Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI LATIHAN FISIK DALAM MENGURANGI NYERI PUNGGUNG BAWAH DI KELURAHAN KROBOKAN Mianti Nurrizky; Tunik Saptawati; Silvy Aldila
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.1104

Abstract

Background: Low back pain is a case that is often found in society, this is because people still do not pay attention to proper body posture when carrying out daily activities so as not to cause low back pain. In the Kerobokan sub-district itself, after observation, most of the vulnerable aged 30-60 years had complaints of lower back pain, especially when doing certain activities, such as sitting for too long, lifting gallons, and several other activities. The target and output of this activity are in the form of posters and pocketbooks that will be given to the community so that they can provide benefits. This activity was carried out in the front yard of the Kerobokan Village Hall with the target participants being women farmer groups, PKK, and residents of Kerobokan Village as many as 30 Participants. The results obtained based on the questionnaire showed a significant change in increasing knowledge of lower back pain reduction education before and after the delivery of the material. It can be concluded that knowledge influences the level of society to pay more attention to the right position during activities to prevent lower back pain.
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Kondisi Kegawatan Kasus Krisis Hipertensi melalui Program Keladi Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Sulistyaningrum, Danny Putri; Nurrizky, Mianti; Juwariyah, Siti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3216

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama dan termasuk salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ target yang disebut juga krisis hipertensi. Hipertensi emergensi dan urgensi perlu dibedakan, karena cara pencegahan keduanya berbeda. Hipertensi urgensi adalah situasi dimana tekanan darah meningkat sangat tinggi dengan tekanan darah systolik ≥180mmHg dan tekanan darah diastolik ≥110mmHg, akan tetapi tidak terdapat kerusakan organ lain. Sedangkan hipertensi emergensi merupakan peningkatan tekanan darah systolik ≥180mmHg dan tekanan darah diastolik ≥110mmHg yang diikuti dengan kerusakan organ terkait seperti jantung, otak, ginjal, mata dan pembuluh darah perifer) (Palupi dan Rahmawati, 2015). Dengan masalah tersebut, maka perlu dilakukan upaya yang terencana, fokus dan meluas agar hipertensi dapat ditanggulangi. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan melakukan promosi kesehatan. Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, ketrampilan dan komitmen dalam penanggulangan hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah dan memberikan pertolongan atau penanganan pertama pada kondisi kegawatan penyakit krisis hipertensi melalui program KELADI yaitu KElola stress, LAtihan fisik, Diet, patuh mInum obat. Kegiatan ini diberikan kepada penderita hipertensi melalui kader sebagai fasilitator kesehatan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 30 orang kader di Wilayah RW 1, 6, 8, 9, dan 13 Kelurahan Krobokan, Kota Semarang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pelatihan kader mengenai program KELADI. Selanjutnya kader akan memberikan edukasi kepada masyarakat yang menderita hipertensi. Tingkat self management penderita hipertensi diukur sebelum (pre test) dan setelah (post test) diberikan edukasi KELADI oleh kader. Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas didapatkan peningkatan self management pada kategori baik dari (dari 46,87% menjadi 68,75%). Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh kader sebagai upaya pencegahan kegawatan hipertensi di wilayah mitra.
Functional Recovery in Balance and Mobility After Vestibular Rehabilitation in a Patient with Posterior Canal BPPV: An Case Report Laksmita Dewi Adzillina; Alifa Dinda Nurrina; Ragil Aidil Fitriasari; Mianti Nurrizky; Aditya Hans Suwignjo
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i1.2256

Abstract

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) is a common cause of peripheral vestibular dysfunction, often resolving with canalith repositioning maneuvers (CRM). However, residual dizziness and imbalance may persist, impairing functional mobility. This case report describes a 55 year old female diagnosed with right posterior canal BPPV through a positive Dix Hallpike test. Following successful CRM, she reported residual postural instability and difficulty walking. A structured four week vestibular rehabilitation therapy (VRT) program was implemented, consisting of habituation (Brandt Daroff), adaptation (gaze stability, VOR x1, VOR x2), sensory substitution, and progressive balance training, delivered three times weekly for 45 minutes per session. Balance and mobility were assessed using the Berg Balance Scale (BBS) and Timed Up and Go (TUG) test at baseline and after the intervention. Results showed improvement in BBS from 42/56 to 53/56 (+11 points) and a reduction in TUG from 14.8 to 9.6 seconds (−5.2 seconds), both exceeding minimal detectable change values for older adults. The patient reported complete resolution of dizziness, increased walking confidence, and return to independent daily activities without adverse effects. This case suggests VRT as a valuable adjunct to CRM in BPPV patients with residual functional deficits, warranting further research in larger controlled studies.