Fridolin Vrosansen Borolla
Universitas Pattimura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Diri dan Disposisi Matematis: Bagaimana Hubungan Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar? Fridolin Vrosansen Borolla; Sumarah Suryaningrum; Hediaty La Sitiman
Bima Journal of Elementary Education Vol 1 No 2 (2023): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v1i2.1219

Abstract

The research objective was to determine the relationship between self-concept and learning outcomes, determine the relationship between mathematical dispositions and learning outcomes, and determine the relationship between self-concept and mathematical disposition on learning outcomes. The study used a survey method with correlation techniques for fourth-grade students. The results showed that 1) there was a positive relationship between self-concept and learning outcomes; 2) there is a positive relationship between mathematical dispositions and student learning outcomes, and 3) there is a positive relationship between self-concept and mathematical dispositions on learning outcomes. Thus, the study results can be concluded that the learning outcomes of elementary school students have a positive relationship between self-concept and mathematical disposition
Kesadaran Politik Mahasiswa Pemilih Pemula PPKn Universitas Nusa Cendana pada Pemilu Presiden 2024 Thomas Kemil Masi; Anjulin Yonatan Kamlasi; Petrik Yohanes Meok; Fridolin Vrosansen Borolla
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.26000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesadaran politik mahasiswa pemilih pemula Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Nusa Cendana dalam mengikuti Pemilihan Presiden 2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya partisipasi politik generasi muda sebagai agen perubahan yang menentukan kualitas demokrasi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah mahasiswa PPKn angkatan 2022–2024, dengan data diperoleh melalui wawancara, kuesioner Google Form, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran politik mahasiswa pemilih pemula berada pada kategori tinggi. Hal ini terlihat dari indikator pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku. Mahasiswa memahami konsep politik dan demokrasi, menyadari pentingnya hak pilih, serta menunjukkan sikap kritis terhadap informasi politik, khususnya di media sosial. Selain itu, mereka aktif dalam menggunakan hak pilih dan terlibat dalam kegiatan politik, baik formal maupun non-formal. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan politik yang tepat di lingkungan kampus dan media sosial berkontribusi signifikan dalam membentuk kesadaran politik mahasiswa.
Rekonstruksi Etika Berbahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal: Tinjauan Literatur Integratif pada Komunitas Adat di Nusantara Fridolin Vrosansen Borolla; Sumarah Suryaningrum; Theofilia E. Leunupun; Salsa Bugis
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4792

Abstract

Penelitian ini mengkaji dialektika kearifan lokal dan etika berbahasa Indonesia di tengah pergeseran bahasa pada masyarakat adat. Menggunakan metode kualitatif integrative literature review dengan kerangka struktural fungsional Talcott Parsons (AGIL), kajian ini mensintesis dinamika kebahasaan di komunitas Baduy, Bali, dan Madura. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat adat merespons hegemoni bahasa nasional bukan dengan resistensi, melainkan melalui strategi adaptasi sistemik: kedwibahasaan untuk mempertahankan kesantunan, tabu bahasa untuk harmoni ekologis, dan orkestrasi tokoh adat serta folklor untuk transmisi nilai antargenerasi. Temuan fundamental merekonstruksi konsep berbahasa “baik dan benar” dari kepatuhan gramatikal semata menjadi ketepatan kontekstual dan kesantunan moral. Kearifan lokal bertransformasi menjadi fondasi etika yang memperkaya bahasa Indonesia, mengubahnya dari alat asimilasi menjadi medium ekspresi identitas yang mulia. Implikasinya, kebijakan pedagogis harus mengintegrasikan leksikon kebudayaan dan tradisi lisan ke dalam pendidikan karakter, memastikan generasi penerus tidak hanya kompeten secara linguistik, tetapi juga berakar kuat pada identitas kebangsaan.