Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STUDI RESPON IMUN PADA AYAM YANG DIIMUNISASI DENGAN ANTIGEN EKSKRESI SEKRESI SPOROZOIT Eimera tenellla Joko Prastowo; Wisnu Nurcahyo; Kurniasih .; R. Wasito .
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.082 KB) | DOI: 10.22146/jsv.452

Abstract

.
Pengaruh Infeksi Toxoplasma gondii Isolat Lokal terhadap Gambaran Darah pada MEncit (Mus musculus) Wisnu Nurcahyo; Dwi Priyo Widodo; M. Hanafiah
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 1 (2004): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1694.608 KB) | DOI: 10.22146/jsv.469

Abstract

.
STUDI EKSPERIMENTAL SISTA JARINGAN Toxoplasma gondii SECARA IN VIVO AN EXPERIMENTAL STUDY OF Toxoplasma gondii TISSUE CYST IN VIVO M.Hanafiah .; Wisnu Nurcahyo; Sumartono .
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2999.015 KB) | DOI: 10.22146/jsv.498

Abstract

.
IDENTIFIKASI Lernaea sp. YANG MENGINFEKSI IKAN ARWANA IRIAN {{Scleropagesjardinii (Saville-Kent, 1892)} DI MERAUKE, JAKARTA, BOGOR DAN DEPOK Dikry N Shatrie; Kurniasih Imamudin; Wisnu Nurcahyo; Triyanto Triyanto
BERITA BIOLOGI Vol 10, No 6 (2011)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v10i6.1950

Abstract

Lemaea spp. is very important fish ectoparasites because it spreads all over the world and its economic importance has increased due to numerous epizootics occurrence among the most important farmed fish; and has wide host range. Lemaea sp. has been infected not only the family Cyprinidae and Characidae but also in Osteoglossidae family, such as Red Arwana [Scleropagesformosus) in Malaysia and Arwana fish {Scleropagesjardinii (Saville-Kent, 1892)) in Irian.The objective of this study was to identity Lernaea sp. often attacked Arwana irian fish as a precautionary measure the spread of infection, especially on Arwana irian fish. Arwana irian fish were collected from Merauke, Jakarta, Bogor and Depok, 10 infected fish per area. Found Lernaea sp. fixed in glutaraldehyde for morphology study. Based on morphological charactheristic, there were six different Lemaea sp. attacked Arwana irian fish. They are Lemaea cyprinacea, L. devastatrix, L. lophiara, L.oryzophila, L. papuensis and Lemaea n sp. Lemaea n sp. was considered as a new species due to different variation of holdfast organ.
FAKTOR RISIKO INFEKSI Toxoplasma gondii PADA KUCING DOMESTIK YANG DIPELIHARA DI YOGYAKARTA Muhammad Hanafiah; Wisnu Nurcahyo; Joko Prastowo; Sri Hartati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.963 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2792

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan kemungkinan faktor-faktor risiko terhadap kemunculan toksoplasmosis. Sebanyak 132 sampel serum darah diambil pada kucing lokal di Yogyakarta. Data-data epidemiologis seperti asal usul kucing, ras kucing, jenis kelamin, umur, lokasi sistem pemeliharaan, jenis pakan, dan frekuensi diare diberi kode untuk mempermudah analisis, kemudian dimasukkan, disimpan, dan dianalisis dengan program Statistix Versi 7 (Analytical Sofware inc). Analisis data dilakukan secara bivariat (Chi-square (2), dan kekuatan asosiasi (OR), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adanya toksoplasmosis pada kucing berdasarkan analisis bivariat adalah pembersihan kotak pasir 1 kali sehari dan mandi 2-3 kali seminggu sedangkan faktor-faktor yang memiliki peluang meningkatkan seropositif toksoplasmosis berdasarkan analisis multivariat adalah pemeliharaan kucing yang bebas di dalam rumah, dimandikan lebih dari 1 kali seminggu, dan dimandikan lebih besar dari 1 bulan sekali.
4. Detection of Toxoplasma gondii infection by Polymerase Chain Reaction (PCR) and Histological Examination on Balb/c Mice Muhammad Hanafiah; Dwinna Aliza; Erdiansyah Rahmi; Wisnu Nurcahyo
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1 (2) November 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.131 KB) | DOI: 10.21157/ijtvbr.v1i2.6686

Abstract

The purpose of this research was to compare the use of PCR method and histological examination to diagnose toxoplasmosis in tissues of Balb/c mice infected with sporulated oocysts through drinking water. A total of 20 male Balb/c mice aged approximately 2 months were used in this experiment. Each mouse was infected with 1x103 Toxoplasma gondii tachyzoites intraperitoneally. Tissue samples (liver, lung, heart, kidney, and brain) were collected from 5 mice on day 1, day 5, day 7, and day 9 after infection. Samples were then examined by PCR and histological methods. The data collected were analyzed descriptively. The results showed that PCR method was more sensitive than histological examination. PCR examination using primer invitrogen gen can amplify DNA T. gondii at 436 bp of the samples from liver, lung, heart and brain on Day 7 and Day 9 after infection. The histological examination showed that the cyst of toxoplasma was found in the brain while mononuclear cells infiltration was found in other internal organs.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Penerapan Teknologi Pengolah Jagung dan Singkong di Desa Cabeyan, Bendosari, Sukoharjo Luluk Ria Rakhma; Muchlison Anis; Wisnu Nurcahyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays) dan Singkong atau ubi kayu (Manihot utillisima) merupakan beberapa komoditas pertanian mayoritas Desa Cabeyan, Bendosari, Sukoharjo. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa produksi palawija di Kecamatan Bendosari sebesar 1.362 ton dari 138 ha luas panen yang 109 ton merupakan hasil panen dari Desa Cabeyan.  Akan tetapi produktivitas yang tinggi ini tidak diikuti oleh peningkatan pendapatan petani. Hal ini disebabkan karena masyarakat tidak memiliki mempunyai teknologi, keahlian dan pengetahuan tentang pengolahanjagung singkong menjadi produk yang lebih bernilai secara ekonomi. Alternatif pengolahan jagung dan singkong yang mudah dan potensial saat ini adalah pengolahan tepung. Solusi dalam program ini adalah dengan pemanfaatan dan pelatihan penggunaan teknologi alat pembuat tepung dan pemipil serta peningkatan kemampuan petani dalampemanfaatan teknologi. Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Praktek dan ppenyuluhan penggunaan alat pemipil, 2) Praktek dan penyuluhan alat penepung, 3) Praktek dan penyuluhan pengemasan dengan menggunaan alat sealer plastik kemasan. Penerapan dan pelatihan alat berupa alat pemipil, penepung dan pengemas ini dapat mempermudah dan mempercepat proses penanganan pasca panen jagung dan singkong menjadi tepung jagung dan singkong sehingga dapat menambah nilai jual serta pendapatan kelompok wanita tani. Kata Kunci : Jagung, Singkong, Pemipil, Penepung, Pengemas