Abdul Rahman
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO AKAD MURABAHAH PRODUK PEMBIAYAAN BNI OTO IB HASANAH DI BSI TANGERANG 2 PADA MASA PANDEMI COVID-19 Mariya Ulpah; Abdul Rahman
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 5 No 2 (2022): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v5i2.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dalam manajemen risiko akad murabahah dan pengelolaan serta penerapan manajemen risiko akad murabahah pada produk pembiayaan BNI oto Ib Hasanah di Bank Syariah Indonesia KC Tangerang 2. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dari penelitian ini dihimpun dari dokumen internal Bank Syariah Indonesia berupa file, wawancara secara langsung dengan pihak bank yang menangani pembiayaan murabahah, serta dari sumber-sumber pendukung seperti buku, website OJK dan sumber lainnya.Yang kemudian dianalisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis manajemen risiko akad ini telah diajalankan dengan baik dimana selain adanya perencanaan manajemen risiko yang didukung oleh pemerintah dengan pembuatan aturan OJK yaitu dalam Peraturan OJK No.36/PJOK.02/2020 dan dalam peraturan OJK NO.11/PJOK.03/2020 serta adannya tambahan mitigasi risiko dari pihak Bank Syariah Indonesia sendiri yang lebih efektif diterapkan. Adapun dalam pengelolaan dan penerapannya Bank Syariah Indonesia telah melakukan mitigasi risiko yang baik dibuktikan dengan laporan data nasabah pembiayaan BNI Oto Ib Hasanah bahwa nsabah dari 2018 hingga 2021 ini tidak ada yang mengalami gagal bayar sekalipun adanya pandemic Covid-19. Adapun hingga April 2021 terdapat 3 nasabah baru yang melakukan pembiayaan Oto Iib Hasanah di Bank Syariah Indonesia KC Tangerang 2. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya perencanaan, pengelolaan dan penerapan yang baik dari Bank Syariah Indonesia KC Tangerang 2, nasabah pembiayaan BNI Oto Ib Hasanah tidak ada yang mengalami gagal bayar dimasa Pandemi Covid-19 ini.
URGENSI PENERAPAN ISO 27001 PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Abdul Rahman; Fachrurozi Fachrurozi; Safitri Safitri
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 7 No 1 (2024): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v7i1.640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi pentingnya penerapan ISO 27001 tentang sistem manajemen keamanan informasi untuk kalangan industri perbankan syariah di Indonesia. Implementasi ISO 27001 pada industri perbankan syariah sangatlah penting agar industri yang sedang berkembang pesat di Indonesia ini bisa mengantisipasi dan terhindar dari bahaya serangan cyber yang tentunya akan merugikan banyak pihak utamanya nasabah dari bank syariah itu sendiri. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder yang terdiri dari artikel, buku dan dokumen terkait perbankan syariah serta ISO 27001. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa: 1) Penerapan ISO 27001 tentang sistem manajemen keamanan informasi bagi industri perbankan syariah di Indonesia sangatlah penting dalam menjaga imunitas sistem keamanan informasi di bank syariah; 2) Melalui pendekatan berbasis risiko, bank syariah dapat melindungi aset informasi, menjaga keamanan fisik dan personel, serta mengelola akses ke sistem informasi; 3) ISO 27001 mendorong pengawasan dan perbaikan terus-menerus dan dengan mengimplementasikan standar ini bank syariah dapat meningkatkan keamanan informasi dan melindungi informasi penting mereka dengan lebih efektif; 4) Bank syariah yang mematuhi standar yang diakui secara internasional ini menunjukkan dedikasinya dalam melindungi data sensitif dan menjaga kepatuhan terhadap peraturan, serta menanamkan kepercayaan pada klien dan pemangku kepentingan.
SISTEM REWARDS PADA PENJUALAN BISNIS HERBALIFE DI CLUB YOLA CERIA JAKARTA BARAT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Niswati Fauziah; Suliyono Suliyono; Abdul Rahman
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 7 No 2 (2024): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v7i2.700

Abstract

Fokus penelitian ini menjelaskan tentang pemberian rewards pada produk penjualan Herbalife yang ada di Club Yola Ceria Jakarta Barat. Sistem penjualan Herbalife seperti ini merupakan bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang juga bagian dari aspek kegiatan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian lapangan yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis karena data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis melainkan hasil analisis itu berupa deskripsi dari gejala diamati yakni sistem rewards pada penjualan bisnis Herbalife. Penelitian menemukan sistem rewards penjualan bisnis Herbalife setiap produk Herbalife memiliki nilai volume point yang besarnya sama di seluruh negara. Volume point tersebut yang akan menentukan royalty dan bonus yang akan di dapatkan oleh pembisnis sehingga tidak ada pihak rugikan karena masing-masing akan mendapatkan sesuai dengan kontribusinya. Hal ini sesuai dalam hukum Islam mempunyai prinsip dalam berbisnis harus terbebas dari unsur dharar (bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zhulm (merugikan atau tidak adil) terhadap salah satu pihak. Oleh karena itu, sistem pemberian bonus harus adil, dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. maka dapat disimpulkan Bisnis herbalife terbebas dari unsur MAGHRIB yaitu Maysir (judi), Gharar (penipuan), Riba (bunga), dan Bathil.