Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Peningkatan Perilaku Kesehatan Reproduksi Pada Siswa di SMKN 1 Sarjo : The Effect of Health Education on Improving Reproductive Health Behavior Among Students at SMKN 1 Sarjo Nurlayla Aminudddin; Ilham Akbar; Adwan; Dela Safitri; Yayu Alinda; Yeni Yulita Lapore; Siti Suhra Sulaiman; Sahpur; Winda Widiastuti; Munir Salham; Indra Afrianto; Fathurahmi F. Rum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9844

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan pencegahan perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa/siswi di SMKN 1 Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest–posttest dengan jumlah sampel 30 siswa yang dipilih secara purposive. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet, mencakup materi pengertian kesehatan reproduksi, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada ketiga variabel. Secara kategorikal, proporsi pengetahuan baik meningkat menjadi 93,3% responden setelah penyuluhan dan tidak ada lagi responden dalam kategori kurang. Secara rerata, skor pengetahuan naik dari 8,53 (SD 1,167) menjadi 9,67 (SD 0,606) dengan Asymp.Sig 0,000 (p < 0,05). Skor sikap meningkat dari 40,77 (SD 4,946) menjadi 49,07 (SD 1,081) dengan perbedaan mean 8,300 dan Asymp.Sig 0,000 (p <0,05). Skor Tindakan naik dari 41,87 (SD 6,574) menjadi 49,10 (SD 0,995) dengan selisih 7,233 dan Asymp.Sig 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap yang lebih positif, serta mendorong tindakan siswa ke arah perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik, sehingga layak direkomendasikan sebagai program rutin dan diperluas ke sekolah lain.
Analisis Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 1 Palu: Pengaruh Pendidikan, Lingkungan Sosial dan Media: Analysis of Adolescent Reproductive Health Behavior at SMAN 1 Palu: The Influence of Education, Social Environment and Media Indra Afrianto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4903

Abstract

SMAN 1 Palu sebagai lingkungan pendidikan utama, menawarkan panggung strategis untuk menggali dinamika kesehatan reproduksi remaja, dengan memperhatikan pengaruh teman sebaya, akses informasi, dan peran pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi di SMAN 1 Palu. Fokus penelitian meliputi pemahaman remaja, faktor yang memengaruhi perilaku mereka, serta respons terhadap lingkungan sosial dan media terkait kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur. Populasi penelitian melibatkan seluruh siswa di SMAN 1 Palu, dan sampel dipilih secara purposive sampling dengan jumlah total 300 siswa. Instrumen kuesioner dirancang khusus untuk mengukur perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan SPSS statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi di SMAN 1 Palu masih memiliki kekurangan, terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan minimnya edukasi isu terkait kesehatan reproduksi. Analisis juga menyoroti beberapa tindakan kurang positif, terutama terkait dengan konsumsi media, yang menunjukkan adanya pengaruh dari lingkungan sosial remaja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku kesehatan reproduksi remaja di SMAN 1 Palu dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pengetahuan, edukasi, dan pengaruh lingkungan. Meskipun terdapat beberapa tindakan kurang positif terkait dengan media dan perilaku seksual, sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi menunjukkan respons positif. Saran yang diusulkan melibatkan peran sekolah dan orang tua. Sekolah dapat meningkatkan program edukasi kesehatan reproduksi, sementara orang tua perlu lebih aktif dalam mengawasi dan memberikan panduan kepada anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan media sosial.
Pengaruh Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala Mohammad Akbar; Arli Oriesta; Titi Hapsari; Fahrizal; Sukmawati; Pito Murib; Fitriyanti Nasir; Ananda Risky; Mia Apriani; Nur Afni; Sri Wahyudin; Nur Rismawati; Indra Afrianto; Franning Deisi Badu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4929

Abstract

Desa Labuan Induk yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala yang memiliki prevalensi penderita Tb yang tinggi pada tahun 2022 yaitu sebesar 5 kasus dari total kasus TB Paru. Selama tiga tahun terakhir Desa Labuan Induk memang salah satu prevalensi yang dalam kasus TB Paru di Wilayah Puskesmas Labuan. Berdasarkan data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala pada Tahun 2022 menunjukan jumlah pasien TB Paru di Kecamatan Labuan berjumlah 26 orang terdiri dari 18 laki-laki dan 8 perempuan. Sedangkan jumlah penderita DM di Kecamatan Labuan berjumlah 1026 kasus dan yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 400 kasus atau 39%..Penelitian ini bertujuan untuk teridentifikasinya pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan tentang TB Paru dan Diabetes Melittus pada lansia. Metode : Adapun metode yang digunakan yaitu Analisa kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan pre eksperiment design tanpa perbandingan. Dengan menggunakan One Group Pre Test dan Post Test dengan menggunakan instrumen yaitu kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 responden. Hasil : Terdapat pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang penyakit TB paru di wilayah Kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala dengan Pvalue = 0,000. Terdapat pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan lansia tentang penyakit DM di wilayah Kerja Puskesmas Labuan Kabupaten Donggala dengan Pvalue = 0,006. Disarankan penelitian ini dapat dikembangkan lagi oleh peneliti selanjutnya dengan berbagai media edukasi yang berbeda dan variabel yang berbeda.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Terhadap Perilaku Masyarakat Di Sibalaya Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura : The Influence of Health Education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) on Community Behavior in South Sibalaya, Kamaipura Health Center Work Area Annisa Putri Ana Phalis; Seprius Lago; Tri Mayang; Hasni Manaba; Ervinayanti; Sy. Rugaiyah; Normin Panto; Abdul Kadir; Zuhriyatih Hudodo; Kasandra; Lutfiah N. Botutihe; Eko Saputra; Rifki Azad; Munawir H Usman; Herlina Yusuf; Indra Afrianto; Fitriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7164

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menggalakkan program PHBS melalui berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Program ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dalam menjaga kesehatannya, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Peningkatan proporsi rumah tangga yang menerapkan PHBS dari tahun 2007 (11,2%) menjadi 2018 (39,1%) menunjukkan adanya perbaikan dalam penerapan PHBS di Indonesia. Namun, beberapa indikator masih memerlukan perhatian khusus, seperti pemberian ASI eksklusif, aktivitas fisik harian, dan konsumsi sayur dan buah, yang proporsinya masih rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Huntap Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre- experimental. Rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini b masyarakat di Desa Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura. Sampel berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan). Hasil penelitian menunjukkan dari uji Paired Sample T-Test (uji-t berpasangan) diketahui nilai sinifikansi sebesar 0,129 > 0,05. dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Kesimpulan H0 diterima dan Ha ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Saran Diharapkan bagi pihak Puskesmas Kamaipura, khususnya bagian Promosi Kesehatan Puskesmas Kamaipura untuk selalu mensosialisasikan program PHBS kepada masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang penting dan manfaat PHBS.