gajah Tani Makmur Women Farmers Group (KWT) in Gajahan Village has 62 members with 500 m² of land used for hydroponic cultivation. Partners face a number of obstacles, namely (1) less than optimal production due to expensive nutrients, (2) limited electricity resources for hydroponic irrigation, (3) not yet using modern financial bookkeeping, and (4) no experience in utilizing digital marketing. To address these problems, community service activities were carried out in several stages, namely stage 1 socialization in the form of an introduction to solar cells, the use of liquid fertilizer; stage 2 technical training covering the use of solar cells; stage 3 managerial training in the form of financial management and digital marketing; and stage 4 practical demonstrations on the KWT land. The results of the activities showed an increase in knowledge and skills, including (1) training in financial administration and digital marketing increased the average knowledge of participants from 61.5 to 84.8 with a significant change of 23.3 points; (2) training in making organic liquid fertilizer succeeded in providing practical skills to 30 participants in processing household waste into environmentally friendly fertilizer; (3) training on the use of solar panels increased participants' knowledge from 90.5 to 96.4, a change of 5.8 points; (4) participants' responses to the training method showed that 75 percent agreed; and (5) a survey on understanding solar cell maintenance showed that 81 percent of participants agreed. Thus, this community service activity effectively increased knowledge of production, management, and the use of renewable energy technology to support hydroponic farming.