Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Identifikasi Kelayakan Air Sungai Musi untuk Sumber Air Baku Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Sabda Wahab
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is an important resource for human survival. In Palembang, raw water is sourced from the Musi river. Meanwhile, more than 80% of the waste generated by human activities is discharged into rivers. Building houses on the banks of the river has become a culture in the city of Palembang. This culture causes sanitation problems on the riverbanks. This study aims to identify the feasibility of Musi River water as a source of clean water. Measurements were made at 8 points, namely the Karang Jaya area, Keramasan, Karang Anyar, 14 Ulu, Tangga Buntung, Sekanak market, Kuto Market, and the Bagus Kuning area. The measurement results are obtained: pH = 6.575±0.05 (6.5-6.6); BOD = 1.291±0.449 (0.6-2.12); COD = 17.5±20.177 (5.0-65.0); NH4 = 0.174±0.310 (0.02-0.94); TSS = 57.125±14.61 (42.00-84.00); Fe = 0.936±0.271 (0.46-1.30). Based on these results, it can be concluded that the pH is still on the threshold at all points; BOD is still on the threshold at all points; COD above the threshold only in the stump area; NH4 above the threshold only in the Jaya Coral area; TSS above the threshold in the Jaya Coral area, Keramasan, New Coral, Sekanak market, and yellow good area; Fe > 1 in the stump area, Sekanak market, and Kuto market area. In general, based on the results of the identification of the Musi river water, it is still suitable for use, but must be treated first.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang Timah dalam Pencegahan Dampak Kesehatan Lingkungan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.107

Abstract

Pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi lokal dan nasional. Namun, aktivitas penambangan, terutama yang dilakukan secara tradisional dan tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan serius bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pre-test and Post-test untuk mengukur efektivitas edukasi dan pemberdayaan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat tambang timah. Desain ini memungkinkan analisis perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi secara kuantitatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat aktivitas tambang timah. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan skor pengetahuan secara signifikan pada tiga aspek utama: bahaya logam berat, pencemaran air dan tanah, serta pencegahan penyakit akibat tambang (p < 0,001). Pendekatan partisipatif juga mendorong perubahan perilaku positif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan APD. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya edukasi berbasis komunitas dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang Timah dalam Pencegahan Dampak Kesehatan Lingkungan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Rendita Dwibarto
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i2.107

Abstract

Pertambangan timah di Bangka Belitung menjadi sektor unggulan yang menopang ekonomi lokal dan nasional. Namun, aktivitas penambangan, terutama yang dilakukan secara tradisional dan tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko kesehatan serius bagi masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pre-test and Post-test untuk mengukur efektivitas edukasi dan pemberdayaan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat tambang timah. Desain ini memungkinkan analisis perubahan skor sebelum dan sesudah intervensi secara kuantitatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang dampak kesehatan lingkungan akibat aktivitas tambang timah. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan skor pengetahuan secara signifikan pada tiga aspek utama: bahaya logam berat, pencemaran air dan tanah, serta pencegahan penyakit akibat tambang (p < 0,001). Pendekatan partisipatif juga mendorong perubahan perilaku positif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan APD. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya edukasi berbasis komunitas dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.
Peran Keluarga dan Sekolah dalam Pembentukan Perilaku Reproduksi Sehat Lela Handayani; Ferly Oktriyedi; Rifka Zalila
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/p670bk66

Abstract

Perilaku reproduksi sehat pada remaja merupakan isu krusial dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan pencegahan kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta pembentukan relasi yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dan sekolah dalam pembentukan perilaku reproduksi sehat melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelusuran literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel peer-reviewed yang terbit dalam 10–15 tahun terakhir dan berfokus pada remaja usia 10–19 tahun. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan dominan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keluarga berperan signifikan melalui komunikasi orang tua–remaja yang terbuka, suportif, dan konsisten, serta melalui pengawasan (parental monitoring) yang hangat dan responsif. Faktor-faktor tersebut terbukti berkorelasi dengan penundaan inisiasi seksual dan penurunan perilaku seksual berisiko. Di sisi lain, sekolah berkontribusi melalui implementasi Comprehensive Sexuality Education (CSE) yang meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif terhadap relasi sehat, serta memperkuat keterampilan pengambilan keputusan dan pencegahan risiko. Temuan paling konsisten menunjukkan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah menghasilkan dampak protektif yang lebih kuat dibandingkan intervensi tunggal. Dengan demikian, pembentukan perilaku reproduksi sehat pada remaja memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis keluarga–sekolah yang terintegrasi, melalui peningkatan literasi orang tua, penguatan kompetensi pendidik, serta implementasi pendidikan seksualitas yang komprehensif dan ramah remaja.
Gambran Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumatera Selatan Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Sari Octarina Piko
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/24e9ck67

Abstract

Proyek konstruksi merupakan sektor kerja dengan tingkat risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang tinggi akibat kompleksitas aktivitas, penggunaan alat berat, serta paparan bahaya fisik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil risiko K3 pada Proyek Konstruksi Sekolah Rakyat Sumsel. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, identifikasi bahaya, serta analisis risiko berdasarkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan dampak. Observasi dilakukan pada berbagai tahapan pekerjaan, meliputi mobilisasi, pembersihan lahan, galian, pembesian, bekisting, pengecoran, pekerjaan baja, arsitektural, hingga finishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan meliputi jatuh dari ketinggian, tertabrak alat berat, tertimpa material, paparan debu, kebisingan, bahan kimia, serta gangguan ergonomi. Tahapan pekerjaan struktural seperti galian, pembesian, bekisting, dan pengecoran memiliki tingkat risiko tertinggi. Faktor penyebab utama risiko meliputi unsafe condition, unsafe act, kurangnya housekeeping, lemahnya pengendalian teknis, serta keterbatasan pengawasan K3. Upaya pengendalian risiko yang direkomendasikan mencakup penerapan hirarki pengendalian, peningkatan pengawasan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan tenaga kerja, serta optimalisasi Sistem Manajemen K3. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis merupakan kunci dalam menurunkan potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada proyek konstruksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan praktik K3 pada proyek konstruksi sejenis.
Potensi Ekstrak Buah Bit dalam Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil Lela Handayani; Naya Jeehan Putri Sayyidina; Ferly Oktriyedi
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/d4nnwa65

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Pemberian tablet zat besi merupakan terapi standar, tetapi keberhasilannya dapat dipengaruhi oleh kepatuhan, pola konsumsi, dan efek samping. Buah bit (Beta vulgaris) mengandung folat, mineral, nitrat, betalain, dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung peningkatan kadar hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tiga dosis ekstrak buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia serta membandingkannya dengan kelompok kontrol. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 ibu hamil dengan anemia yang dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing 15 responden, yaitu kelompok kontrol, dosis 1, dosis 2, dan dosis 3. Kelompok kontrol memperoleh tablet Fe, sedangkan kelompok intervensi memperoleh tablet Fe disertai ekstrak buah bit dengan tiga dosis berbeda selama 14 hari. Kadar hemoglobin diperiksa sebelum dan setelah intervensi. Analisis dalam kelompok menggunakan uji t dependen, sedangkan perbedaan peningkatan antarkelompok dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil: Rerata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok kontrol sebesar 0,29 g/dL, dosis 1 sebesar 0,76 g/dL, dosis 2 sebesar 1,22 g/dL, dan dosis 3 sebesar 1,68 g/dL. Uji t dependen menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi pada seluruh kelompok dengan nilai p<0,05. Hasil One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan antarkelompok dengan nilai F=26,411 dan p<0,001. Uji Tukey menunjukkan bahwa seluruh pasangan kelompok berbeda secara signifikan. Kesimpulan: Ekstrak buah bit berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia dan menunjukkan pola dosis–respons. Dosis 3 memberikan peningkatan kadar hemoglobin paling besar, tetapi penggunaannya tetap sebagai pendamping tablet Fe dan pelayanan antenatal sesuai standar.