Rr. Retno Handasah
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi peran guru dalam deteksi dini hambatan belajar dan perkembangan anak di taman kanak-kanak Rr. Retno Handasah; Sally Putri Karisma; Yuliana Yuliana; Praditya Nur Rizki Adriana Putri
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 26, No 2 (2026): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.07300

Abstract

Early identification of learning barriers and developmental delays during the preschool years determines whether children receive timely stimulation, yet many early childhood educators in eastern Indonesia lack structured knowledge of developmental indicators and screening procedures. This community service programme aimed to strengthen the capacity of kindergarten teachers to recognise early signs of learning and developmental difficulties and to act on them collaboratively with parents. The activity was conducted at TK Kemala Bhayangkari 04 Sentani, Jayapura Regency, Papua, and involved forty kindergarten teachers. The intervention combined a seminar on child growth, development and learning barriers, a demonstration of simple observation and screening instruments, and a moderated sharing session. Evaluation employed a knowledge pre-test and post-test, a satisfaction questionnaire, structured observation, and documentation. Mean knowledge scores rose from 59.00 to 79.00, a normalised gain of 0.49 in the moderate category, and the difference was statistically significant with a large effect size. All participants reached the mastery threshold after the seminar; 80% reported heightened awareness of early detection as a core professional role; 75.3% showed improved ability to identify early warning signs; and 84.5% expressed satisfaction. The programme yielded a teacher-parent collaborative framework that the partner school can institutionalise for routine developmental monitoring
Pengaruh Loneliness Dan Self-Control Terhadap Motivasi Untuk Melakukan Self-Harm Pada Lansia Di Kecamatan Abepura Sally Putri Karisma; Rr. Retno Handasah; Ermelinda Yersin Putri Larung; Mifta Fariz Prima Putra; Donal Saputra; Delila Anggelina Nahak Seran
PEDAGOGIKA Vol 16 No 2 (2025): Vol 16 No 2 2025: Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v16i2.4392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh loneliness (kesepian) dan self-control (pengendalian diri) terhadap motivasi melakukan self-harm pada lansia di Kecamatan Abepura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive random sampling dan terdiri dari lansia berusia 60–74 tahun yang terindikasi memiliki riwayat atau indikasi perilaku self-harm. Instrumen yang digunakan meliputi UCLA Loneliness Scale, Skala Self-Control, dan Skala Motivasi Self-Harm yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi berganda (R) sebesar 0,149 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,022. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya 2,2% variasi motivasi self-harm dapat dijelaskan oleh loneliness dan self-control, sementara 97,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 0,308 dengan signifikansi 0,737 (>0,05), sehingga secara bersama-sama loneliness dan self-control tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi melakukan self-harm. Uji parsial juga menunjukkan hasil serupa, di mana loneliness (sig. 0,493) dan self-control (sig. 0,735) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi self-harm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa loneliness dan self-control bukanlah prediktor utama motivasi self-harm pada lansia di Kecamatan Abepura. Faktor-faktor lain, seperti dukungan sosial, kondisi kesehatan fisik, pengalaman hidup, maupun aspek religiusitas, kemungkinan memiliki kontribusi yang lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut dengan variabel yang lebih luas serta pendekatan mixed-method untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.