Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Digital Marketing dan Diferensiasi Produk bagi UMKM Kopine Inyong di Desa Melung Agung Prasetyo; Ilham Albana; R. Satria Setyanugraha; Hanif Fadhil Abdullah; Sugeng Pambudi
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2122

Abstract

The Kopine Inyong MSME in Melung Village struggles with limited product innovation, simple marketing, and manual business management. This community service aims to improve competitiveness through packaging innovation, digital marketing, and business digitization. Activities include training, packaging design, and digital record-keeping. The program resulted in new sachet and Ready-to-Drink (RTD) products, better digital promotion skills, and more efficient management. It strengthened MSME independence and supported the local economy.
PELATIHAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMASARAN PARIWISATA DAN PEMAHAMAN PENTINGNYA LEGALITAS HUKUM PIRT PADA PRODAK UMKM : STUDI KASUS DESA WISATA CIKAKAK R. Satria Setyanugraha; Widadatul Ulya
Perwira Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v2i2.120

Abstract

Pelatihan ini membahas media digital di bidang pariwisata yang mengangkat unsur-unsur lingkungan sebagai daya tariknya. Konsep back to nature memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebagai penghasil devisa bagi negara. Desa Wisata Cikakak juga dikembangkan untuk menarik wisatawan nasional untuk meningkatkan pendapatan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penggunaan media digital dalam komunikasi pemasaran di Desa Wisata Cikakak serta implikasinya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran tentang Desa Wisata Cikakak menarik dan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan orang untuk datang. Melalui media digital diunggah berbagai informasi untuk memasarkan Desa Wisata Cikakak yang layak dikunjungi. Penggunaan beragam platform digital yaitu facebook, Instagram dan Youtube untuk memasarkannya dinilai efektif karena mampu menyebarkan konten yang cukup memberikan gambaran tentang Desa Wisata Cikakak, dan memiliki kemasan konten yang menarik karena terdiri dari beragam format baik teks, foto maupun video. Semakin banyak orang yang berkunjung baik internasional, nasional dan lokal, dan berkembangnya bentuk-bentuk wisata yang ditawarkan merupakan salah satu bukti efektivitas komunikasi pemasaran yang diperoleh. Keberhasilan komunikasi pemasaran yang dilakukan tidak saja memberi banyak peluang bagi pengembangan Desa Wisata Cikakak dan masyarakat sekitarnya akan tetapi juga menghadirkan tantangan terkait keberadaan dan dampaknya pada masyarakat maupun keberlangsungannya. Terdapat tantangan terkait dengan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, keterbatasan guide untuk memandu wisatawan asing, serta kesadaran masyarakat menghindari konflik terkait dengan isu ekonomi dan perbedaan pandangan dalam memahami keberadaan Desa Wisata Cikakak serta implikasinya pada masyarakat dan lingkungannya.
STUDI PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM DALAM TRANSAKSI TABUNGAN EMAS DIGITAL PLUANG DAN INDOGOLD: Studi Perbadingan Pada Aplikasi Pluang dan Indogold Widadatul Ulya; Hana Afifah; R. Satria Setyanugraha
Perwira Journal of Economics & Business Vol 3 No 01 (2023)
Publisher : UNPERBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjeb.v3i01.177

Abstract

The interest of the Indonesian people to save gold digitally is getting higher, amid the rise of illegal digital financial institutions. PT PG Berjangka sells Digital Gold Savings products through the Pluang, while PT Indogold Solusi Gadai through the Indogold. PT PG Futures has been registered with CoFTRA and the Futures Clearing House, but PT Indogold Solusi Gadai has not been registered with CoFTRA and also with the Futures Clearing House, even its registered status with the OJK is no longer valid and it is recommended to apply for a permit to the OJK under another work unit. Therefore, researchers are interested in conducting research on legal protection in digital gold savings transactions. This study uses an empirical juridical approach. From the results of the study, it was concluded that the laws and regulations in Indonesia had preventively provided legal protection in Pluang and Indogold digital gold saving transactions. However, Indogold consumers do not get the protection as referred to in the CoFTRA Regulation concerning Technical Provisions for the Implementation of the Digital Gold Physical Market on the Futures Exchange.
Representasi Budaya pada Event Lengger Bicara untuk Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Banyumas R. Satria Setyanugraha; Ansaresi Alfajri Laksawukir; Daffa Antar Panggayuh
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v5i3.7395

Abstract

This study explores how cultural representation in the “Lengger Bicara” event in Banyumas Regency contributes to increasing tourist interest and visitation. Using Stuart Hall’s (1997) theory of Cultural Representation, the research analyzes how the cultural meaning of Lengger is constructed through social media, traditional symbols, the creation of cultural identity, and power relations in its presentation. It also investigates how the Lengger culture of Banyumas is constructed, symbolized, and promoted via social media platforms and the official Lengger Bicara website. Data were collected through document analysis, virtual observation, and social media analysis. The findings reveal that Lengger Bicara has successfully reimagined the image of Banyumas’s Lengger as attractive, majestic, and relevant to contemporary times through cross-disciplinary artistic collaborations, the influence of national figures, and the support of both governmental and private institutions. This representation generates a renewed cultural identity for Banyumas and fosters the growth of culture-based tourism. Employing a qualitative descriptive approach and critical discourse analysis, data were obtained from social media documentation, official websites, and media publications. The results indicate that the representation of Lengger Banyumas is framed in a grand and modern manner, using effective cultural communication strategies and multi-level collaborations, thereby enhancing its appeal to both domestic and international tourists.