Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Pembangunan Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Shinta Ferlita; Eli Apud Saepudin; Putri Suci Maharani; Irvan Pajar Kurniawan; Sindi Susilawati; Riza Zidan Al Fauzan
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i2.1417

Abstract

Infrastructure development has become one of the main focuses of the Indonesian government in recent years. One of the main challenges is budget constraints. To overcome these budget limitations, the government needs to look for new sources of funding, such as through collaboration with the private sector. Another challenge is the inequality of infrastructure development. Infrastructure development in remote areas is still lagging behind compared to infrastructure development in urban areas. To overcome this, the government needs to prioritize infrastructure development in remote areas. Although there are several challenges, there are also several opportunities to improve infrastructure development in Indonesia. One of the opportunities that exists is increased investment from the private sector. The government needs to create a conducive investment climate so that private parties are interested in investing in infrastructure. Another opportunity is technological progress. New technology can be used to accelerate infrastructure development and improve infrastructure quality. Infrastructure development is one of the keys to encouraging economic growth and improving community welfare. The central and regional governments have made various efforts to improve infrastructure development in Indonesia. Although there are several challenges faced, there are also several opportunities to improve infrastructure development in Indonesia.
Analisis Prosedur Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset dalam Upaya Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Barang Milik Daerah Riza Zidan Al Fauzan; Eli Apud Saepudin; Shinta Ferlita; Mumun Komala Sari; Enong Ais Hikmatulaila; Ninda Cyntia Lestari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7148

Abstract

Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) merupakan aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel. Salah satu tahapan krusial dalam siklus pengelolaan aset adalah prosedur penghapusan dan pemindahtanganan yang bertujuan memastikan bahwa aset yang tidak lagi memiliki nilai guna dapat dikelola secara tepat guna dan tepat administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur penghapusan dan pemindahtanganan aset daerah serta menilai sejauh mana penerapannya dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan BMD. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi pada instansi pemerintah daerah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam implementasi prosedur penghapusan dan pemindahtanganan meliputi kurangnya pemahaman aparatur terhadap regulasi, proses administratif yang panjang, serta keterbatasan sistem informasi aset. Meskipun demikian, penerapan prosedur yang sesuai ketentuan perundang-undangan terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan aset melalui optimalisasi ruang penyimpanan, pengurangan biaya pemeliharaan, dan peningkatan akurasi data aset. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM, penyederhanaan prosedur, serta penguatan sistem informasi manajemen aset sebagai langkah strategis untuk mendukung pengelolaan BMD yang lebih efisien dan akuntabel.
Implementasi Pembelajaran Tajwid Terhadap Keterampilan Membaca Al-Qur’an pada Usia 9-12 Tahun di Majlis Ta’lim Subulul Falah Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Sa’adiyah Julianthi; Sifa Sulistia; Shinta Ferlita; Syifa Muasyaroh; Nurlelah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5gm35536

Abstract

Membaca Al-Qur’an harus sesuai dengan kaidah tajwid agar huruf dibaca dari makhraj yang benar serta sesuai panjang-pendek dan hukumnya. Kesalahan bacaan dapat mengubah makna. Di lapangan, terutama di wilayah pedesaan dan kalangan remaja ke atas, masih banyak yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan benar. Hal ini juga terjadi di Majlis Ta’lim Subulul Falah, Desa Sidamukti, di mana anak didik mengalami kesulitan dalam memahami tajwid, membedakan huruf hijaiyah yang mirip makhrojnya, dan belum mendapat pembelajaran tajwid yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan tajwid secara sistematis untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca AlQur’an para santri Majlis Ta’lim Subulul Falah melalui pelatihan tajwid yang terstruktur dan sistematis, agar mereka mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah makhraj, sifat huruf, dan hukum bacaan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif edukatif, di mana peserta dilibatkan aktif dalam proses pembelajaran agar tercipta suasana yang dialogis dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat seperti Observasi Awal dan Tes Kemampuan dan Penyusunan dan Penyampaian Modul Tajwid Pelatihan dilaksanakan dalam empat sesi, masing-masing berdurasi 90 menit, dengan metode ceramah, praktik, tanya jawab, dan bimbingan langsung. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan membaca AlQur’an anak-anak Majlis Ta’lim Subulul Falah melalui pembelajaran tajwid yang terstruktur dan aplikatif. Metode interaktif dan komunikatif terbukti efektif, bahkan bagi peserta tanpa latar pendidikan formal. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan penerapan tajwid secara signifikan.Untuk hasil yang berkelanjutan, disarankan adanya pendampingan rutin, pengembangan modul sederhana, dan pembentukan kelompok belajar tahsin. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual dan budaya literasi Al-Qur’an di masyarakat.
Pendampingan Tata Kelola Pemerintahanan Desa Melalui Pengarsipan Dokumen Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Shinta Ferlita; Wani Meri Amalia; Jaenal Lutfi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7nqemh63

Abstract

Pendahuluan: Desa sebagai unit pemerintahan terkecil memegang peran penting dalam pembangunan lokal, namun masih banyak menghadapi tantangan dalam tata kelola administrasi, terutama dalam pengarsipan dokumen. Arsip desa sangat penting sebagai dasar perencanaan, pengambilan keputusan, dan pertanggungjawaban publik. Di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, sistem pengarsipan masih dilakukan secara manual dan tidak terstruktur, sehingga menyulitkan pengelolaan dokumen secara efektif. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman aparatur desa, keterbatasan pelatihan, serta minimnya sarana pendukung. Oleh karena itu, pendampingan pengelolaan arsip menjadi langkah strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang tertib, transparan, dan akuntabel, serta dapat menjadi contoh bagi desa lain di sekitarnya. Tujuan: untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan Desa Sidamukti melalui pendampingan dalam pengarsipan dokumen desa secara tertib dan sistematis. Melalui kegiatan ini, aparatur desa diharapkan mampu memahami pentingnya pengelolaan arsip, menyusun dokumen sesuai standar administrasi, serta membangun sistem kearsipan yang mendukung pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan efisien. Metode: Observasi dan identifikasi masalah pengarsipan, Sosialisasi pentingnya pengarsipan, Pelatihan teknis pengelolaan arsip, Pendampingan penataan arsip fisik dan digital, Penyusunan panduan pengarsipan, Monitoring dan evaluasi berkala. Hasil: Setelah proses pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari observasi hingga pelatihan teknis dan praktik lapangan, terjadi peningkatan pemahaman serta keterampilan aparatur desa dalam mengelola arsip. Mereka mulai mampu mengidentifikasi berbagai jenis dokumen pemerintahan desa berdasarkan fungsi dan kegunaannya, seperti dokumen keuangan (RKPDes, APBDes, LPJ), surat-menyurat, dokumen kependudukan, dokumen perencanaan pembangunan, serta dokumen aset desa. Aparatur juga mulai menyusun arsip berdasarkan klasifikasi sederhana yang disepakati bersama, dan memberikan label pada map, rak, serta folder penyimpanan agar memudahkan proses pencarian. Simpulan: Kegiatan pendampingan yang dilakukan di Desa Sidamukti berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam aspek pengarsipan dokumen. Melalui pendekatan partisipatif, edukatif, dan kolaboratif, aparatur desa mampu memahami pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari sistem administrasi yang tertib, transparan, dan akuntabel. Penerapan sistem pengarsipan yang terstruktur, baik secara fisik maupun digital, memberikan kemudahan dalam pencarian data, mempercepat pelayanan, serta memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan program dan keuangan desa.
Implementasi Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang Shinta Ferlita; Try Adhi Bangsawan; Dede Qodrat Alwajir
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis, yaitu Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan implementasi kebijakan tersebut serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam penerapan SRIKANDI di lingkungan DPUPR Kota Serang. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan SRIKANDI, dilengkapi observasi dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan empat indikator teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta divalidasi melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil. Implementasi SRIKANDI di DPUPR Kota Serang tidak berjalan optimal. Sosialisasi telah dilaksanakan namun tanpa arahan formal dan keteladanan pimpinan yang konsisten, keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi menghambat peralihan penuh dari sistem manual, disposisi pelaksana menunjukkan kesenjangan antara pemahaman dan perilaku, serta struktur birokrasi belum ditopang oleh SOP tertulis dan keseragaman kode klasifikasi surat antarbidang. Kesimpulan. Ketidakoptimalan implementasi SRIKANDI bersumber dari akumulasi kelemahan pada keempat variabel implementasi kebijakan yang saling memperkuat, bukan pada satu faktor tunggal, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup komitmen pimpinan, pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan penetapan SOP tertulis.