Luchis Rubianto
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENENTUAN SELEKSI PROSES DAN KAPASITAS PRODUKSI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA MINYAK ATSIRI DARI BIJI KOPI ROBUSTA Marsanda Sahila Romadhon; Hardjono Hardjono; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6240

Abstract

Kopi merupakan salah satu tanaman di Indonesia. Kopi terdiri dari berbagai jenis, seperti robusta, arabika, gayo dan lain sebagainya. Kopi robusta mengandung kafein tinggi yang baik sebagai antioksidan untuk tubuh manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan proses yang efektif dalam pembuatan minyak atsiri dari biji kopi robusta dan kapasitas produksi pada prarancangan pabrik minyak atsiri biji kopi robusta tahun 2026. Penentuan seleksi proses dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti metode ekstraksi, waktu produksi, yield dan temperatur. Terdapat tiga metode yang dapat digunakan dalam produksi minyak atsiri, seperti metode ekstraksi padat-cair, maserasi dan distilasi uap langsung. Dalam menentukan kapasitas produksi perlu didukung dengan beberapa data, meliputi data pertumbuhan produksi per tahun, konsumsi, impor dan ekspor biji kopi. Metode yang digunakan untuk mengetahui kapasitas produksi minyak atsiri biji kopi robusta adalah metode linier dan metode discounted. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan perbandingan dari beberapa metode ekstraksi, didapatkan seleksi proses menggunakan metode ekstraksi padat-cair karena proses ekstraksi padat-cair lebih efektif digunakan untuk produksi minyak atsiri biji kopi robusta. Berdasarkan perhitungan kapasitas produksi dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti ketersediaan bahan baku dan konsumsi masyarakat maka didapatkan kapasitas produksi minyak atsiri biji kopi robusta sebesar 200 ton/tahun. Kapasitas produksi juga ditentukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
PERHITUNGAN MASS BALANCE, HEAT BALANCE DAN LUAS PERPINDAHAN PANAS TERHADAP BRIX PADA STASIUN PENGUAPAN PG KREBET BARU II Fadila Nurfajrina; Luchis rubianto; Pandu Jati Ramadhan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6874

Abstract

Pabrik Gula Krebet Baru II yang terletak di Malang merupakan pabrik gula yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan kapasitas harian sebanyak 5800 ton/hari. Industri gula merupakan salah satu industri berbasis pertanian dengan menjadikan tebu sebagai bahan baku untuk menghasilkan gula. Pada proses pembuatan gula, proses penguapan merupakan proses yang cukup penting untuk memekatkan suatu larutan (nira encer) yang terdiri dari zat terlarut yang memiliki titik didih tinggi dan zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah, sehingga dihasilkan larutan yang lebih pekat (nira kental) serta memiliki konsentrasi yang tinggi. PG Krebet Baru II mengoperasikan evaporator (stasiun penguapan) secara quintuple-effect, dimana ada 5 evaporator yang dioperasikan secara paralel. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan mengenai neraca massa (mass balance), neraca energi (heat balance) dan luas perpindahan panas pada setiap evaporator. Hasil yang didapatkan untuk neraca massa yaitu 205,23 ton/jam, untuk neraca energi yaitu 3449,90 kW/jam. Sedangkan luas perpindahan panas pada setiap evaporator pada tekanan 0,9 kg/cm2 berturut-turut 4096,544258 m2; 5493,948288 m2; 4801,174205 m2; 4326,714024 m2; 3884,898784 m2. Luas perpindahan panas pada evaporator dapat mempengaruhi brix yang dihasilkan dari setiap evaporator dan diharapkan nira kental yang keluar dari stasiun penguapan memiliki brix sebesar 65%.
EVALUASI PERHITUNGAN EFISIENSI TURBIN PADA GENERATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI DIENG Cokorda Gede Astika; Luchis Rubianto; Maulana Erryan Yavianda
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7267

Abstract

Energi panas bumi adalah energi yang terdapat dalam air panas, uap, mineral, beserta gas lainnya. Pemanfaatan energi ini dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Energi panas bumi dimanfaatkan karena dapat menghasilkan panas alami dalam bentuk uap yang dapat menggerakkan turbin. Proses pembuatan energi listrik dari panas bumi tidak berbeda jauh dengan pembangkit listrik tenaga uap yaitu menggunakan turbin sebagai alat penghasil listrik. Turbin memanfaatkan kecepatan aliran steam. Aliran steam yang mengalir melalui sudu-sudu mengalami perubahan momentum, yang menghasilkan tekanan yang mendorong sudu dan menyebabkan runner berputar. Terjadi transformasi energi kinetik menjadi energi mekanis pada turbin, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai penggerak generator dan menghasilkan energi listrik. Perubahan energi ini berlangsung di sudu-sudu turbin. Untuk meningkatkan efektivitas kerja dari pembangkit listrik, penting untuk melakukan analisis guna mendapatkan besarnya nilai sesungguhnya dan ideal dari turbin. Efisiensi diukur untuk membandingkan antara nilai sesungguhnya yang dihasilkan dan nilai yang semestinya dihasilkan dari turbin. Perhitungan efisiensi turbin mencakup flowrate, suhu, pressure, daya yang dihasilkan, dan entalpi panas yang dihasilkan oleh steam. Dari hasil perhitungan, didapatkan nilai rata-rata efisiensi turbin generator PLTP Dieng berada di atas 84%. Hal tersebut menunjukkan bahwa turbin generator PLTP Dieng masih bekerja dengan baik.
ANALISIS PENGARUH JENIS CHEMICAL TERHADAP POTENSI SILICA (SIO2) SCALLING PADA JALUR PIPA BRINE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI MENGGUNAKAN SILICA SATURATION INDEX Farhan Bagus Pamungkas; Luchis Rubianto; Maulana Erryan Yavianda
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7479

Abstract

Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia, terutama dalam pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Namun, tingginya kandungan silica dalam brine dapat menyebabkan masalah pengendapan silica (silica scalling) yang berdampak pada biaya perawatan. Penelitian ini menganalisis pengaruh jenis chemical, yaitu asam H₂SO₄ dan inhibitor antiscalant berbasis polimer, terhadap nilai Silica Saturation Index (SSI) untuk mencegah pengendapan. Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan dengan pengambilan data melalui observasi dan analisis laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa injeksi asam H₂SO₄ lebih efektif dalam menjaga pH dan menurunkan nilai SSI dibandingkan dengan inhibitor antiscalant. Nilai SSI terendah yang diperoleh adalah 0,733 untuk H₂SO₄ dan 1,043 untuk inhibitor antiscalant. Faktor-faktor seperti pH, suhu, dan salinitas mempengaruhi pengendapan silica, sehingga pemilihan jenis inhibitor harus mempertimbangkan kondisi sumur dan biaya. Saran untuk industri mencakup pengujian konsentrasi optimal inhibitor dan penggunaan flokulan koagulan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan pengendapan.