Salsabil Najwa Azhari
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEMIOTIKA PEIRCE DALAM KUMPULAN PUISI MUSEUM MASA KECIL KARYA AVIANTI ARMAND Salsabil Najwa Azhari; Ahmad Supena; Dodi Firmansyah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i1.326

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola semiotika Charles Sanders Peirce yang ada dalam puisi Lubang di Sol Sepatu, Telepon, dan Keranjang yang terdapat dalam kumpulan puisi Museum Masa Kecil karya Avianti Armand, serta menganalisisnya untuk memahami pesan-pesan yang tersirat dalam puisi-puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 ikon, 8 indeks, dan 8 simbol yang ditemukan puisi Lubang di Sol Sepatu, Telepon, dan Keranjang karya Avianti Armand, yang terdiri atas (a) ikon ditemukan 1 frasa dan 2 kata pada puisi Lubang di Sol Sepatu, 1 frasa dan 2 kata pada puisi Telepon, serta 1 frasa dan 1 kata pada puisi Keranjang; (b) indek ditemukan 2 frasa dan 3 kata pada puisi Lubang di Sol Sepatu, 2 kata pada puisi Telepon, serta 1 frasa pada puisi Keranjang; dan (c) simbol ditemukan 2 frasa pada puisi Lubang di Sol Sepatu, 1 frasa dan 1 kata pada puisi Telepon, serta 1 frasa dan 3 kata pada puisi Keranjang.
DEIKSIS PERSONA DALAM FILM DOKUMENTER DIRTY VOTE DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Salsabil Najwa Azhari; Dase Erwin Juansah; Erwin Salpa Riansi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1566

Abstract

This study aims to describe the use of personal deixis in the documentary film Dirty Vote and its implementation in Indonesian language learning for Grade XI high school students through a teaching module on short story writing. This research employed a qualitative method. The data were collected using observation techniques, including tapping, non-participatory observation, and note-taking. The data were derived from the utterances of Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, and Feri Amsari in the documentary Dirty Vote directed by Dandhy Dwi Laksono. A total of 134 instances of personal deixis were identified, consisting of: (1) 29 first-person singular; (2) 71 first-person plural; (3) 8 second-person singular; (4) 12 third-person singular; and (5) 14 third-person plural deixis. Among these, the first-person plural deixis we appeared most frequently. Its use indicates inclusivity, in which the speaker involves the second person (the audience) in the conversation. In this study, the use of we serves as a rhetorical strategy by Bivitri, Zainal, and Feri to make the audience feel involved and become part of the film.