Maria Lufransiya Bribin
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Karakter Warga Negara Digital dan Pendidikan Hukum Global Menuju Indonesia Emas 2045 Mitra Permatasari; Zindan Baynal Hubi; Heny Mulyani; Nisrina Nurul Insani; Maria Lufransiya Bribin
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2024): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v4i1.2099

Abstract

Era globalisasi saat ini menunjukkan segala sesuatu mengalami dinamika dan perkembangan kearah digital, termasuk kewarganegaran digital yang eksis di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini membangun karakter warga negara digital dan pendidikan hukum global yang berkualitas menuju masa depan Indonesia Emas 2045. Jenis penelitian menggunakan penelitian studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan membangun karakter warga negara digital dan pendidikan hukum global sangat penting melalui digital literasi. Digital literasi sebagai realitas untuk dapat mengimbangi kemajuan zaman sesuai dengan kondisi global menuju Indonesia emas pada tahun 2045. Kewarganegaraan digital merupakan media yang sangat sentral dalam mempersiapkan generasi emas terutama karakternya. UNESCO menetapkan visi pendidikan kewarganegaraan global di seluruh dunia yang berfokus pada pentingnya membangun warga negara digital yang sadar literasi. Kewarganegaraan digital dalam agenda global mencerminkan komitmen terhadap pengembangan kualitas pendidikan untuk pemahaman internasional. Pendidikan kewarganegaraan digital dan pendidikan hukum global sangat penting memberikan kesempatan kepada generasi emas untuk mengeksplorasi wawasan dalam konteks yang lebih luas dengan kualitas yang berkemajuan.
THE "CREATIVE HOURS" MODEL BASED ON THE LEARNING CYCLE AS A VEHICLE FOR THE GROWTH OF STUDENTS' ENTREPRENEURIAL SPIRIT: A CASE STUDY AT SANTA URSULA JUNIOR HIGH SCHOOL BANDUNG Maria Lufransiya Bribin; Dadang Sundawa; Asep Mahpudz; Daud Yefkanius Nassa
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8788

Abstract

This study aims to describe and analyze the “Creative Hours” learning model centered on a learning cycle as a vehicle for cultivating the entrepreneurial spirit of students in an entrepreneurship-based school. A qualitative approach with a case study design was employed at SMP Santa Ursula Bandung. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with the entrepreneurship team, accompanying teachers, and the principal, as well as documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the “Creative Hours” model rests on three components curriculum, process, and evaluation operationalized through five learning-cycle stages: exploring, planning, doing, communicating, and reflecting. Across these stages the school instills fifteen entrepreneurial values that can be grouped into self-regulation values, creative-innovative values, social-collaborative values, perseverance values, and honesty as a moral anchor. The model’s distinctiveness lies in a 60% weighting for character assessment that exceeds the weighting for knowledge and skills, the integration of the entrepreneurship curriculum with the school’s core values, and the presence of an authentic audience (parents) at the communication stage. The study concludes that a structured, character-oriented learning cycle functions effectively as a vehicle for cultivating entrepreneurial spirit and can serve as a reference model for developing entrepreneurship-based learning in other educational units.