Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengalaman Ibu Hamil Selama Mengikuti Kelas Prenatal Yoga di Rumah Puspa Varas Devita Lola; Gusrida Umairo
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11079

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a continuous process from conception to the onset of labor. During pregnancy, it causes discomfort to the expectant mother physically and psychologically. Prenatal yoga helps build muscle strength and flexibility, and teaches women to compromise with their bodies. This paper aims to explore the experiences of pregnant women during prenatal yoga classes at Puspa Clinic. This study uses the Rapid Assessment Procedure type of research. The population in this study were 21 respondents and 1 resource person from members of the Prenatal Yoga class at Puspa House. The results stated that prenatal yoga can reduce physical complaints, sleep disturbances during pregnancy, and increase readiness for the labor process in pregnancy. It is suggested that the results of this study are expected to be a comparison and reference material for further research in the context of developing science, such as seeking new information about the benefits of attending Prenatal Yoga classes. Keywords: Prenatal Yoga, Physical Complaints, Sleep Disturbance, Labor Readiness  ABSTRAK Kehamilan adalah suatu proses yang berkelanjutan dari konsepsi sampai awal persalinan. Selama kehamilan menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil secara fisik dan psikologis. Prenatal Yogamembantu membangun kekuatan dan kelenturan otot, dan mengajarkan wanita untuk berkompromi dengan tubuhnya. Penulisan ini bertujuan untuk mengekplorasi pengalaman ibu hamil selama mengikuti kelas prenatal yoga di Klinik Puspa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Rapid Asessment Prosedur. Populasi dalam penelitian ini 21 informan dan 1 narasumber dari anggota kelas Prenatal Yoga di Rumah Puspa. Hasil penelitian menyatakan bahwa prenatal yoga dapat mengurangi keluhan fisik, gangguan tidur selama kemilan, dan  meningkatkan kesiapan proses persalinan dalam kehamilan. Disarankan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pembanding dan referensi bagi penelitian selanjutnya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, seperti mencari informasi baru mengenai manfaat mengikuti kelas Prenatal Yoga. Kata Kunci: Prenatal Yoga, Keluhan Fisik, Gangguan Tidur, Kesiapan Persalinan
Perbandingan Efektivitas Virgin Coconut Oil dan Minyak Zaitun Dalam Mengurangi Striae Gravidarum di Puskesmas Pondok Gede Jaticempaka Kota Bekasi Sofia Nastiti; Gusrida Umairo
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i4.11159

Abstract

ABSTRAK Di dunia, sekitar 66% ibu hamil mengalami stretch mark atau Striae gravidarum. Di Indonesia, angka kejadian Striae gravidarum mencapai 95% dari total ibu hamil. Kondisi kejadian Striae gravidarum ini menyebabkan ketidaknyamanan dan menurunkan rasa percaya diri, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada kecemasan kehamilan. Penggunaan virgin coconut oil dan minyak zaitun dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang alami mengatasi Striae gravidarum. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas virgin coconut oil (VCO) dengan minyak zaitun dalam mengurangi kejadian stretch mark pada ibu hamil trimester II. Riset ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan control group design with pretest and posttest design. Responden terdiri dari 32 orang ibu hamil trimester II dengan kejadian striae gravidarum yang dibagi menjadi dua kelompok sama besar sesuai intervensi. Skor observasi striae gravidarum dilakukan sebelum dan setelah intervensi dan dibandingkan. Hasil uji independent T-Test untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara intervensi virgin cocnut oil (VCO) dengan minyak zaitun didapat nilai p-value .205 (α 0.05) sehingga Ho diterima, Ha ditolak. Tidak ada perbedaan efektivitas minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap kejadian Striae gravidarum pada ibu hamil trimester II di wilayah kerja Puskesmas Pondok Gede kota Bekasi tahun 2023. Diharapkan peneliti lain dapat mencari bahan-bahan alternatif nonfarmakologis lain yang mudah dan murah dalam mengurangi kejadian striae gravidarum pada ibu hamil. Kata Kunci: Striae Gravidarum, Virgin Coconut Oil (VCO) dan Minyak Zaitun  ABSTRACT Around 66% of pregnant women worldwide experience stretch marks, also known as Striae gravidarum. In Indonesia, the incidence of Striae Gravidarum reaches 95% of the total pregnant women. This condition of Striae gravidarum occurrence causes discomfort and lowers self-confidence, which if not handled properly can lead to pregnancy-related anxiety. The use of virgin coconut oil and olive oil can serve as natural non-pharmacological interventions to address Striae gravidarum. This Purpose of Writing is to determine the comparison of the effectiveness between virgin coconut oil (VCO) and olive oil in reducing the incidence of stretch marks in pregnant women in the second trimester. This study is a quasi-experimental research with a control group design using a pretest and posttest design. The respondents consisted of 32 pregnant women in the second trimester with the occurrence of Striae gravidarum, divided into two equally sized groups according to the intervention. The observation scores of Striae gravidarum were conducted before and after the intervention and compared. The results of the independent T-Test to determine the effectiveness comparison between virgin coconut oil (VCO) and olive oil obtained a p-value of .205 (α 0.05), thus Ho is accepted, and Ha is rejected. There is no difference in the effectiveness of olive oil and Virgin Coconut Oil (VCO) on the occurrence of Striae gravidarum in pregnant women in the second trimester in the working area of Puskesmas Pondok Gede, Bekasi City, in 2023. It is hoped that other researchers can explore other easily accessible and affordable non-pharmacological alternative materials to reduce the incidence of Striae gravidarum in pregnant women.. Keywords: Striae Gravidarum, Virgin Coconut Oil (VCO), and Olive Oil
Pengaruh Preeklampsia Berat terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Balaraja Tahun 2025 Lia Rochmawati; Gusrida Umairo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56214

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia berat merupakan salah satu komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang dapat menyebabkan gangguan perfusi plasenta dan berdampak pada pertumbuhan janin. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan: Menganalisis pengaruh preeklampsia berat terhadap kejadian berat badan lahir rendah di RSUD Balaraja Tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 126 ibu bersalin dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebanyak 50% ibu mengalami preeklampsia berat dan 42,1% bayi lahir dengan BBLR. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna antara preeklampsia berat dengan kejadian BBLR (p = 0,000; p < 0,05). Nilai Odds Ratio sebesar 129,6 menunjukkan bahwa ibu dengan preeklampsia berat memiliki risiko jauh lebih tinggi melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu tanpa preeklampsia berat. Kesimpulan: Preeklampsia berat berpengaruh signifikan terhadap kejadian BBLR. Deteksi dini dan penatalaksanaan optimal pada ibu hamil dengan preeklampsia berat diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi neonatal.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Berat (Peb) di Rsud Cengkareng Tahun 2025 Gusrida Umairo; Hary Setiani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56269

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia berat (PEB) merupakan komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Kejadian PEB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko maternal, kehamilan, genetik-imunologis, serta lingkungan dan gaya hidup. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia berat di RSUD Cengkareng Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis ibu hamil dengan hipertensi di RSUD Cengkareng. Variabel independen meliputi usia ibu, paritas, indeks massa tubuh (IMT), interval kehamilan, dan riwayat preeklampsia. Variabel dependen adalah kejadian preeklampsia berat. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Usia berisiko (OR=6,43; p=0,001), multigravida (OR=2,87; p=0,008), obesitas (OR=4,33; p=0,005), interval kehamilan berisiko (OR=25,71; p=0,001), dan riwayat preeklampsia (OR=91,29; p=0,001) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklampsia berat. Kesimpulan: Faktor maternal dan obstetri berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklampsia berat. Riwayat preeklampsia merupakan faktor risiko paling dominan.
The Effectiveness of Chain Pumpkin on Improving Breast Milk Production and Increasing Baby's Weight Gusrida Umairo; Titin Kartini; Yessi Hastuti; Siti Rohmah; Siti Nurlaela Jamilah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8877

Abstract

A Breast milk is the best nutrition for babies because it is easy to digest and contains the nutrients needed for growth and immunity. This research aims to determine the effectiveness of chayote in smoothing breast milk production and increasing baby weight. This research uses a two group pretest-posttest design method without a control group, with measurements taken before and after treatment. The independent variable is the method of consuming chayote, while the dependent variable is the smooth production of breast milk and the increase in baby weight. This research produced information that the P-Value value obtained for increasing the smoothness of breast milk production (0.000 for boiled chayote and 0.001 for fried chayote) showed a significant difference. The P-Value value obtained for increasing baby weight (0.000 for boiled chayote and 0.003 for fried chayote) shows a significant difference. Based on these data findings, breastfeeding mothers are expected to consume chayote, both boiled and fried, as part of their diet to support smooth breast milk production and baby growth.
Effects of Pelvic Rocking and Deep Breathing Relaxation Exercises on the Progression of the Active Phase of the First Stage of Labor Gusrida Umairo; Lutfi Nurjanah; Indriyani Suntara; Jati Prasetianingsih; Liesiana Puspasari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8879

Abstract

Prolonged labor or undeveloped labor is one of the complications in childbirth. Where prolonged labor is labor that lasts more than 24 hours in primi and more than 18 hours in multi. The purpose of this research is for the Influence of Pelvic Rocking Exercise and Slow Deep Breathing Relaxation on the Progress of the First Stage of Labor among mothers giving birth in Indonesia in 2024. Research methods This is a pre experimental quantitative research with a group compilation statistical design. The data analysis used is univariate and bivariate analysis using the Mann Whitney hypothesis test, which is a non-parametric test that measures differences equivalent to the independent T test in parametric measurements. The p-value result was 0.000. This shows that there is a significant influence of pelvic rocking exercise and slow deep breathing relaxation on the progress of the first stage of labor in 2024. This pelvic rocking exercise and slow deep breathing relaxation intervention can be applied by the birthing mother so that the mother can give birth safely, comfortably and in a quicker time than without intervention.
Analisis Faktor Resiko Kejadian Hemoragik Postpartum (HPP) di RS Bun Kosambi Tahun 2025 Shelly Utami Handayani; Gusrida Umairo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56274

Abstract

Latar Belakang: Hemoragik Postpartum (HPP) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia maupun di Indonesia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. HPP didefinisikan sebagai perdarahan ≥500 ml setelah persalinan pervaginam atau ≥1.000 ml setelah persalinan sectio caesarea yang dapat terjadi akibat berbagai faktor risiko, seperti atonia uteri, jarak kehamilan yang tidak ideal, paritas, usia ibu, riwayat anemia, serta komplikasi obstetri lainnya. Tujuan: Untuk Mengetahui Faktor Resiko Kejadian Hemorogik Postpartum (HPP) di RS Bun Kosambi Tahun 2026. Metode: pengambilan data rekam medis ibu bersalin dalam kurun waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk memperoleh data yang representatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, jika tidak memenuhi syarat maka akan dilanjutkan dengan uji fisher exact test SPSS. Hasil: Terdapat hubungan paritas, jarak kehamilan, riwayat anemia dengan Kejadian Hemorogik Postpartum (HPP) dengan p value 0,000, namun tidak terdapat hubungan umur ibu dengan Kejadian Hemorogik Postpartum (HPP) dengan p value 0,449. Kesimpulan dan Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih memfokuskan upaya pencegahan HPP pada faktor obstetri langsung, seperti pencegahan atonia uteri, penerapan manajemen aktif kala III persalinan, serta deteksi dini dan penanganan cepat perdarahan postpartum.