Hasmiati
Universitas Islam Ahmad Dahlan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Balangnipa Sajadah; Hasmiati; Laeli Qadrianti
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Di SDN 1 Balangnipa (2) Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik di SDN 1 Balangnipa. Objek penelitian ini adalah Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pelaksanaan pembelajaran dan faktor pengdukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka belajar. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (drawing conclusions). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi kurikulum merdeka belajar di SDN 1 Balangnipa dilakukan melalui beberapa tahap, antara lain: a) perencanaan pembelajaran, perencanaan yang dilakukan guru yaitu dengan berkolaborasi melalui diskusi terkait capaian pembelajaran (CP), penentuan tujuan, penyusunan alur tujuan (ATP) dan modul ajar untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, b) pelaksanaan pembelajaran, guru melaksanakan pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran berbasis simulasi dan melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi, c) evaluasi pembelajaran, guru melakukan evaluasi secara menyeluruh, dimulai dari stuktur kurikulum, pembelajaran, assesmen, penggunaan perangkat ajar hingga Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). (2) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kurikulum merdeka belajar, faktor pendukung yaitu dari penjelasan narasumber dalam temuan penelitian adanya platform merdeka mengajar sangat membatu kepala sekolah, guru dan peserta didik mengatasi permasalahan yang mereka hadapi serta adanya buku-buku kurikulum merdeka, diskusi antar guru dan webinar, selain itu faktor penghambat kurangnya waktu guru untuk belajar menggunakan platform merdeka mengajar secara optimal.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD Negeri 3 Balangnipa Andi Besse Rizka Amalyah; Hasmiati; Nurhasanah; Jamaluddin
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol 1. No.2 (2024) : November 2024
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v1i2.249

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau biasa disingkat dengan P5 merupakan upaya untuk mendorong mutu pendidikan di Indonesia yang menitik beratkan pada karakter peserta didik. Kegiatan ini dilakukan melalui kokurikuler atau aktivitas berbasis proyek di luar jam pelajaran untuk memperkuat kompetensi dan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini difokuskan pada implementasi P5 dalam mengembangkan karakter kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah dan guru di SD Negeri 3 Balangnipa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di SD Negeri 3 Balangnipa meliputi beberapa tahap, yaitu: a) membentuk tim fasilitator, b) mengidentifikasi kesiapan satuan pendidikan, c) merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu untuk proyek, d) menyusun modul proyek, dan e) merancang strategi pelaporan hasil (2) Adapun selama tahap pelaksanaan, beberapa kegiatan dilakukan untuk mengembangkan dimensi kreatif siswa, seperti permainan dan olahraga, seni tari, kegiatan proyek, serta pameran karya. Kegiatan-kegiatan tersebut membantu mengembangkan kreativitas siswa, yang ditandai dengan kemampuan mereka menghasilkan ide orisinal, karya dan tindakan yang unik, serta fleksibilitas dalam mencari solusi alternatif untuk masalah.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Membangun Motivasi Belajar Peserta Didik di SDN 24 Biringere Nur Khafifah; Hasmiati; Anggy Heriyanti
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 1 No. 1 (2024) : Mei 2024
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v1i1.246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dan orang tua dalam membangun motivasi belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat bagi guru dan orang tua dalam membangun motivasi belajar siswa di SDN 24 Biringere, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian meliputi guru dan orang tua siswa SDN 24 Biringere, sementara objek penelitiannya adalah peran guru dan orang tua dalam membangun motivasi belajar siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam membangun motivasi belajar siswa meliputi: (a) mendorong siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar; (b) bersikap terbuka terhadap siswa; (c) menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan inovatif; (d) meningkatkan antusiasme dan semangat belajar siswa; (e) membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar; (f) mengembangkan potensi siswa secara optimal; dan (g) memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi. Peran orang tua dalam membangun motivasi belajar siswa mencakup: (a) memberikan hadiah; (b) memberikan pujian; (c) mendampingi anak belajar di rumah; dan (d) memberikan hukuman bila diperlukan. Faktor pendukung motivasi belajar siswa meliputi sarana dan prasarana sekolah yang mendukung, motivasi internal siswa, dorongan dari orang tua, serta pemberian hadiah yang menyenangkan siswa. Sedangkan faktor penghambatnya termasuk faktor internal dari siswa itu sendiri, kurangnya kerjasama antara guru dan orang tua, serta penggunaan teknologi handphone di kalangan siswa.
Pembinaan Sadar Baca dengan Metode AISM di SDN 112 Sattulu Desa Pattongko Dita; Hasmiati
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v1i2.507

Abstract

Kemampuan membaca di kelas awal memegang peranan penting sebagai dasar atau landasan bagi keberhasilan kegiatan akademik peserta didik. Jika pembelajaran membaca di tahun-tahun awal kurang solid, di masa depan akan sulit bagi siswa untuk memperoleh keterampilan membaca yang memadai. Membaca merupakan salah satu kemampuan berbahasa tulis, yang bermanfaat bagi perkembangan membaca permulaan anak. Peserta didik belajar melalui metode buku AISM, dengan membaca suku kata tanda dieja. Anak-anak belajar membaca secara bertahap dari membaca suku kata bervokal a,i,u,e,o sampai pada huruf mati yang diharapkan nanti anak dapat membaca kata dengan lancar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kondisi suatu konteks atau kondisi siswa di SDN 112 Sattulu Desa Pattongko yang mengalami kesulitan dalam membaca. Dengan metode membaca AISM ini dapat memudahkan Peserta Didik dalam membaca persuku kata. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Service Learning merupakan metode pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan antara kegiatan akademis di kampus yang diiplementasikan ke komunitas masyarakat, sehingga mahasiswa dapat mengimplementasikan kompetensi yang diperolehnya dari mata kuliah yang sudah dipelajarinya kepada masayarakat. Langkah –langkah Service Learning adalah 1) Persiapan awal dengan melakukan sosialisasi (sosialisasi program kepada pihak masyarakat untuk menjadi mitra); 2) Persiapan kegiatan (sosialisasi dan koordinasi kegiatan dengan mitra); 3) Pelaksanaan PKM (mahasiswa mempraktikkan ateri yang sudah didapat di kelas kepada para peserta dengan cara memeberikan pendampingan dalam setiap kelompok yang sudah dibentuk); 4) Monev (monitoring dan evaluasi hasil pengabdian). Adapun hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan hadirnya metode AISM ini, dapat menjadi alternatif terbaru yang dapat memudahkan pendidik dalam mengajarkan peserta didik untuk mengenal huruf dengan persuku kata atapun mengenal huruf vokal dan konsonan dengan mudah karna dilengkapi dengan gambar-gambar yang mendukung bahan bacaan tersebut dan bahan bacaan Islami yang menuntun peserta didik untuk mengenal ajaran Islam dasar secara bertahap dan perlahan.