Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Persepsi Harga Produk Marketplace Tokopedia dalam Perspektif Bauran Pemasaran 7P dan Hukum Perlindungan Konsumen Widadatul Ulya; Reza Rahmadi Hasibuan; Hana Afifah
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol 8, No 1 (2023): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pekobis.v8i1.P15-32.29269

Abstract

Tokopedia mengimplementasikan sistem diskon bagi konsumen hingga mencapai 90% untuk satu produk, yang berdampak pada pembelian impulsif. Adanya diskon membuat persepsi harga terhadap suatu produk tidak lagi dapat menggambarkan kualitas produk tersebut. Semestinya penerapan diskon menjadi metode pemasaran untuk meningkatkan daya beli konsumen dengan tetap melindungi kepentingan konsumen. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisa persepsi harga produk yang timbul pasca penerapan diskon di Tokopedia dalam perspektif bauran pemasaran dan perlindungan konsumen. Penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi ini memanfaatkan data sekunder serta observasi dan wawancara. Pengambilan sample menggunakan teknik puposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diskon produk menjadi metode promosi sekaligus penerapan harga yang dapat membangun persepsi harga produk bagi konsumen. Kualitas produk tidak hanya digambarkan melalui persepsi harga, tetapi merek produk dan branding marketplace. Hak konsumen Tokopedia dapat dilindungi dengan cara pelaku usaha menuliskan deskripsi produk secara jelas, lengkap dan jujur, sebagaimana ketentuan undang-undang perlindungan konsumen.
UPAYA STRATEGI PEMASARAN DAN PEMBUATAN ABON DARI IKAN LELE PADA DESA SUMPINGHAYU Reza Rahmadi Hasibuan; Aulia Nisa’ Khusnia; Hana Afifah; Almas Rifqi Darmawan; Widadatul Ulya; Sekar Waskitho Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2263-2271

Abstract

Sumpinghayu adalah sebuah desa di salah satu kabupaten Cilacap, dan berfungsi sebagai pusat penting bagi industri lele dan pertanian padi dan peternakan kota. Letak Sumpinghayu yang strategis dengan akses air yang mudah dan kondisi alam yang indah kondusif untuk produksi kerajinan tangan dan penjualan lele, abon lele, dan produk ikan lainnya, menjadikannya ideal untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Sementara beberapa telah bekerja sama dengan pemilik usaha, industri abon lele masih menghadapi tantangan dalam pemasaran dan penjualan karena kurangnya keahlian pemasaran. Promosi Abon Lele khususnya adalah salah satu bidang di mana layanan ini bercita-cita untuk membantu usaha kecil dan menengah. Alat untuk mewujudkan rencana termasuk kunjungan ke lokasi, wawancara mendalam, dan seminar pemasaran. Kemasan abon lele yang baik, abon lele berkualitas tinggi yang dibumbui dengan bahan-bahan alami, pilihan menu abon lele yang lebih beragam, peluncuran kehadiran media sosial di seluruh platform seperti Facebook, Instagram, Telegram, dan video youtube hasil dari waktu dan usaha yang diinvestasikan dalam strategi pemasaran yang ditawarkan. Selain itu, penting untuk mempraktikkan teknik pemasaran yang aman untuk menghindari penipuan. 
UPAYA STRATEGI PEMASARAN DAN PEMBUATAN ABON DARI IKAN LELE PADA DESA SUMPINGHAYU Reza Rahmadi Hasibuan; Aulia Nisa’ Khusnia; Hana Afifah; Almas Rifqi Darmawan; Widadatul Ulya; Sekar Waskitho Agung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2263-2271

Abstract

Sumpinghayu adalah sebuah desa di salah satu kabupaten Cilacap, dan berfungsi sebagai pusat penting bagi industri lele dan pertanian padi dan peternakan kota. Letak Sumpinghayu yang strategis dengan akses air yang mudah dan kondisi alam yang indah kondusif untuk produksi kerajinan tangan dan penjualan lele, abon lele, dan produk ikan lainnya, menjadikannya ideal untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Sementara beberapa telah bekerja sama dengan pemilik usaha, industri abon lele masih menghadapi tantangan dalam pemasaran dan penjualan karena kurangnya keahlian pemasaran. Promosi Abon Lele khususnya adalah salah satu bidang di mana layanan ini bercita-cita untuk membantu usaha kecil dan menengah. Alat untuk mewujudkan rencana termasuk kunjungan ke lokasi, wawancara mendalam, dan seminar pemasaran. Kemasan abon lele yang baik, abon lele berkualitas tinggi yang dibumbui dengan bahan-bahan alami, pilihan menu abon lele yang lebih beragam, peluncuran kehadiran media sosial di seluruh platform seperti Facebook, Instagram, Telegram, dan video youtube hasil dari waktu dan usaha yang diinvestasikan dalam strategi pemasaran yang ditawarkan. Selain itu, penting untuk mempraktikkan teknik pemasaran yang aman untuk menghindari penipuan. 
Analisis Dampak Perkembangan Transformasi Bisnis Digital Terhadap Kepastian Hukum Pelaku UMKM Widadatul Ulya; Hana Afifah; Dyah Awaliyah Mar'ah
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/juinhum.6.2.2025.226-236

Abstract

Government policies related to business activities should not only focus on legal protection but also ensure legal certainty for both business actors and consumers. MSMEs are highly vulnerable to the negative impacts of technology utilization in digital businesses due to their low level of digital literacy. Halal certification through the self-declare mechanism, which should serve as a tool to meet product quality standards as mandated by Law No. 33/2014 and Law No. 6/2023, in practice creates opportunities for fraud and undue levies on MSMEs. On the other hand, Law No. 8/1999 concerning consumer protection has not yet accommodated digital business transactions, resulting in unclear dispute resolution mechanisms. Therefore, research is needed to analyze the impact of digital business development on legal certainty for MSMEs. This empirical juridical research applies a deductive reasoning framework with in-depth analysis and employs both a conceptual approach and a case-based approach. The findings indicate that digital transformation has had a significant impact on the legal aspects of MSMEs. Despite the aim of simplifying processes, the current implementation still faces serious obstacles, particularly those related to digital literacy, system integration, and regulatory ambiguity. A regulatory gap remains, requiring LPH to take an active role in guiding PPH facilitators to comply with policies and avoid unofficial charges. BPJPH is also expected to issue comprehensive policies to strengthen legal certainty.