Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Dari Daun Kelor Untuk Mencegah Stunting : Assistance in Food Processing Training from Moringa Leaves to Prevent Stunting Andi Yaumil Bay R Thaifur; Jumadi; Fitriani; Eky Endriana Amiruddin; Ni’ma Meilani; Muh. Subhan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.056 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.502

Abstract

latar belakang: Berdasarkan data e-PPGBM menunjukan jumlah kasus stunting di Kota Baubau tahun 2020 sebanyak 287 kasus atau 13,4% menjadi 589 kasus atau 9,8 % di tahun 2021, dan pada tahun 2022 menjadi 716 kasus atau 8,8% .Penurunan kasus maupun prevalensi Stunting di tahun 2022 menjadi 8,8% tentunya menjadi beban yang harus bisa diselesaikan bersama oleh pemerintah maupun seluruh perangkat daerah terkait yang harus diselesaikan dengan melakukan konvergensi Stunting. Tujuan: Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat terkhusus ibu yang memiliki anak yang terkena stunting dan anak yang sulit mengonsusmi makan sayuran, dengan melakukan pengabdian pengelolaan daun kelor menjadi kue bolu. Metode: Memberikan pretest dan posttest, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu kelor, Membagikan Leaflet serta membagikan bolu kelor sebagai intervensi fisiknya Hasil: untuk uji normalitas data karena respondennya kurangnya dari 30 peserta maka yang digunakan untuk uji normalitas data Shapiro-Wilk. Hasil uji Shapiro-Wilk didapatkan bahwa data berdistribusi tidak normal karena terdapat perdeeaan normalitass antara pretest dan posttest maka tetap dikategorikan data terdistribusi normal nilai sig 0,13>0,05. Diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,02. Karena nilai 0,02 lebih besar dari >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha ditolak". Artinya tidak ada perbedaan antara PreTest dan Post Test. Kesimpulan: Pengetahuan mereka tentang bahaya stunting dan pemanfaatan daun kelor meningkat.
Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Melalui Pembuatan Bubur Kacang Merah Sebagai Strategi Penurunan Angka Stunting di Desa One Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah: Innovation In Local Food Processing Through The Production Of Red Bean Porridge As A Strategy To Reduce Stunting Rates In One Waara Village, Lakudo District, Central Buton Regency Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Irwan Amar; Rininta Andriani; Jumadi; Wa Ode Azfari Azis; Eky Endriana Amiruddin; Muh. Subhan; Fitriani; Wahyuddin; Taswin; Nurhidayati; Dahmar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9057

Abstract

Pengolahan pangan lokal di Desa One Waara masih terbilang bersifat tradisional karena dilakukan berdasarkan kebiasaan secara turun temurun. Pada umumnya pangan lokal terbanyak di desa One Waara yaitu kacang merah. Selain itu kacang merah banyak dikonsumsi masyarakat setempat sebagai makanan sehari-hari seperti sop, bubur, es kacang merah. Kejadian stunting dapat dihindari apabila mempunyai cukup pengtahuan tentang cara pemeliharaan gizi dan mengatur makanan anak. Tujuan dari Program Pengelolaan ini yaitu dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal yang melimpah di Desa One Waara. Metode yang digunakan meliputi diskusi, tanya jawab serta praktek pembuatan bubur kacang merah. Hasil kegiatan pengabdian adalah kacang merah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dari segi penampilan, warna dan rasa sehingga mempengaruhi penampilan dari produk-produk olahan, menjadikan produk olahan pangan dan dapat menjadi salah satu alternatif yang dikaitkan dengan kesehatan, meningkatnya wawasan para kelompok pengolah makanan dan kelompok ibu-ibu.
Analisis Model TOE terhadap Faktor yang Memengaruhi Keputusan UMKM di Kota Jambi dalam Mengadopsi TikTok Febri Yanti Lingga; Muh. Subhan; Mochammad Arief Hermawan Sutoyo
JURNAL PENELITIAN SISTEM INFORMASI (JPSI) Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: JURNAL PENELITIAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jpsi.v4i2.3908

Abstract

Social media platforms like TikTok have been utilized as a means of information dissemination and digital promotion due to their ability to reach a broad, interactive audience. However, the adoption rate of technology, particularly TikTok, among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Jambi City is low. This condition is influenced by limited digital literacy, lack of understanding of technology benefits, and low readiness to utilize available features. The purpose of this study is to analyze factors influencing the decision to adopt TikTok by MSMEs in Jambi City by applying the Technology-Organization-Environment (TOE) model. This study was conducted using a quantitative approach with the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method, analyzed using SmartPLS 4.0, and involving 100 MSME respondents in Jambi City. The results showed that of the three hypotheses tested, one was accepted, namely organizational factors have a positive and significant effect on TikTok adoption. In contrast, the other two hypotheses were rejected, namely technological and environmental factors do not show significant influence on the decision to adopt TikTok. These findings suggest that internal factors, such as organizational readiness and support from business owners, are the main drivers of TikTok adoption by MSMEs compared to external factors.