Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ketangguhan pengasuh di panti asuhan dalam menghadapi rekanan struktural kelembagaan dan kompleksitas trauma anak melalui analisis pengasuhan berbasis mindfulness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian dilaksanakan di sebuah panti asuhan berbasis yayasan Islam di kota Bandung. Partisipasi terdiri atas satu pengasuh, satu pengurus, dan satu kepala panti, sementara empat anak usia dini dilibatkan sebagai subjek observasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengasuhan residensial berlangsung dalam lanskap struktural yang sarat tekanan, mencakup keterbatasan finansial, ketidakseimbangan rasio pengasuh dengan anak, serta distribusi pelatihan yang tidak merata. Anak usia dini yang diasuh membawa kompleksitas trauma dari adverse childhood experience yang menciptakan tantangan relasional berlapis bagi pengasuh. Di tengah kondisi tersebut, unsur-unsur mindfulness terbukti hadir secara implisit dalam praktik pengasuhan sehari-hari, tercermin dalam orientasi nilai berbasis ibadah, responsivitas emosional, pendekatan adaptif terhadap perilaku bermasalah, dan konsistensi membangun rutinitas yang prediktabel. Ketangguhan pengasuh terbentuk dari interaksi antara motivasi transendental, kolaborasi sosial antar penghuni panti, dan kreativitas adaptif dalam memanfaatkan sumber daya terbatas. Namun demikian, kapasitas mindfulness individu terbukti rentan terkikis oleh tekanan struktural yang tidak diselesaikan secara institusional. Temuan ini menegaskan bahwa ketangguhan pengasuhan bukan semata kapasitas personal, melainkan konstruk relasional dan kontekstual yang menuntut intervensi simultan pada level individu dan struktur kelembagaan.