Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMBENTUKAN DANANTARA DALAM UPAYA PENCEGAHAN MANIPULASI HARGA EKSPOR KOMODITAS DI INDONESIA: STUDI KASUS PADA INDUSTRI CPO INDONESIA TAHUN 2026 Andini Rahayu Putri; Dimas Saragih; Febry Tarigan; Rizqi Alhaq Nasution; Yanri Girsang; Putri Kemala Dewi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.16048

Abstract

Indonesia is one of the largest commodity-producing countries in the world, particularly in the Crude Palm Oil (CPO) sector, which contributes significantly to national economic growth and foreign exchange earnings. However, the high volume of CPO exports has also created various problems in international trade governance, especially related to export price manipulation practices such as under invoicing and transfer pricing. These practices potentially reduce state revenue from taxes and export duties. This study aims to analyze the establishment of Danantara as a government strategy to prevent export price manipulation in Indonesia’s CPO industry in 2026. The research uses a qualitative descriptive method with a literature study approach by collecting secondary data from books, journals, government reports, and relevant scientific articles. The results of the study indicate that the establishment of Danantara represents the government’s effort to strengthen supervision of export commodity trade through increasing transparency, improving coordination among institutions, and monitoring international trade transactions more effectively. The study also finds that stronger supervision is needed to minimize transfer pricing practices and improve state revenue from the export sector. Therefore, Danantara is expected to become an important instrument in improving the governance of commodity exports in Indonesia in a more transparent, accountable, and efficient manner.
Menutup Kesenjangan Digital: Studi tentang Meningkatkan Kehidupan UMKM Melalui Literasi Digital: Closing the Digital Divide: A Study on Improving Lives MSMEs Through Digital Literacy John Fedrick Louis Saragih; Ageng Jihan Faradilla; Rizqi Alhaq Nasution; Dwi Fatmi Adelina Tafonao; Dora Pitaloka; Bella Amelia; Munawaroh; Diana Dongoran
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4290

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kehidupan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan tujuan menutup kesenjangan digital. Literasi digital telah menjadi kunci dalam memperluas akses UMKM terhadap peluang dan meningkatkan daya saing mereka dalam ekonomi yang semakin terdigitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Metode penelitian literature review adalah suatu pendekatan yang memeriksa, meninjau, dan mensintesis literatur yang relevan dan terkait dengan topik penelitian yang sedang dibahas. Prosedur ini melibatkan pencarian, seleksi, evaluasi, dan analisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan publikasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian Temuan menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan dan pengetahuan digital bagi UMKM, serta perlunya upaya untuk mengurangi kesenjangan gender dalam literasi digital. Dalam konteks jangka pendek, literasi digital memainkan peran krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pemasaran UMKM, sementara dalam jangka panjang, literasi digital menjadi faktor penting dalam memungkinkan adaptasi dan inovasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa investasi dalam literasi digital bukan hanya mendukung kemajuan UMKM secara individu, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian secara keseluruhan dengan mengurangi kesenjangan digital dan mempercepat inklusi digital di semua tingkatan masyarakat.