Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Kondisi Mangrove di Pesisir Kabupaten Cirebon Sri Wahyuningsih; Feti Fatimatuzzahroh
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.819 KB)

Abstract

Kerusakan dan degradasi hutan mangrove karena tekanan pembangunan danmenurunnya daya dukung lingkungan menjadi salah satu penyebab utama kerentananwilayah pesisir. Pesisir Kabupaten Cirebon merupakan salah satu pesisir dengankeadaan mangrove mengkhawatirkan. Pasalnya Kabupaten Cirebon hanya mempunyaimangrove dengan luas 1.780 ha dengan kondisi rusak 480 ha, kondisi sedang 200 hadan rehabilitasi hanya 100 ha. Hal tersebut menunjukkan mirisnya kondisi mangroveyang akan berpengaruh pada menurunnya kualitas lingkungan pesisir. Sebagaimanadiketahui bahwa mangrove mempunyai banyak sekali fungsi sosial, ekologi danekonomi. Selain sebagai habitat bagi berbagai spesies ikan, kerang, dan udang,mangrove juga berperan dalam menentukan kualitas air, menurunkan tingkat intrusiair laut dan meredam gelombang laut sehingga mampu melindungi pesisir dari abrasi.Paper ini mereview kondisi mangrove di pesisir Kabupaten Cirebon berdasarkanbeberapa jurnal. Minimnya penelitian mengenai mangrove di pesisir KabupatenCirebon merupakan salah satu faktor yang menghambat dalam membuat strategipengelolaan mangrove dan pengembangannya.Kata kunci: Ekosistem Mangrove, Pengelolaan, Pesisir, Kabupaten Cirebon
Amonia Pada Sistem Budidaya Ikan Wahyuningsih, Sri; Gitarama, Arbi Mei
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.352 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i2.929

Abstract

Budidaya ikan merupakan bagian dari penyuplai utama ketersediaan ikan bagi masyarakat selain dari hasil tangkapan alam. Pertumbuhan kegiatan budidaya ikan yang sangat cepat di berbagai negara memungkinkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani dari daging ikan. Seiring berjalannya kegiatan, budidaya ikan juga dapat menghasilkan produk sampingan berupa amonia yang dapat mengganggu sistem budidaya ikan. Hal ini dikarenakan amonia bersifat toksik bagi ikan di perairan. Terutama amonia dalam bentuk NH3, ion ini tidak bermuatan dan larut dalam lemak sehingga lebih mudah terserap dalam tubuh ikan dan menggganggu metabolisme. Kadar amonia dapat beracun bagi ikan yang dibudidayakan secara komersil pada konsentrasi diatas 1.5 mg/l, bahkan dalam kondisi ekstrim konsentrasi yang dapat diterima hanya 0.025 mg/l. Paper ini mereview profil dinamika amonia dalam air pada sistem budidaya ikan berdasarkan studi-studi yang telah ada. Perlunya manajemen kualitas air dalam sistem budidaya ikan yang dapat meminimalisir kadar amonia dalam air sehingga tidak bersifat toksik bagi ikan dan dapat meningkatkan jumlah produksi ikan dalam suatu siklus budidaya ikan.Kata kunci: Amonia, Sistem Budidaya, Toksisitas