Windi Zamrudy
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KADAR METHYL CELLULOSE DAN RASIO AIR SEMEN TERHADAP KARAKTERISTIK SEMEN INSTAN Deffa Purnama; Muhammad Faisal; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 5 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.19

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah, industri di bidang properti juga semakin berkembang. Perkembangan tersebut diikuti perkembangan produk bahan bangunan seperti semen. Salah satu inovasi yang berkembang adalah semen instan. Semen instan merupakan suatu campuran semen dengan komposisi tertentu dengan tambahan bahan additif untuk meningkatkan beton yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan percobaan pada semen instan dengan memvariasikan kadar penambahan additif methyl cellulose sebanyak 0%, 0,1%, 0,15%, 0,2%, 0,25%, 0,3% dan variasi rasio air:semen 1:4, 1:2 dan 3:4. Pengujian yang dilakukan pada sample semen instan ialah pengujian water retention dan pengujian kuat tekan, untuk melihat dampak penambahan methyl cellulose dan variasi rasio air:semen. Didapatkan hasil variasi rasio air:semen 1:2 menghasilkan kuat tekan lebih tinggi dari variasi rasio air:semen lainnya. Penambahan additif methyl cellulose sebesar 0,3%, menghasilkan water retention yang lebih tinggi pada variasi rasio air:semen 1:4
PENGARUH DOSIS ANTI REDUKTAN SODIUM BISULFIT TERHADAP UMUR CATRIDGE FILTER PADA SEA WATER REVERSE OSMOSIS (SWRO) I DI PT PJB UBJ O&M PAITON Verasari Rismawardani Maulida; Windi Zamrudy; Ali Mustofa
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.78

Abstract

Cartridge filter dengan ukuran pori absolut kurang dari 10 μm adalah pretreatment minimum yang disarankan untuk setiap sistem reverse osmosis (RO). Cartridge filter dilengkapi dengan pengukur tekanan untuk menunjukkan tekanan diferensial, dengan demikian menunjukkan tingkat pelanggarannya. Untuk menjaga waktu tinggal cartridge filter agar dapat bertahan lebih lama yaitu dengan cara menyesuaikan dosis anti reductant pada cartridge filter. Dalam teori yang dijelaskan 1.34 mg sodium metabisulfit dapat menghilangkan 1 mg chlorine bebas. Dalam praktisnya, 3 mg sodium metabisulfit biasanya digunakan untuk menghilangkan 1 mg chlorine. Sodium metabisulfit digunakan sebagai anti reduktan yang berfungsi untuk menghilangkan kandungan chlorine pada air proses sebelum masuk ke RO. Metode yang digunakan dalam menjaga umur cartridge filter agar dapat bertahan lebih lama yaitu dengan cara trial dosis injeksi anti reduktan dari 2 bag menjadi 1 bag atau dari 1.8 ppm menjadi 0.8 ppm. Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama pengurangan dosis yaitu umur cartridge filter mengalami kenaikan menjadi kurang lebih 2 minggu, hal ini menunjukkan bahwa penurunan dosis anti reduktan terbukti dapat menjaga umur cartridge filter.
STUDI LITERATUR FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PADA PELAPISAN NIKEL DAN PERKEMBANGANNYA Prayoga Adi Permana; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.230

Abstract

Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui hasil kinerja dari Pelapisan logam nikel menggunakan metode elektroplating beberapa tahun terakhir ini banyak dikembangkan.Ada banyak alasan tuntutan efisiensi bahan,waktu dan biaya, tentunya pengembangan metode terus dilakukan untuk melapisi objek, diantaranya termasuk pengendalian korosi, ketahanan terhadap keausan dan tujuan dekoratif. Dalam konteks ini, salah satu rujukan metode yang sering disarankan untuk kebutuhan maintenance akibat korosi dan kebutuhan estetika, dengan perhatian khusus pada logam individu serta pelapis Ni yang dibuat dengan cara elektrodeposisi. Dalam studi literatur ini akan dilihat bagaimana faktor-faktor yang berpengaruh terhadap deposisi dalam kondisi optimal dan metode pengembangan electroplating juga dibahas pada makalah ini.
STUDI LITERATUR PENGARUH KUAT ARUS, TEGANGAN, SUHU DAN WAKTU TERHADAP PELAPISAN LOGAM DENGAN METODE ELECTROPLATING Muhammad Haris Fahmi; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.234

Abstract

Electroplating pada dunia industri banyak dimanfaatkan akhir-akhir ini dengan tujuan untuk perbaikan penampakan benda kerja yang dilapisi maupun untuk mencegah atau menghambat laju korosi logam. Electroplating merupakan proses pelapisan logam yang dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah pada elektroda-elektroda melalui larutan elektrolit. Tembaga, krom dan nikel biasanya digunakan sebagai logam pelapis saat proses electroplating, karena merupakan logam pelapis yang sering digunakan serta mempunyai penghantar panas dan listrik yang baik. Pengaruh parameter kuat arus, tegangan, suhu dan waktu pada elektroplating dibahas pada makalah ini. Penggunaan kisaran tegangan electroplating dan batasan waktu dari hasil beberapa penelitian juga diuraikan pada makalah ini.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK MINYAK CENGKEH (CLOVE OIL) DARI BEBERAPA METODE DISTILASI Chrysan Hawa Nirwana; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.271

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam hayati yang banyak dan beragam. Di antaranya adalah tanaman-tanaman penghasil minyak atsiri (essential oil). Minyak cengkeh (Syzygium Aromaticum) merupakan salah satu minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Semakin banyaknya minyak cengkeh yang dibutuhkan masyarakat maka sebagian besar produksi minyak cengkeh dilakukan menggunakan penyulingan. Terdapat banyak metode distilasi pada era modern saat ini untuk memperoleh minyak cengkeh. Kajian ini bertujuan membandingkan hasil karakteristik minyak cengkeh dari berbagai metode distilasi untuk memperoleh kualitas minyak cengkeh yang terbaik, serta menganalisis metode distilasi yang efektif dan efisien untuk menghasilkan kualitas minyak cengkeh yang berkualitas tinggi sesuai standar mutu. Pada makalah ini diuraikan beberapa perolehan karakteristik minyak cengkeh dari metode distilasi uap, distilasi air, distilasi uap dan air, serta dengan bantuan microwave dalam kondisi operasi pada masing-masing metode. Hasil evaluasi dari berbagai metode distilasi yang menghasilkan karakteristik minyak cengkeh terdapat pada metode uap dan air distilasi (steam-hydro distillation) dengan microwave dihasilkan kadar eugenol, rendemen (%), indeks bias, dan warna yaitu 89,76%; 5,20%; 1,5178; dan cokelat kekuningan.
STUDI LITERATUR ISOLASI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DARI BEBERAPA METODE DISTILASI Amalia Sagita Putri; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) terbesar, dan dinilai sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Minyak nilam mengandung beberapa senyawa salah satunya yaitu patchouli alcohol yang menjadi parameter kualitas minyak nilam, dengan standart kadar minimal 30 persen. makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa metode Isolasi terhadap kualitas minyak nilam yang dihasilkan, membandingkan pengaruh penggunaan beberapa metode isolasi terhadap kadar patchouli alcohol pada minyak nilam, dan menentukan metode Isolasi minyak nilam yang menghasilkan kadar patchouli alcohol tertinggi. Kajian ini dilakukan dengan membandingkan hasil isolasi minyak nilam steam distilation , steam hydro distilation dan water bubble distilation untuk ditentukan metode isolasi yang paling baik. Pada makalah ini diuraikan bahwa secara umum salah satu metode isolasi minyak nilam menghasilkan kadar patchouli alcohol yang lebih tinggi dan dinilai menghasilkan kualitas minyak nilam yang lebih baik. Hasil peninjuan ini menunjukan bahwa water bubble distilation merupakan metode yang paling baik yang menghasilkan ekstrak patchouli alcohol hingga sebesar 93,75%.
PENGARUH SUHU TERHADAP KUALITAS PRODUK PADA RUANG PENYIMPANAN DI PT PCTDI SIDOARJO Rivdatul Aulia; Windi Zamrudy; Sukma Hendrawan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.302

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kelembapan udara adalah suhu dan cuaca. Kelembapan merupakan kandungan uap air di dalam 1 kg udara kering. Kondisi kelembapan suatu ruangan dapat mempengaruhi daya tahan suatu benda. Penelitian dilakukan pada gudang penyimpanan PT. PCTDI. PT. PCTDI merupakan salah satu perusahaan produsen cat terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam memproduksi cat, PT. PCTDI memerlukan berbagai macam bahan baku yang perlu disimpan dalam kondisi yang baik dan dijaga daya tahannya agar tercipta produk yang berkualitas. Daya tahan bahan baku cat dipengaruhi oleh kondisi di dalam gudang penyimpanan. Salah satu kondisi yang mempengaruhi adalah kelembapan. Kelembapan gudang perlu diatur untuk menjaga kualitas bahan baku agar tidak cepat rusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindetifikasi permasalahan nyata yang terdapat di PT. PCTDI untuk memperoleh kondisi terbaik suhu pada ruang penyimpanan bahan baku dan pengaruhnya terhadap kualitas produk.
PENGARUH INJEKSI NAPHTA OFF TERHADAP CATALYTIC NAPHTA DI REGENERATOR-REAKTOR RFCCU (RESIDUAL FLUIDIZED CATALYTIC CRACKING UNIT) Mery Cristina; Windi Zamrudy; Hery A. Mufti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.397

Abstract

Naphta off di CDU (Crude Distillation Unit) VI PT. Pertamina RU III Plaju-Palembang mengalami penumpukan, sehingga perlu adanya pengolahan kembali untuk meningkatkan nilai jualnya. PT. Pertamina RU III Plaju Palembang berusaha untuk mengelola produk yang tidak memenuhi spesifikasi atau memiliki nilai jual rendah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan naphta off sebagai bahan injeksi di MTC (Mixed Temperature Control) yang merupakan bagian dari RFCCU (Residiual Fluidized Catalytic Cracking Unit). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju alir injeksi naphta off terhadap %yield dan Octane Number (ON) produk catalytic naphta di RFCCU (Residual Fluidizied Catalytic Cracking Unit), serta melakukan perhitungan kebutuhan panas dari regenerator-reaktor pada kondisi %yield dan ON catalytic naphta optimum. Variabel bebas yang digunakan adalah laju alir injeksi naphta off, yakni 0; 24,42; 89,73; 96,13; 96,46; 97,1; 101,19 (Ton/Day). Dari hasil penelitian diketahui, semakin banyak laju alir naphta off yang diijeksikan, maka %yield catalytic naphta cenderung meningkat, namun pengaruhnya pada ON mengalami penurunan. % Yield catalytic naphta tertinggi (54,51%) diperoleh pada laju alir 97,1 T/D. Pada laju alir naphta off tersebut juga menghasilkan ON catalytic naphta sebesar 91, yang masih memenuhi batas minimal standar Pertamina RU III (≥ 91). Kondisi operasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk catalytic naphta optimal %yield (54,51 %) dan ON (91) adalah pada suhu reaktor 502,36°C dan suhu regenerator 661°C, dengan kebutuhan panas regenerator-reaktor sebesar 470,38 BTU/lb feed.
ANALISIS TSS, BOD, COD, DAN MINYAK LEMAK LIMBAH CAIR PADA INDUSTRI SUSU Salsabila Alya Savira; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3722

Abstract

Limbah cair merupakan bahan sisa dari kegiatan industri maupun perumahan yang menggunakan bahan baku air dan mempunyai suatu karakteristik yang ditentukan oleh sifat fisik, kimia, serta biologi limbah. Instalasi Pengolahan Air Limbah yang beroperasi dengan baik maka akan menghasilkan limbah cair keluaran (effluent) yang sesuai dengan baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan TSS, BOD, COD, serta Minyak Lemak yang terdapat didalam influent dan effluent, serta menghitung removal efficiency limbah cair milik salah satu industri susu di Jawa Timur yang di uji oleh Laboratorium Lingkungan Jasa Tirta Mojokerto. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik yang sampelnya menggunakan effluent limbah cair bulan Januari-Desember 2022. Parameter yang dianalisis yaitu TSS (Total Suspendid Solid), BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), serta Minyak Lemak. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata influent TSS; BOD; COD; dan minyak lemak sebesar 518; 454,5; 2.402; dan 3,93 mg/L. Setelah dilakukan proses pengolahan air limbah dihasilkan rata-rata effluent TSS; BOD; COD; dan minyak lemak yaitu 9; 10,41; 28,13; dan 2,08 mg/L. Presentase penurunan kandungan (removal efficiency) TSS; BOD; COD; dan minyak lemak sebesar 95% ; 95,3% ; 95,9% ; 46,7%. Dari hasil tersebut memenuhi standar baku mutu air limbah sebelum dibuang menuju badan air sesuai Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan Tahun 2016.
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN MAHONI DAN DAUN BAMBU MENJADI BRIKET Estitika Fidya Pranata; Febri Dwi Lestari; Windi Zamrudy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.3757

Abstract

Biomassa dari limbah daun mahoni dan daun bambu saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga perlu adanya pengolahan lebih lanjut. Kedua limbah daun tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif terbarukan berupa briket. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran dari daun mahoni dan daun bambu terhadap kualitas briket. Tahapan penelitian ini adalah sortasi, pirolisis, pengayakan, pencampuran (komposisi arang daun mahoni (ADM) dan arang daun bambu (ADB) yaitu 10:90; 30:70; 50:50; 70:30; 90:10 (% w/w)), penambahan perekat (tapioka 10%), pencetakan, pengeringan, serta pengujian. Tahap pengujian briket yang dilakukan yaitu uji kerapatan, uji waktu pembakaran, uji kadar air, uji kadar abu, uji nilai kalor, dan uji warna pembakaran. Hasil terbaik pengujian nilai kalor tertinggi 5.346,17 kal/g; nilai kadar abu terrendah 33,33%; nilai kadar air tertinggi 37%; nilai kerapatan tertinggi 0,76 g/cm3; nilai waktu pembakaran tertinggi 0,87 g/menit terdapat pada variabel ADM:ADB 90:10 (% w/w). Sedangkan untuk nilai kalor terendah 4,15 kal/g terdapat pada variabel ADM:ADB 70:30 (% w/w) dan nilai waktu pembakaran terendah diperoleh 0,56 g/menit pada variabel ADM:ADB 10:90 (% w/w). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil uji menunjukkan semakin besar komposisi masing-masing bahan baku maka nilai parameter kualitas briket akan mendekati syarat SNI 01-6235-2000. Namun, nilai kadar air dan kadar abu yang diperoleh pada semua variabel tidak memenuhi syarat SNI, maka dari itu di perlukan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan pengeringan briket dan campuran komposisi briket agar parameter briket sesuai dengan syarat SNI.