Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan ayah dalam pendidikan anak usia dini yang selama ini cenderung terabaikan. Ayah sering dipersepsikan hanya sebagai pencari nafkah, padahal secara psikologis dan spiritual memiliki peran krusial dalam menuntun anak mencapai perkembangan optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kegiatan main bareng ayah berbasis piramida pembelajaran di TK Raudlatul Jannah Sidoarjo serta menganalisis kontribusinya terhadap penuntasan tahap perkembangan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus dengan melibatkan anak kelompok B, ayah, dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berulang, didukung triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan main bareng ayah berkontribusi nyata terhadap peningkatan perkembangan anak dalam aspek nilai agama dan moral, sosial-emosional, bahasa, kognitif, motorik, dan seni. Aktivitas seperti membaca bersama, bermain peran, eksperimen sederhana, dan diskusi keluarga menciptakan pembelajaran kontekstual yang menyenangkan serta meningkatkan retensi belajar sesuai prinsip piramida pembelajaran. Temuan ini memperkuat teori ekologi Bronfenbrenner tentang peran keluarga sebagai lingkungan utama perkembangan anak dan sejalan dengan nilai-nilai Islam mengenai tanggung jawab ayah dalam pendidikan keluarga. Kegiatan main bareng ayah direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran berbasis keluarga untuk mendukung Gerakan PAUD Berkualitas di Indonesia.