Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Tumbuhan dalam Ritual Mappacci Suku Bugis di Wajo: Memahami Kekayaan Etnobotani Budaya Lokal Masyarakat Syamsu Rijal; Nurcaya Nurcaya; Ahmad Yani; Rizal Irfandi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 3 (2024): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i3.5346

Abstract

Mappacci is one of a series of traditional wedding rituals of the Bugis tribe. This research aims to classify and identify various types of plants and the meaning of their use in the traditional rituals of the Bugis mappaci tribe. This research method is descriptive qualitative. Data collection through observation, interviews and documentation. The results of the research found 7 types of plants in the Mappacci traditional ritual. The plant species used are Pacar (Lawsonia inermis L), Jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lam), Banana (Musa paradisiaca L), Rice (Oryza sativa L), Coconut (Cocos nucifera L), Palm (Arenga pinnata Merr) and Cotton (Ceiba pentandra) which includes 6 families, namely Lythraceae, Moraceae, Musaceae, Poaceae, Arecaceae, Bombacaceae. The plant parts used are leaves (75%), fruit (50%), seeds (25%), sap (25%). The plants used in the Mappacci traditional rituals of the Bugis tribe have a philosophical meaning of goodness. Community knowledge in the use of these plants is a tradition passed down from generation to generation from their ancestors
EKSTRAK TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI AGEN BIOPROTEKTAN TANAMAN PANGAN: LITERATUR REVIEW Syamsu Rijal; Yusminah Hala
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.6623

Abstract

Ketergantungan terhadap pestisida sintetis dalam sistem budidaya tanaman pangan menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti residu pada pangan, pencemaran lingkungan, dan resistensi hama serta patogen. Berbagai tanaman obat dan rempah telah dieksplorasi sebagai sumber senyawa bioaktif untuk dikembangkan menjadi bioprotektan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Salah satu kandidat penting adalah kunyit (Curcuma longa L.), yang kaya senyawa kurkuminoid dan minyak atsiri. Literatur menunjukkan bahwa ekstrak kunyit memiliki aktivitas antijamur, antioomiset, insektisida, dan nematisida terhadap beragam organisme pengganggu tanaman, baik pada fase budidaya maupun pascapanen. Review ini merangkum perkembangan penelitian mengenai fitokimia, mekanisme aksi, spektrum target organisme, serta prospek formulasi dan aplikasi ekstrak kunyit sebagai agen bioprotektan tanaman pangan yang ramah lingkungan.