Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pengantar Manajemen dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Konsep Kepemimpinan dan Pengorganisasian: Kajian Literatur Sistematis Johan Paulo Negos; Jonatan Basrianto Kudadiri; Jones Wahyu Simamora; Yanri Girsang; Zaki Amirza Saragih; Lokot Muda Harahap
JOMI: Jurnal Organisasi dan Manajemen Indonesia Vol 3 No 3 (2025)
Publisher : CV. MEDIA PENA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah Pengantar Manajemen merupakan fondasi fundamental yang memberikan dasar bagi mahasiswa dalam memahami berbagai konsep manajemen, khususnya aspek kepemimpinan dan pengorganisasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran mata kuliah Pengantar Manajemen dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kedua konsep tersebut melalui pendekatan kajian literatur. Metode penelitian menggunakan literature review sistematis dengan analisis isi (content analysis) terhadap berbagai sumber ilmiah, termasuk buku teks manajemen, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang membahas efektivitas pembelajaran manajemen dasar. Data dikumpulkan melalui reduksi literatur, kategorisasi tematik, sintesis temuan, dan penarikan kesimpulan secara kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengantar Manajemen memiliki peran krusial sebagai scaffolding kognitif yang membentuk pemahaman awal mahasiswa terkait fungsi-fungsi manajemen, evolusi teori kepemimpinan (dari Trait Theory menuju Contingency Theory), dinamika kerja kelompok, dan struktur organisasi. Pemahaman mendalam terhadap konsep pembagian kerja, jalur komando, koordinasi, dan pendelegasian berfungsi sebagai baseline knowledge yang memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengasimilasi materi manajemen tingkat lanjut seperti Perilaku Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Kajian ini menekankan pentingnya implementasi strategi pembelajaran interaktif dan partisipatif seperti studi kasus, diskusi kelompok, dan simulasi peran untuk mengatasi persepsi mahasiswa bahwa mata kuliah ini terlalu teoretis, serta mengoptimalkan kemampuan analisis, berpikir kritis, dan pemahaman konseptual mahasiswa secara holistik.
Analisis Dampak PHK terhadap Kinerja dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia: Studi Kasus PT Toba Pulp Lestari Hilma Harmen; Andini Rahayu; Kezia Simbolon; Triannanda Siahaan; Yanri Girsang
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan salah satu permasalahan ketenagakerjaan yang semakin meningkat di Indonesia dan memiliki dampak luas terhadap aspek ekonomi, sosial, serta psikologis tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta dampak PHK terhadap kinerja dan kesejahteraan sumber daya manusia melalui studi kasus pada PT Toba Pulp Lestari Tbk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan teknik studi kasus, dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dari laporan resmi, jurnal ilmiah, dan media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHK disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal, seperti ketidakstabilan ekonomi global dan pencabutan izin usaha kehutanan yang mengganggu operasional perusahaan, serta faktor internal berupa efisiensi dan restrukturisasi organisasi. Dampak PHK tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang diberhentikan dalam bentuk penurunan kesejahteraan dan tekanan psikologis, tetapi juga oleh karyawan yang masih bekerja melalui munculnya rasa tidak aman yang berdampak pada penurunan kinerja. Selain itu, PHK turut memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, seperti meningkatnya pengangguran dan menurunnya daya beli. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif dan humanis, seperti program pelatihan keterampilan, penempatan ulang tenaga kerja, serta komunikasi yang efektif antara perusahaan dan karyawan guna meminimalkan dampak negatif PHK