Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyusun profil kecenderungan perilaku self-harm pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 30 Padang berdasarkan skor standar sebagai studi deskriptif. Self-harm merupakan perilaku melukai diri tanpa niat bunuh diri yang berfungsi sebagai mekanisme koping maladaptif untuk meredakan tekanan emosional (Nock, 2018; Walsh, 2012). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 36 peserta didik yang dipilih melalui two-stage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kecenderungan self-harm yang telah tervalidasi dengan nilai reliabilitas Cronbach's Alpha 0,960. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik berada pada kategori self-harm rendah (41,7%) dan sedang (36,1%), sedangkan 22,2% berada pada kategori tinggi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara pekerjaan orang tua dengan kategori self-harm peserta didik (p = 0,439). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku self-harm pada peserta didik SMP perlu mendapatkan perhatian melalui layanan bimbingan dan konseling yang bersifat preventif dan universal, dengan pendekatan berbasis profil psikologis tanpa pelabelan negatif. Abstract This study aims to develop a profile of self-harm behavior tendencies among seventh-grade students at SMP Negeri 30 Padang based on standard scores as a descriptive study. Self-harm is defined as deliberate self-injury without suicidal intent, serving as a maladaptive coping mechanism to relieve emotional distress (Nock, 2018; Walsh, 2012). The research used a quantitative descriptive approach with 36 students selected through two-stage cluster random sampling. A validated self-harm tendency questionnaire with a Cronbach's Alpha reliability value of 0.960 was used. The results showed that most students were in the low (41.7%) and moderate (36.1%) self-harm categories, while 22.2% were in the high category. No significant relationship was found between parental occupation and students' self-harm categories (p = 0.439). This study concludes that self-harm behavior among junior high school students requires attention through preventive and universal guidance and counseling services, using a psychological profile-based approach without negative labeling.