Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA MEMPERTAHANKAN PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN TEGAL Rizal Imana; Endrawati Fatimah; Sugihartoyo Sugihartoyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2017 Buku II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.2180

Abstract

Kabupaten Tegal merupakan wilayah yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian, dibuktikan 48% luas lahan pertanian ditetapkan sebagai kawasan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dan memiliki tenaga kerja sektor pertanian sebesar 23%. Penetapan kebijakan seperti pengembangan infrastruktur jalan tol Pejagan-Pemalang dan penetapan kabupaten sebagai kawasan perkotaan Bregasmalang, dapat memicu terjadinya konversi lahan pertanian. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam rangka mempertahankan perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Tegal. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan perkembangan sektor pertanian yaitu sumberdaya alam, sumberdaya manusia, kebijakan, teknologi pada kegiatan pasca panen dan infrastruktur penunjang. Metodologi yang digunakan adalah metode analisis spasial, skalogram dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Tegal mengalami stagnansi bahkan cenderung menurun yang disebabkan oleh konversi lahan, jumlah dan kualitas sumberdaya manusia yang semakin menurun, belum adanya keterpaduan kebijakan skala nasional-kabupaten, rendahnya teknologi pada kegiatan pasca panen serta kurangnya dukungan infrastruktur pertanian. Oleh sebab itu, upaya untuk mempertahankan perkembangan sektor pertanian antara lain peningkatan SDM dilakukan melalui pelatihan, penyuluhan dan pendidikan formal, penetapan perda baru yang mengatur tentang insentif untuk lahan pertanian pangan berkelanjutan, optimalisasi penanganan pasca panen, penetapan hirarki struktur ruang kawasan pertanian serta kebutuhan infrastruktur penunjangnya.
PENERAPAN METODE DERAJAT URBANISASI DI INDONESIA, STUDI KASUS: KOTA PEKALONGAN DAN SEKITARNYA Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Imana, Rizal
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.02.1

Abstract

Derajat urbanisasi sebagai suatu metode pendeliniasian perkotaan telah disepakati dalam forum United Nation tahun 2019 untuk digunakan semua negara untuk menyeragamkan pendeliniasian perkotaan secara global. Tujuan penggunakan satu metode ini adalah agar komparasi perkembangan antar negara dapat dilakukan lebih akurat. Di Indonesia, metode pengklasifikasian perkotaan perdesaan yang selama ini digunakan adalah metode kriteria dari Badan Pusat Statistik. Mengingat metode tersebut relatif baru, maka penerapan derajat urbanisasi ini perlu dikaji dan diantisipasi kesiapan datanya serta diperbandingkan hasilnya dengan hasil klasifikasi dari Badan Pusat Statistik. Dilatar belakangi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji coba metode derajat urbanisasi pada salah satu wilayah, dalam hal ini kota Pekalongan dan sekitarnya serta membandingkan hasilnya dengan klasifikasi perkotaan perdesaan menurut Badan Pusat Statistik. Metode utama yang digunakan adalah metode derajat urbanisasi dari Global Human Settlement Layer dan diperkaya dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode derajat urbanisasi yang akan digunakan secara global oleh United Nation dapat diterapkan di Indonesia dengan data yang sudah tersedia di Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan klasifikasi perkotaan perdesaan antara dua metode ini sebesar 67,6%. Perbedaan hasil klasifikasi terjadi pada 188 Desa Perdesaan menurut Badan Pusat Statistik yang terklasifikasi sebagai Perkotaan berdasarkan hasil klasifikasi menggunakan metode Derajat Urbanisasi.
Policy Analysis of Blok M Area Planning in Shaping Spatial Configuration and Area Effectiveness Arina Marta Setya Putri; Rizal Imana
Journal of Synergy Landscape Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026 (PRE-Print)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/yccqrm52

Abstract

Blok M is one of Jakarta's important urban centers, serving not only as a commercial and service area but also as a major public transport interchange. Its development has been reinforced by Governor Regulation Number 55 of 2020 on the Urban Design Guidelines for the Blok M-Sisingamangaraja Transit-Oriented Development area. Official publications from PT MRT Jakarta indicate that the TOD area covers about 113.7 hectares, with priority development concentrated within a 700-meter radius of Blok M BCA Station and ASEAN Station. This study examines how area-planning policy in Blok M shapes spatial configuration and how that configuration affects area effectiveness. The study uses a descriptive qualitative approach based on policy analysis of regulations, institutional documents, and official publications issued by government agencies and area operators. The findings show that planning policy in Blok M has guided the integration of transit nodes, pedestrian connections, mixed-use development, and public-space improvement. These policy directions have contributed to better accessibility, stronger functional links between urban activities, smoother internal movement, and greater support for social and economic activity. In this case, planning policy works not only as a regulatory tool, but also as a framework that structures how spaces in the district are connected and used.