Siti Sarah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of Classpoint Assisted Food Chain Learning Media to Improve Student Learning Outcomes in Elementary Schools Siti Sarah; Enjang Yusuf Ali; Ali Ismail
EduBase : Journal of Basic Education Vol 5 No 2 (2024): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v5i2.2626

Abstract

This study aims to develop interactive learning media using the Classpoint application to improve the learning outcomes of fifth-graders in science lessons in elementary schools. The study employed a research and development (R&D) method with a 4D model. The resulting product is a media that can be used by both teachers and students, which contains various features, ranging from material to quizzes to train students' knowledge abilities. This media is run by teachers using laptops/computers and students can use it using their mobile phones without the need to download an application. The research design used is a non-experimental one-group pretest-posttest design by comparing learning outcomes before (pretest) and after using the Classpoint-assisted interactive learning media (posttest). The Classpoint-assisted interactive learning media has been validated by media experts with a percentage of 87.5%, material experts with 97.2%, and language experts with 95%, with an overall average of 91.5% and a category of "very feasible". From the results of the N-Gain calculation, a significant increase was obtained with an average N-Gain of 0.67 which is in the "moderate" category. Thus, it can be concluded that the Classpoint-assisted interactive learning media is effective in improving learning outcomes, especially for the Food Chain material for fifth-graders in elementary schools.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL SUNDA DALAM PEMBELAJARAN IPS BERBASIS SILIH ASAH, ASIH, ASUH Siti Sarah
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.48623

Abstract

Prinsip-prinsip sosial yang terdapat dalam kearifan lokal Sunda selaras dengan tujuan pendidikan IPS, yang bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang bermoral luhur, cerdas, dan dapat hidup berdampingan secara damai. Dengan meneliti berbagai sumber pustaka yang relevan tentang filosofi Sunda, gagasan pembelajaran IPS sekolah dasar, dan penggabungan kearifan lokal dalam pendidikan, penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (penelitian pustaka). Temuan penelitian menunjukkan bahwa filosofi Silih Asah (saling mengasah kecerdasan), Silih Asih (saling mencintai), dan Silih Asuh (saling membimbing) sangat selaras dengan kompetensi sosial yang ingin dicapai dalam pembelajaran IPS, seperti keterampilan interaksi sosial, kepedulian lingkungan, dan pengembangan karakter patriotik. Filosofi ini dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan IPS melalui pembuatan materi pembelajaran yang menekankan adat istiadat dan pengetahuan masyarakat Sunda, pemilihan konteks pembelajaran berdasarkan budaya lokal, dan perancangan kegiatan kooperatif berdasarkan nilai-nilai Sunda. Diharapkan temuan penelitian ini akan memberikan landasan konseptual bagi guru sekolah dasar di Jawa Barat untuk menciptakan pembelajaran IPS yang bermakna, kontekstual, dan berbasis karakter.
The challenges of algorithm literacy and innovation diffusion in AI era Siti Sarah; Ade Budhi Salira; Dina Siti Logayah
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 3 (2026): Inovasi Kurikulum, August 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i3.329

Abstract

The rapid growth of AI-driven social media platforms has significantly heightened the urgency of algorithmic literacy in K–12 education, yet this competence remains largely absent from Indonesian Social Studies Education. This study examines barriers to the diffusion of algorithmic literacy as an educational innovation within Social Studies Education using Everett Rogers’ Diffusion of Innovations theory as the analytical framework. A PRISMA-based systematic literature review analyzed 42 articles from Scopus, ERIC, Google Scholar, and Dimensions published between 2015 and 2025. Drawing on Rogers’ five innovation attributes, findings reveal that high conceptual complexity, low compatibility with the Merdeka Curriculum Learning Outcomes, minimal trialability due to the absence of ready-to-use instructional modules, and low observability of benefits constitute the primary diffusion barriers. Most Social Studies teachers remain in the late majority or laggard adopter categories due to limited digital competence and institutional inertia. The study concludes that Social Studies Education is the most strategic subject for integrating algorithmic literacy in Indonesian K–12 education given its mandate to develop civic reasoning, democratic values, and critical social thinking. Recommendations include explicit integration of algorithmic literacy competencies in the IPS Learning Outcomes and development of context-based instructional modules.   Abstrak Pesatnya pertumbuhan platform media sosial berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin meningkatkan urgensi literasi algoritmik dalam pendidikan K-12. Namun, kompetensi ini masih sangat terbatas dalam pembelajaran IPS Indonesia. Studi ini mengkaji hambatan difusi literasi algoritmik sebagai inovasi pendidikan dalam pembelajaran IPS menggunakan teori Difusi Inovasi Everett Rogers sebagai kerangka analitis. Tinjauan pustaka sistematis berbasis PRISMA menganalisis 42 artikel dari Scopus, ERIC, Google Scholar, dan Dimensions (2015-2025). Berdasarkan lima atribut inovasi Rogers, temuan menunjukkan bahwa tingginya kompleksitas konseptual, rendahnya kompatibilitas dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka, minimnya trialability, dan rendahnya observabilitas manfaat merupakan hambatan difusi utama. Sebagian besar guru IPS berada pada kategori mayoritas akhir atau tertinggal akibat keterbatasan kompetensi digital dan inersia institusional. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS merupakan lokus paling strategis untuk mengintegrasikan literasi algoritmik dalam pendidikan K-12 di Indonesia, mengingat mandatnya untuk mengembangkan penalaran kewargaan, nilai-nilai demokratis, dan berpikir kritis sosial. Rekomendasi mencakup integrasi kompetensi literasi algoritmik secara eksplisit dalam Capaian Pembelajaran IPS serta pengembangan modul ajar berbasis konteks. Kata Kunci: difusi inovasi; era AI; kewarganegaraan digital; literasi algoritma; pembelajaran IPS