Utari Evy Cahyani
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Disiplin Kerja dan Etos Kerja Islam terhadap Kinerja Karyawan dengan Gaya Kepemimpinan sebagai Variabel Moderasi Fikahan Melda; Ibrahim Siregar; Utari Evy Cahyani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12555

Abstract

Kinerja karyawan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, khususnya pada sektor perbankan yang membutuhkan sumber daya manusia dengan tingkat profesionalitas, disiplin, dan tanggung jawab yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan etos kerja Islam terhadap kinerja karyawan dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel moderasi pada PT Bank Mandiri KC Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 95 karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat disiplin kerja karyawan, maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan. Selain itu, etos kerja Islam juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang menunjukkan bahwa nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kerja keras mampu meningkatkan kualitas kerja pegawai. Selanjutnya, gaya kepemimpinan terbukti mampu memoderasi pengaruh etos kerja Islam terhadap kinerja karyawan, tetapi tidak mampu memoderasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai penerapan nilai-nilai etos kerja Islam dan peran kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja karyawan pada lembaga perbankan konvensional.
Peran Mediasi Perkembangan Usaha dalam Pengaruh Zakat Produktif Terhadap Kesejahteraan Mustahik Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Padang Lawas Ahmad Husein Hasibuan; Arbanur Rasyid; Utari Evy Cahyani
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 3 (2026): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (August)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v6i3.1240

Abstract

Productive zakat is an instrument of Islamic philanthropy directed at empowering mustahik in a sustainable manner rather than merely fulfilling short-term consumptive needs. This study aims to analyze the role of business development as an intervening variable in the effect of productive zakat on mustahik welfare at the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Padang Lawas Regency. It employs an explanatory quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) processed with SmartPLS version 4.0. The sample was determined through a saturated sampling technique covering 74 mustahik who received productive zakat during 2021–2024. The results show that productive zakat has a positive and significant effect on mustahik welfare (β = 0.593; p < 0.05) and on business development (β = 0.753; p < 0.05), while business development has a positive and significant effect on mustahik welfare (β = 0.255; p < 0.05). The indirect-effect test confirms that business development partially mediates the effect of productive zakat on mustahik welfare (β = 0.192; p = 0.020) with a Variance Accounted For of 24.5%. These findings affirm that the effectiveness of productive zakat in improving welfare operates not only directly but also through strengthening mustahik business activities. The implication is that the success of productive zakat programs requires continuous business assistance rather than stopping at capital disbursement.