Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Sistem Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Air Bersih di SD N 02 Gunung Terang Muhammad Hakiem Sedo Putra; Rahma Yanda; Erlina Kurnianingtyas; Ferial Asferizal; Selma Nurul Fauziah
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2023.4.2.138-146

Abstract

Pertumbuhan manusia yang semakin meningkat seiring bertambahnya waktu menyebabkan pertumbuhan infrastruktur fasilitas umum dan sosial juga terus ditingkatkan. Sekolah sebagai salah satu fasilitas sosial masyarakat juga terus bertambah, hal tersebut menuntut tersedianya fasilitas dan kebutuhannya. Air menjadi salah satu kebutuhan mendasar manusia yang pasti digunakan setiap hari. Dengan keterbatasan alam dan permasalahan keairan menuntut sekolah untuk menyediakan alternatif penyediaan air. Pemanenan air hujan menjadi salah satu alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Selama ini kebanyakan orang mengambil air tanah, baik sumur gali atau bor, yang dapat mengakibatkan penurunan tanah dan kerusakan alam. Pemanenan air hujan diharapkan dapat menjaga air tanah dan meminimalisir kebanjiran. Sistem ini dinilai ekonomis karena sumbernya yang gratis dan instalasi sistemnya yang tidak terlalu rumit dan memakan biaya. Selain berkontribusi bagi alam, adanya instalasi pemanenan air hujan diharapkan menjadi sosialisasi secara tidak langsung bagi masyarakat umum dan dapat dicontoh bagi fasilitas sosial lainnya dalam penyediaan air.
Edukasi Hemat Air untuk Siswa SD Melalui Cerita dan Media Interaktif untuk Membangun Generasi Peduli Air Muhammad Hakiem Sedo Putra; Mutiara Ayu
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimaspen.v7i1.6907

Abstract

Krisis air bersih merupakan tantangan global yang juga dialami di Indonesia. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah menanamkan kesadaran hemat air sejak dini. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar tentang pentingnya menghemat air melalui pendekatan cerita (storytelling) dan media interaktif. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Jatimulyo, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, melibatkan 120 siswa kelas IV dan V serta 6 guru pendamping. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan materi cerita tematik, pemutaran video animasi, kuis interaktif, pemasangan poster digital di area strategis sekolah, dan tantangan “7 Hari Hemat Air” untuk siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 33% berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test. Observasi lapangan dan wawancara guru menunjukkan antusiasme siswa yang tinggi, serta perubahan sikap positif terhadap penggunaan air di sekolah. Program ini terbukti efektif membentuk pemahaman, sikap peduli, dan kebiasaan hemat air yang berkelanjutan pada siswa sekolah dasar.
Analisis Daya Rusak Aliran Permukaan Berbasis Hidrologi Forensik pada Banjir Bandang Sub DAS Way Kuripan, Lampung: Forensic Hydrological Analysis Of Surface Flow Destructiveness In Flash Flood Events: Case Study Of Way Kuripan Sub-Dash Muhammad Hakiem Sedo Putra; M. Ridho Ulya
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v6i1.135

Abstract

Flash floods are one of the most destructive forms of water destructiveness, but have not been studied quantitatively at the sub-watershed level in Indonesia. This study aims to assess the mechanism of surface flow destructive power through a forensic hydrology approach in a flash flood event in Way Kuripan Subwatershed, Lampung, which occurred in January 2024. This research combines hydrological simulation using SCS-CN and HEC-HMS methods with spatial analysis and field measurements in an integrated manner. Data on rainfall, topography, land use, and documentation of infrastructure damage were used to calculate damage parameters such as stream power and shear stress spatially. The simulation results showed that the peak discharge reached 132.5 m³/s due to extreme rainfall of 128 mm/day, while the highest stream power values exceeded 400 W/m² in steep, narrow, and low hydraulic radius channel segments. Spatial overlays between the damaging power map and field damage points showed a high match, confirming the validity of the forensic approach used in this study. The findings show that a combination of quantitative and visual spatial approaches can provide a comprehensive picture of the causation of water disasters. The forensic hydrology approach can be a powerful tool in reconstructing catastrophic events, understanding the destructive characteristics of surface flows, and supporting flood risk mitigation efforts.
Integrating Disaster Risk Management into Infrastructure Governance: A Framework for Resilient Development in Indonesia Muhammad Hakiem Sedo Putra; M. Ridho Ulya; Zainal Alim
Journal of Infrastructure Policy and Management Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM)
Publisher : PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35166/jipm.v9i1.131

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to disasters, e.g., floods, landslides, earthquakes, and volcanic eruptions; all of which pose serious risks to public infrastructure resilience. Although infrastructure investment continues to increase, disaster risk considerations are not fully integrated into infrastructure planning and governance. This study develops a conceptual framework for integrating Disaster Risk Management (DRM) into public infrastructure governance in Indonesia. Using secondary data from the National Disaster Management Agency, the Ministry of Public Works and Housing, and international development reports, the study applies a qualitative approach to examine policy frameworks, institutional arrangements, and the use of risk information in infrastructure planning. The findings show that infrastructure governance in Indonesia remains largely reactive, with limited use of hazard mapping in spatial planning and weak coordination among relevant institutions. The proposed framework emphasizes cross-sectoral coordination, systematic use of geospatial risk data, and community participation in planning and decision-making. Strengthening these mechanisms can enhance infrastructure resilience, reduce disaster-related losses, and support sustainable public infrastructure investment.
Pemetaan Daerah Sebaran Banjir Di Hilir Tanggul Way Bulok Desa Sukamara Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Muhammad Hakiem Sedo Putra; Gita Oktarina Nur Annisa; Mashuri Mashuri; Muhammad Gilang Indra Mardika
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v1i2.498

Abstract

Banjir masih menjadi salah satu permasalahan bagi masyarakat dan pemerintah yang masih terus dicari solusinya. Lampung menjadi salah satu Provinsi yang mengalami dampak banjir, salah satunya di daerah hilir tanggul Way Bulok, Desa Sukamara Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Dalam rangka pemecahan masalah banjir yang ada, tahap awal yang dapat dilakukan dengan melakukan pemetaan wilayah kerentanan banjir. Dalam hal ini tim PKM Institut Teknologi Sumatera (ITERA) berinisiasi untuk melakukan pemetaan pada daerah tersebut. Pemetaan dimulai dengan survey lokasi di daerah banjir dan sekitarnya, setelah itu di lakukan pendekatan pada aparat desa setempat untuk diajak bekerja sama sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Dilanjutkan dengan pembuatan peta oleh tim mapping PKM. Diharapkan setelah adanya peta wilayah banjir ini, masyarakat setempat dapat lebih mengantisipasi banjir setelah adanya sosialisasi dan penjelasan mengenai daerah rawan banjir dari peta kerentanan banjir oleh aparat desa. Masyarakat dapat melihat secara langsung wilayah yang rentan banjir pada saat musim penghujan sebagai upaya mitigasi bencana banjir desa. Manfaat dari peta kerentanan banjir ini juga sebagai acuan pemerintah desa dalam mengambil kebijakan desa terkait sosial infrastruktur wilayah demi kepentingan bersama masyarakat desa.
PEMILIHAN SAMPAH DI ITERA 2023: MEMBANGUN BUDAYA LINGKUNGAN BERSIH DAN BERKELANJUTAN Iwan Syahjoko Saputra; Muhammad Hakiem Sedo Putra
TeknoKreatif: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): TEKNOKREATIF : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 5 No 1
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/teknokreatif.v5i1.2118

Abstract

The community service programme entitled ‘Waste Sorting in ITERA 2023: Building a Culture of Clean and Sustainable Environment’ aims to increase awareness and participation of ITERA academic community in effective and environmentally friendly waste management. This activity was motivated by the increasing volume of waste in the campus environment and the need for more structured waste management to support the sustainability of the ecosystem. Through an educational approach and direct action in the field, this programme educates students, staff, and the surrounding community about the importance of sorting organic and inorganic waste, as well as waste utilisation through recycling and composting. The results showed that there are many variations of waste generated by the academic community on the ITERA campus. In addition, this program succeeded in analysing the amount of waste generated by the ITERA campus as well as increasing the awareness of students as the younger generation of the potential of waste and the importance of processing waste more wisely. With the success of this programme, ITERA is expected to become a role model for other educational institutions in terms of environmental management and waste reduction.